Jatuh Bangun demi Pancar Sinyal di Timur Indonesia

Dicky Prastya

Jum'at, 24 November 2023 | 05:45 WIB
Jatuh Bangun demi Pancar Sinyal di Timur Indonesia
Ilustrasi: Tower BTS 4G Bakti Kominfo di Desa Wayharu, Pesisir Barat, Lampung. [ANTARA]

Farras menjelaskan kalau kekesalan penduduk di desa Boven Digoel itu mencuat karena jengah dengan tim-tim sebelumnya yang gagal memperbaiki BTS 4G. Ia menduga kalau minimnya komunikasi adalah faktor kendala kenapa fasilitas itu tak kunjung berfungsi.

“Mungkin komunikasi minim untuk koordinasi dengan tim lain di luar site. Blank spot, susah ada sinyal. Sekalinya ada sinyal kami harus jalan dulu 3-4 km. Bahkan harus naik pohon dulu biar dapat sinyal,” tutur dia.

***

Proyek pembangunan BTS 4G ini diusung Pemerintah RI untuk melayani 12.548 titik desa yang belum terlayani jaringan 4G. Dari total itu, BAKTI Kominfo membangun 9.113 titik yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal alias wilayah 3T. Sementara 3.435 sisanya yang merupakan wilayah non 3T ditugaskan ke operator seluler.

Direktur Utama BAKTI Kominfo Fadhilah Mathar memaparkan, dari 9.113 titik kemudian dievaluasi lagi hingga mengerucut menjadi 7.904 lokasi. Kemudian setelah dilakukan kajian bersama Satuan Tugas BAKTI Kominfo, pembangunan itu berkurang menjadi 5.618 titik.

Dirut BAKTI Kominfo Fadhilah Mathar saat konferensi pers di kantornya di Jakarta, Selasa (24/10/2023). [Suara.com/Dicky Prastya]
Dirut BAKTI Kominfo Fadhilah Mathar saat konferensi pers di kantornya di Jakarta, Selasa (24/10/2023). [Suara.com/Dicky Prastya]

“Selain agar persoalan hukum semuanya clear dulu, berkurangnya titik pembangunan karena masuknya pihak swasta di beberapa wilayah 3T sesuai hasil survei Kementerian Kominfo,” kata perempuan yang akrab disapa Indah ini dalam konferensi pers di Kantor BAKTI Kominfo, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2023) lalu.

Sementara itu, Direktur Infrastruktur BAKTI Kementerian Kominfo Danny Januar Ismawan mengutarakan, dari total 5.618 titik itu, 4.343 menara BTS 4G sudah berstatus on-air alias siap melayani masyarakat.

“Ada tambahan 630 site siap on-air. Jadi ada 4900 potensi BTS 4G dimanfaatkan penuh ketika bisa melakukan, maksudnya penyelesaian kasus hukum, ada kepastian kontrak,” kata dia yang juga hadir di acara tersebut.

Danny mengakui kalau masih ada 600 titik yang ternyata perlu dilakukan dengan cara khusus. Pasalnya, sebagian besar lokasi itu bertempat di wilayah Indonesia Timur, Papua.

baca juga

“Sebagian besar (lokasi BTS 4G) di wilayah yang bermasalah dari aspek keamanan. (Nantinya) akan dipisahkan lokasi tersebut untuk diselesaikan dengan penanganan lebih khusus. Mungkin melibatkan teman-teman di TNI-Polri,” imbuhnya.

Ketua Satgas BAKTI sekaligus Staf Khusus Menkominfo, Sarwoto Atmosutarno mengatakan hal serupa. Ia menyebut kalau ada 641 lokasi menara BTS 4G dalam keadaan kahar karena masalah keamanan dan daerah yang ternyata di luar prediksi.

Untuk mengatasi hal itu, Sarwoto mengungkapkan kalau Satgas BAKTI Kominfo bakal melakukan relokasi, penggunaan teknologi baru seperti satelit, hingga bekerja sama dengan masyarakat sekitar.

“Solusi rekomendasinya adalah relokasi, penggunaan teknologi baru (satelit), dan menerima usulan baru dari masyarakat daerah 3T untuk pemasangan dengan disetujui oleh kepala daerahnya (Bupati),” ujarnya saat dihubungi Suara.com lewat WhatsApp, Rabu (22/11/2023).

***

Direktur Eksekutif ICT Institute sekaligus pakar telekomunikasi, Heru Sutadi menilai kalau Papua memang memiliki tantangan tersendiri bagi BAKTI Kominfo. Ia menjelaskan kalau Papua adalah wilayah yang sulit untuk membangun proyek BTS 4G.

“Jadi memang ada wilayah-wilayah yang sulit untuk membawa material BTS 4G,” katanya saat dikonfirmasi Suara.com lewat pesan WhatsApp, Rabu (22/11/2023).

Ketika lewat jalur darat misalnya, lanjut Heru, ada beberapa jalanan di Papua yang belum memadai. Begitu pula untuk lokasi BTS 4G yang bertempat di wilayah pegunungan, di mana Heru menyebut kalau akses ke sana membutuhkan transportasi tambahan seperti helikopter.

“Jadi kalau untuk membangun tower, jangan kita berpikir hanya material tower ya. Di satu sisi memang material tower, tapi di sisi lain juga ada material untuk membangun tower. Sehingga memang, ya diakui atau tidak, itu memiliki tantangan tersendiri. Tidak seperti wilayah lain, agak sulit membangun BTS di Papua,” bebernya.

Heru melanjutkan, faktor lain yang menyulitkan pembangunan BTS di Papua adalah masalah keamanan. Ia menyebut kalau di sana ada ancaman dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Ia mengingatkan kembali soal peristiwa di masa lalu, yang ancaman KKB ini pernah menimbulkan korban jiwa, termasuk di proyek BTS 4G.

“Tantangan seperti ini memang harus disolusikan secara bersama kan? Tidak bisa Kementerian Kominfo atau BAKTI bekerja sendiri,” timpal dia.

Ada banyak solusi yang disarankan Heru kepada BAKTI Kominfo untuk membangun BTS di Papua. Pertama, mereka harus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.

Sebab mereka adalah pihak yang lebih paham soal wilayah tersebut. Ia juga mendorong keterlibatan Pemda untuk mendampingi proses pembangunan BTS 4G Kominfo.

Kedua, BAKTI perlu menggandeng pihak TNI-Polri untuk menjamin keamanan proyek. Ketiga, pemerintah mesti melibatkan warga sekitar dalam pembangunan menara itu. Heru menilai masyarakat juga harus mendapatkan edukasi dan sosialisasi soal efek kehadiran BTS 4G.

“Selain itu harus memberikan edukasi dan sosialisasi kalau pembangunan BTS ini juga untuk mereka, agar tidak terisolir dari dunia luar, bisa maju juga seperti daerah lainnya gitu kan?” urai dia.

Dengan demikian, itu bisa membuat masyarakat sadar kalau kehadiran fasilitas ini akan berefek pada meningkatnya ekonomi lokal.

Heru juga sepakat soal solusi berupa relokasi BTS apabila diperlukan. Syaratnya, pemindahan menara itu tidak jauh dari rencana lokasi awal. Heru menganggap kalau relokasi sebaiknya hanya berpindah di lingkup RW, bukan desa.

Terakhir, solusi yang ditawarkan Heru adalah memanfaatkan teknologi lain seperti satelit. Masyarakat Papua bisa tetap mendapatkan jaringan dari Satelit Satria 1 apabila BTS 4G tidak memungkinkan.

“Itu bisa mengatasi bermacam-macam persoalan. Misalnya kesulitan akses daerah di gunung, akses jalan susah, itu bisa diganti ke teknologi satelit,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RUU ITE Titik Awal Kenalkan Identitas Digital

RUU ITE Titik Awal Kenalkan Identitas Digital

Tekno | Kamis, 23 November 2023 | 21:55 WIB

Kominfo Jelaskan Kebijakan Moderasi Konten di Revisi UU ITE, Bantah Bungkam Kebebasan Berekspresi

Kominfo Jelaskan Kebijakan Moderasi Konten di Revisi UU ITE, Bantah Bungkam Kebebasan Berekspresi

Tekno | Kamis, 23 November 2023 | 19:33 WIB

BRIN Sepakat Kominfo Bikin Panduan AI di Indonesia: Cegah Masalah Privasi

BRIN Sepakat Kominfo Bikin Panduan AI di Indonesia: Cegah Masalah Privasi

Tekno | Kamis, 23 November 2023 | 18:59 WIB

Kominfo Siapkan Panduan Panduan Etika AI di Indonesia, Ikuti China-Uni Eropa

Kominfo Siapkan Panduan Panduan Etika AI di Indonesia, Ikuti China-Uni Eropa

Tekno | Kamis, 23 November 2023 | 18:29 WIB

Ganjar Peluk Cium Anak Papua, Anies Temui Ribuan Warga Muhammadiyah

Ganjar Peluk Cium Anak Papua, Anies Temui Ribuan Warga Muhammadiyah

Kotak Suara | Kamis, 23 November 2023 | 16:33 WIB

Viral Warga Minta Handuk Bekas Keringat Presiden Jokowi Saat Bermain Sepak Bola di Papua: Langsung Dibingkai!

Viral Warga Minta Handuk Bekas Keringat Presiden Jokowi Saat Bermain Sepak Bola di Papua: Langsung Dibingkai!

Lifestyle | Kamis, 23 November 2023 | 17:55 WIB

Terkini

Kolaborasi Honor of Kings dengan InuYasha, Hadirkan Skin Eksklusif hingga Gameplay Baru

Kolaborasi Honor of Kings dengan InuYasha, Hadirkan Skin Eksklusif hingga Gameplay Baru

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:43 WIB

Samsung Boyong Fitur AI Canggih ke HP Mid-range lewat Galaxy A27

Samsung Boyong Fitur AI Canggih ke HP Mid-range lewat Galaxy A27

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:09 WIB

Spesifikasi Samsung Galaxy A27 5G, Peningkatan Apa yang Ditawarkan?

Spesifikasi Samsung Galaxy A27 5G, Peningkatan Apa yang Ditawarkan?

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:07 WIB

AMD EPYC Bikin Server Gaming Makin Kencang, Shockbyte Pangkas Konsumsi Listrik 30 Persen

AMD EPYC Bikin Server Gaming Makin Kencang, Shockbyte Pangkas Konsumsi Listrik 30 Persen

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:30 WIB

HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja

HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:54 WIB

4 Tablet Murah yang Cocok untuk Anak Sekolah, Harga Cuma Rp1 Jutaan

4 Tablet Murah yang Cocok untuk Anak Sekolah, Harga Cuma Rp1 Jutaan

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:06 WIB

Steam Summer Sale 2026 Dimulai, Cek Rekomendasi Game PC dengan Diskon Besar Ini

Steam Summer Sale 2026 Dimulai, Cek Rekomendasi Game PC dengan Diskon Besar Ini

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:54 WIB

4 Tablet RAM Besar 2 Jutaan Terbaik, Ada yang Dilengkapi Stylus untuk Kerja dan Hiburan

4 Tablet RAM Besar 2 Jutaan Terbaik, Ada yang Dilengkapi Stylus untuk Kerja dan Hiburan

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:28 WIB

4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G

4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:15 WIB

Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG

Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:36 WIB

×