Meta Bongkar Cara Orang China Kuasai Dunia lewat Media Sosial

Dicky Prastya

Minggu, 03 Desember 2023 | 16:46 WIB
Meta Bongkar Cara Orang China Kuasai Dunia lewat Media Sosial
Ilustrasi Facebook. (Pexels)

Suara.com - Perusahaan teknologi Meta membongkar sejumlah cara orang China menguasai dunia lewat media sosial. Siasat mereka pun diperparah dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Dalam laporan triwulan perusahaan induk Facebook dan Instagram itu, disebutkan kalau para warganet China adalah momok di balik banyaknya kampanye disinformasi yang kian meningkat saat ini.

China hanya kalah dari Rusia dan Iran dalam hal kampanye perilaku tidak autentik terkoordinasi, atau yang diistilahkan coordinated inauthentic behavior (CIB).

CIB adalah sebuah aktivitas yang melibatkan banyak akun palsu atau metode lain yang dimaksudkan untuk memanipulasi debat publik demi tujuan tertentu, sebagaimana dikutip dari CNBC International, Minggu (3/12/2023).

Meta mengakui kalau perusahaannya terganggu tiga jaringan CIB selama kuartal tiga, yang mana dua jaringan berasal dari China. Satu sisanya yakni berasal dari Rusia.

Satu jaringan CIB Tiongkok yang melakukan operasi besar di platform Meta itu membuat perusahaan menghapus 4.780 akun Facebook.

“Orang-orang di balik aktivitas ini menggunakan akun palsu biasa dengan foto profil dan nama yang disalin dari tempat lain di internet untuk mengunggah dan berteman dengan orang-orang dari seluruh dunia,” kata Meta dalam laporannya.

“Hanya sebagian kecil dari mereka yang berbasis di Amerika Serikat. Mereka menyamar sebagai orang Amerika untuk mengunggah konten yang sama di berbagai platform," lanjut perusahaan.

Fenomena disinformasi di Facebook adalah salah satu momok saat terjadinya Pemilu AS yang digelar 2016 silam. Kala itu, jaringan akun dari Rusia ramai-ramai terlibat dalam kampanye misinformasi demi pemenangan Donald Trump.

baca juga

Buntut dari peristiwa ini, Meta akhirnya memperketat pengawasan kontennya untuk memantau ancaman dan kampanye disinformasi, sekaligus memberikan transparansi ke publik.

Meta juga sempat menghapus kampanye disinformasi dari jaringan China, yang diumumkan pada Agustus lalu. Tercatat lebih dari 7.700 akun Facebook telah dihapus Meta.

Meta kemudian menyimpulkan apabila Tiongkok sukses menjadi bahan utama dalam perdebatan publik soal pemilu di seluruh dunia, maka kemungkinan pengguna bakal lebih banyak melihat operasi besar dari China untuk mengacaukan debat tersebut.

Hal yang sama juga bisa terjadi di kasus Rusia vs Ukraina. Jika para pengguna di Eropa dan Amerika Utara awalnya mendukung Ukraina, tak menutup kemungkinan Rusia ikut campur untuk mengubah pandangan mereka.

Hal lain yang diungkap Meta soal tren kampanye CIB ini adalah para akun palsu itu juga bergerak di platform media sosial untuk diskusi lain seperti Medium, Reddit, dan Quora.

Jadi mereka tak lagi fokus di salah satu platform media sosial untuk menyebarkan kampanye disinformasi tersebut.

Meta menjelaskan kalau banyaknya akun yang pindah ke media sosial alternatif dikarenakan platform besar sudah mulai ketat dalam mengawasi konten. Maka dari itu banyak akun yang beralih ke media sosial lebih kecil karena pengawasan lebih longgar.

Perusahaan pun menyebut kalau munculnya AI generatif berpeluang menimbulkan masalah baru dalam kampanye disinformasi. Tapi teknologi ini sepertinya belum sampai ke aktivitas seperti hack (peretasan) ataupun kebocoran data.

Di sisi lain Meta juga mulai menanamkan investasi ke AI untuk mengidentifikasi konten yang sekiranya melanggar kebijakan. Perusahaan pun ikut menggandeng 100 lembaga independen cek fakta untuk meninjau saringan konten dari AI tersebut.

“Meskipun penggunaan AI oleh pelaku ancaman yang kami lihat sejauh ini masih terbatas dan tidak terlalu efektif, kami ingin tetap waspada dan bersiap untuk merespons seiring dengan berkembangnya taktik mereka,” tulis laporan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat AI Dijadikan Senjata Perang Israel ke Palestina, Mampu Sasar 444 Target per Hari

Saat AI Dijadikan Senjata Perang Israel ke Palestina, Mampu Sasar 444 Target per Hari

Tekno | Minggu, 03 Desember 2023 | 15:43 WIB

Sinopsis Drama China Love Me, Love My Voice, Awal Jatuh Cinta Lewat Suara

Sinopsis Drama China Love Me, Love My Voice, Awal Jatuh Cinta Lewat Suara

Your Say | Minggu, 03 Desember 2023 | 14:20 WIB

Meta Hapus 4.700 Akun Palsu dari China

Meta Hapus 4.700 Akun Palsu dari China

Tekno | Minggu, 03 Desember 2023 | 09:03 WIB

Sinopsis Drama China I May Love You, Kisah Miles Wei sebagai Produser Film

Sinopsis Drama China I May Love You, Kisah Miles Wei sebagai Produser Film

Your Say | Minggu, 03 Desember 2023 | 12:20 WIB

Pemerintah China Dukung Huawei Kembangkan Jaringan Chip Sendiri, Gelontorkan 30 Miliar Dolar AS

Pemerintah China Dukung Huawei Kembangkan Jaringan Chip Sendiri, Gelontorkan 30 Miliar Dolar AS

Tekno | Minggu, 03 Desember 2023 | 05:56 WIB

Zaskia Adya Mecca Curhat Anak Sakit Radang Paru, Singgung Polusi Jakarta Hingga Pneumonia Misterius di China

Zaskia Adya Mecca Curhat Anak Sakit Radang Paru, Singgung Polusi Jakarta Hingga Pneumonia Misterius di China

Lifestyle | Sabtu, 02 Desember 2023 | 20:15 WIB

Terkini

15 Ide Lomba 17 Agustus Indoor di Kantor yang Paling Seru dan Gak Ribet!

15 Ide Lomba 17 Agustus Indoor di Kantor yang Paling Seru dan Gak Ribet!

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:49 WIB

YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi

YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:48 WIB

BRI Buka Program BRIncubator 2026, Dukung UMKM Go Global

BRI Buka Program BRIncubator 2026, Dukung UMKM Go Global

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Serial Monster Kembali dengan Season Baru, Angkat Kasus Pembunuh Berkapak

Serial Monster Kembali dengan Season Baru, Angkat Kasus Pembunuh Berkapak

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata

Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Waspada Video Lawas! Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoaks Demo Anarkis Bisa Dipidana

Waspada Video Lawas! Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoaks Demo Anarkis Bisa Dipidana

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Link Download Logo Hari Pramuka 2026 ke-65 Format PNG Resmi dan Maknanya

Link Download Logo Hari Pramuka 2026 ke-65 Format PNG Resmi dan Maknanya

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Menko Polkam Bantah Pagar Tinggi Mal Terkait Isu Keamanan Agustus 2026

Menko Polkam Bantah Pagar Tinggi Mal Terkait Isu Keamanan Agustus 2026

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:34 WIB

BRI Siapkan 3 Sektor Bisnis Ini Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia 2026

BRI Siapkan 3 Sektor Bisnis Ini Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat

Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:32 WIB

×