Dampak Mengerikan Gelombang Panas yang Hantam Asia Tenggara, Indonesia Kena?

Dicky Prastya

Senin, 06 Mei 2024 | 20:06 WIB
Dampak Mengerikan Gelombang Panas yang Hantam Asia Tenggara, Indonesia Kena?
Ilustrasi suhu panas. Foto: Pekerja melindungi tubuh dari terik matahari menggunakan payung saat berjalan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (21/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan gelombang panas atau heatwave kini sedang menghantam sejumlah negara di Asia Tenggara. Fenomena ini membuat suhu di negara tersebut lebih tinggi daripada biasanya.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menerangkan, gelombang panas ini sedang melanda beberapa negara seperti Thailand hingga Kamboja. Di Thailand misalnya, suhu maksimum negara tersebut bisa tembus hingga 52 derajat Celcius.

Contoh lainnya yakni Kamboja. Dwikorita menerangkan kalau gelombang panas menyebabkan suhu di Kamboja menjadi yang tertinggi dalam 170 tahun terakhir.

"Kamboja, dengan suhu udara mencapai level tertinggi dalam 170 tahun terakhir, yaitu 43 derajat Celcius pada minggu ini," kata Dwikorita, dikutip dari siaran pers BMKG, Senin (6/5/2024).

Sementara itu Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab menjelaskan, turut melanda Vietnam dan Filipina yang juga negara Asia Tenggara.

"Dari Vietnam juga dilaporkan bahwa suhu maksimum di beberapa bagian utara dan tengah mencapai angka 44 derajat Celcius. Sementara itu di Filipina, fenomena gelombang panas menyebabkan pemerintah meliburkan sekolah-sekolah," beber Fachri.

Fachri menyebut, gelombang panas ini diduga disebabkan oleh tiga faktor. Pertama yakni gerakan semu matahari pada akhir April dan awal Mei ini berada di atas lintang 10 derajat Lintang Utara, yang bertepatan dengan wilayah-wilayah Asia Tenggara daratan.

"Hal ini menyebabkan penyinaran matahari sangat terik dan memberikan background kondisi yang panas," lanjut dia.

Faktor kedua terjadinya gelombang panas adalah anomali iklim El Nino tahun 2023-2024. Analisis data historis menunjukkan bahwa saat terjadi El Nino, wilayah Asia Tenggara daratan akan mengalami anomali suhu hingga mencapai 2 derajat di atas normal pada periode Maret-April-Mei.

baca juga

Adapun faktor ketiga yaitu pengaruh pemanasan global yang menyebabkan suhu terus meningkat dari tahun ke tahun. Kombinasi ketiga faktor tersebut menyebabkan suhu udara pada April-Mei ini menjadi sangat ekstrem di wilayah Asia Tenggara.

"Mudah-mudahan situasi tersebut tidak terjadi di Indonesia," harapnya.

Gelombang panas tidak berdampak ke Indonesia

Dwikorita sendiri menegaskan kalau gelombang panas yang terjadi di wilayah Asia Tenggara itu ternyata tidak berdampak ke Indonesia, meskipun suhu memang amat terik beberapa waktu belakangan.

"Namun, khusus di Indonesia yang terjadi bukanlah gelombang panas, melainkan suhu panas seperti pada umumnya," ungkapnya.

Dwikorita menerangkan, kondisi maritim di sekitar Indonesia dengan laut yang hangat dan topografi pegunungan mengakibatkan naiknya gerakan udara.

Sehingga ini memungkinkan terjadinya penyanggaan atau buffer kenaikan temperatur secara ekstrem dengan terjadi banyak hujan yang mendinginkan permukaan secara periodik. Hal inilah yang menyebabkan tidak terjadinya gelombang panas di wilayah Kepulauan Indonesia.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan, suhu udara maksimum tertinggi di Indonesia selama sepekan terakhir tercatat terjadi di Palu 37,8 derajat Celcius pada 23 April lalu.

Suhu udara maksimum di atas 36,5 derajat Celcius juga tercatat di beberapa wilayah lain, yaitu pada tanggal 21 April di Medan, Sumatera utara yang mencapai 37,0°C, dan di Saumlaki, Maluku mencapai suhu maksimum sebesar 37.8°C, serta pada tanggal 23 April di Palu, Sulawesi Tengah mencapai 36,8°C.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Gelombang Panas, Ini Penjelasan BMKG soal Kenapa Cuaca Makin Gerah di Indonesia

Bukan Gelombang Panas, Ini Penjelasan BMKG soal Kenapa Cuaca Makin Gerah di Indonesia

Tekno | Senin, 06 Mei 2024 | 19:47 WIB

Kabupaten Seram Bagian Timur Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,8, BMKG Minta Masyarakat Hati-hati

Kabupaten Seram Bagian Timur Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,8, BMKG Minta Masyarakat Hati-hati

News | Senin, 06 Mei 2024 | 05:18 WIB

Minggu Malam, Pegunungan Bintang Papua Diguncang Gempa Magnitudo 6

Minggu Malam, Pegunungan Bintang Papua Diguncang Gempa Magnitudo 6

News | Minggu, 05 Mei 2024 | 23:59 WIB

Indonesia Masuk Musim Kemarau, Wilayah Ini Masih Kebagian Hujan Lebat

Indonesia Masuk Musim Kemarau, Wilayah Ini Masih Kebagian Hujan Lebat

Tekno | Minggu, 05 Mei 2024 | 11:58 WIB

Penjelasan BMKG soal Kondisi Suhu Panas di Indonesia Seminggu Belakangan

Penjelasan BMKG soal Kondisi Suhu Panas di Indonesia Seminggu Belakangan

Tekno | Minggu, 05 Mei 2024 | 11:47 WIB

Bahaya Cuaca Panas Bisa Jadi Penyakit, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Keluar Bawa Payung

Bahaya Cuaca Panas Bisa Jadi Penyakit, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Keluar Bawa Payung

Health | Sabtu, 04 Mei 2024 | 19:51 WIB

Terkini

5 Kulit Buah yang Bisa Dimakan dan Kaya Nutrisi, Apa Saja?

5 Kulit Buah yang Bisa Dimakan dan Kaya Nutrisi, Apa Saja?

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Ketika Persoalan Sehari-hari Muslimah Dijawab Lewat Buku Fiqh Wanita Populer

Ketika Persoalan Sehari-hari Muslimah Dijawab Lewat Buku Fiqh Wanita Populer

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Tewas di Medan Perang, Rendi Apriyanto Dikontrak Jadi Tentara Bayaran Rusia Bagian Logistik

Tewas di Medan Perang, Rendi Apriyanto Dikontrak Jadi Tentara Bayaran Rusia Bagian Logistik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Aset 1,5 Hektare Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK

Aset 1,5 Hektare Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK

Bekaci | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Rempah dan Jalur Laut: Komoditas Membentuk Dinamika Masyarakat Nusantara

Rempah dan Jalur Laut: Komoditas Membentuk Dinamika Masyarakat Nusantara

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Contoh Surat Kuasa Cabut Berkas Kendaraan: Lengkap dengan Syarat dan Prosedur Mutasi 2026

Contoh Surat Kuasa Cabut Berkas Kendaraan: Lengkap dengan Syarat dan Prosedur Mutasi 2026

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini

Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar

Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Burnout tapi Dompet Belum Siap Resign? Saatnya Terapkan Quiet Quitting

Burnout tapi Dompet Belum Siap Resign? Saatnya Terapkan Quiet Quitting

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Drama 'Cinta Segitiga' Politik: Prabowo Makin Hangat ke Teuku Umar, Solo Ditinggal?

Drama 'Cinta Segitiga' Politik: Prabowo Makin Hangat ke Teuku Umar, Solo Ditinggal?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:43 WIB

×