Cara Kerja Serangan Pengisian Kredensial, Buruan Ubah Kata Sandi Mu

Dythia Novianty

Senin, 13 Mei 2024 | 10:05 WIB
Cara Kerja Serangan Pengisian Kredensial, Buruan Ubah Kata Sandi Mu
Ilustrasi password. [Shutterstock]

Suara.com - Jutaan akun menjadi korban serangan pengisian kredensial setiap tahunnya.

Kaspersky akan membahas secara detail cara kerja pengisian kredensial.

Pengisian kredensial adalah salah satu cara paling efektif untuk menyusupi akun pengguna.

Baca Juga: Survei: Lebih dari Dua Insiden Siber Kritis Terjadi per Hari di Tahun 2023

Penyerang memanfaatkan basis data besar nama pengguna dan kata sandi yang telah diperoleh
sebelumnya untuk akun yang terdaftar di berbagai platform.

Mereka kemudian mencoba kredensial ini secara massal di layanan online lainnya, dengan harapan beberapa akan berhasil.

Serangan ini memanfaatkan kebiasaan buruk banyak orang yang menggunakan kata sandi yang
sama untuk beberapa layanan.

Ilustrasi serangan siber. [Gerd Altmann/Pixabay]
Ilustrasi serangan siber. [Gerd Altmann/Pixabay]

Akibatnya, penyerang pasti berhasil membajak akun dengan kata sandi yang digunakan korban di
platform lain.

Ada tiga sumber utama basis data:

baca juga
  • Kata sandi dicuri melalui kampanye phishing massal dan situs phishing.
  • Kata sandi disadap oleh malware yang dirancang khusus untuk mencuri kredensial – yang
    dikenal sebagai stealers.
  • Kata sandi bocor melalui pelanggaran layanan online.

Pelanggaran data telah memberikan penjahat siber jumlah kata sandi yang paling banyak.

Pemegang rekornya adalah pelanggaran data yang dihadapi oleh Yahoo! yang mengungkap 3 miliar catatan.

Penting untuk dicatat bahwa layanan biasanya tidak menyimpan kata sandi dalam teks biasa tetapi menggunakan apa yang disebut hash.

Setelah serangan berhasil, penyerang perlu memecahkan hash ini.

Ilustrasi hacker membobol kata sandi. (Pixabay/ TheDigitalWay)
Ilustrasi hacker membobol kata sandi. (Pixabay/ TheDigitalWay)

Semakin sederhana kata sandinya, semakin sedikit waktu dan sumber daya yang diperlukan
untuk memecahkannya.

Oleh karena itu, pengguna dengan kata sandi yang lemah adalah yang paling berisiko setelah terjadi pelanggaran data.

Namun, jika penjahat siber benar-benar membutuhkannya, bahkan kata sandi terkuat di dunia pun kemungkinan besar akan terbongkar apabila hash-nya telah bocor secara publik.

Oleh karena itu, sekuat apa pun kata sandi kamu, hindari menggunakannya di beberapa layanan.

Baca Juga: Penjahat Siber Menargetkan Pengguna Telegram, Mencuri Toncoin

Tidak mengherankan jika basis data kata sandi yang dicuri terus bertambah dan menghasilkan data baru.

Hal ini akhirnya telah mengumpulkan arsip kolosal berisikan entri yang jauh melebihi populasi bumi.

Pada bulan Januari 2024, basis data kata sandi terbesar yang diketahui hingga saat ini
menunjukkan 26 miliar catatan yang mengejutkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Pengelola Kata Sandi Terbaik, Amankan Data Digital

3 Pengelola Kata Sandi Terbaik, Amankan Data Digital

Tekno | Rabu, 01 Mei 2024 | 10:18 WIB

Penjahat Siber Menargetkan Pengguna Telegram, Mencuri Toncoin

Penjahat Siber Menargetkan Pengguna Telegram, Mencuri Toncoin

Tekno | Minggu, 28 April 2024 | 13:30 WIB

Tercatat 300 Ribu Serangan Ransomware Hantui Bisnis di Asia Tenggara, Indonesia Nomor 2

Tercatat 300 Ribu Serangan Ransomware Hantui Bisnis di Asia Tenggara, Indonesia Nomor 2

Tekno | Senin, 22 April 2024 | 08:39 WIB

3 Trik Jitu Menghapus Kata Sandi PDF di Mac dalam Sekejap

3 Trik Jitu Menghapus Kata Sandi PDF di Mac dalam Sekejap

Tekno | Kamis, 18 April 2024 | 07:29 WIB

Cara Melawan Stres di Media Sosial

Cara Melawan Stres di Media Sosial

Tekno | Senin, 15 April 2024 | 09:05 WIB

Terkini

5 Temuan Kasus Febrie Adriansyah: Beraksi 8 Tahun, Kumpulkan 'Harta' Luar Biasa

5 Temuan Kasus Febrie Adriansyah: Beraksi 8 Tahun, Kumpulkan 'Harta' Luar Biasa

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:36 WIB

Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026

Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat

Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:19 WIB

Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026

Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026

Sport | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:15 WIB

5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap

5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap

Sumsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan

Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan

Sport | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:09 WIB

4 Rekomendasi Lip Oil untuk Melembapkan Bibir Kering Sekaligus Memberi Warna

4 Rekomendasi Lip Oil untuk Melembapkan Bibir Kering Sekaligus Memberi Warna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:09 WIB

Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming

Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming

Jogja | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:06 WIB

Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z

Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung

Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung

Jogja | Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:59 WIB

×