Dharma Ditertawakan Usai Bilang AI Mata-mata, Dosen Harvard Ini Justru 'Sependapat'

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Rabu, 09 Oktober 2024 | 19:55 WIB
Dharma Ditertawakan Usai Bilang AI Mata-mata, Dosen Harvard Ini Justru 'Sependapat'
Dharma Pongrekun. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Calon Gubernur Jakarta Dharma Pongrekun sempat ditertawakan serta dicibir usai mengungkap berbagai teori konspirasi, termasuk AI adalah mata-mata. Meski banyak yang menganggap remeh, potensi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk menjadi mata-mata pernah diungkap oleh salah satu dosen di Harvard's Kennedy School.

Dosen Harvard tersebut 'seolah sependapat' mengingat ia sudah mengemukakan teori yang mirip sebelumnya. Acara debat Pilgub Jakarta 2024 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta Pusat, Minggu (6/10/2024) mempunyai warna tersendiri usai Dharma mengungkap berbagai teori konspirasi.

Pantauan melalui Trends24.in, 'Dharma' bahkan sempat trending di X selama dua hari berturut-turut. Raut wajah hingga kegemaran melontarkan teori unik membuat netizen menilai bahwa Dharma Pongrekun mirip Rangga Sasana, petinggi Sunda Empire.

Saat berada di acara debat, Dharma menilai bahwa Indonesia harus mandiri internet. "Jadikan Indonesia mandiri internet. Selama internetnya tidak mandiri, maka selama itu bocor semua. 1.000 kali kita mengganti password, apapun yang kita lakukan bocor. Jadi tidak ada satupun ruang cyber ini yang aman," kata Dharma.

Bahkan ketika membahas AI atau kecerdasan buatan, Dharma menilai bahwa itu adalah mata-mata. "Artificial Inteleijen artinya apa? Alat intelijen. Alat yang memata-matai tanpa kita sadari, dosa kita ada semua di gadget. Makanya kalau ada kasus diambil gadgetnya, stresnya setengah mati," ungkap Dharma.

Ilustrasi kecerdasan buatan (Artifial Intelligence/AI].
Ilustrasi kecerdasan buatan (Artifial Intelligence/AI].

Tak hanya itu, mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara ini juga menilai bahwa pandemi merupakan agenda terselubung dari asing.

Cuplikan video mengenai teori konspirasi dari Dharma langsung viral di X. Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi juga memberikan sindiran untuk Dharma.

"Kata Dharma, AI itu Artificial Intelligence. Dari kata 'intelijen' alias 'mata-mata'. Jadi AI itu alat mata-mata buatan, untuk mengawasi kita. Problem Jakarta yang kompleks dihadapi dengan teori konspirasi," tulis Ismail Fahmi.

Dosen Harvard Ungkap Potensi AI Jadi Mata-mata

baca juga

Peneliti keamanan terkenal, Bruce Schneier, mengungkap bahwa AI dapat memicu 'era mata-mata massal'. Bruce Schneier bukan orang sembarangan.

Ia merupakan dosen tamu di Harvard's Kennedy School - Harvard University, teknolog, kriptogafer, pegiat keamanan komputer, anggota dewan EFF, dan Kepala Arsitektur Keamanan di Inrupt, Inc. Schneier terdaftar di laman resmi Harvard University dan sering dijuluki "Security Guru".

Bruce Schneier telah menulis banyak buku tentang keamanan komputer dan kriptografi. Dikutip dari Arstechnica, teknolog ini pernah berpendapat bahwa model AI dapat memungkinkan era baru mata-mata massal melalui artikel yang diunggah tahun lalu.

Profil Bruce Schneier, salah satu dosen di Harvard. (hks.harvard.edu)
Profil Bruce Schneier, salah satu dosen di Harvard. (hks.harvard.edu)

Kecerdasan buatan memungkinkan perusahaan dan pemerintah untuk mengotomatiskan proses analisis serta peringkasan data percakapan dalam jumlah besar. Itu pada dasarnya menurunkan hambatan terhadap aktivitas mata-mata yang saat ini memerlukan tenaga manusia.

Schneier mengatakan, metode mata-mata saat ini seperti penyadapan telepon atau pengawasan fisik, membutuhkan banyak tenaga kerja. Tetapi munculnya AI mengurangi kendala tersebut secara signifikan.

"Sistem AI generatif semakin mahir dalam meringkas percakapan yang panjang dan memilah-milah kumpulan data besar. Pengintaian ini tidak terbatas pada percakapan di ponsel atau komputer kita. Sama seperti kamera di mana-mana yang memicu pengawasan massal, mikrofon di mana-mana akan memicu pengintaian massal. Siri, Alexa, dan 'Hai, Google' sudah selalu mendengarkan," tulis Bruce Schneier.

Dosen di Harvard's Kennedy School itu menekankan bahwa AI harus dipayungi regulasi pemerintah yang ketat agar tidak berpotensi menjadi mata-masa massal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AI: Senjata Makan Tuan Bagi Pekerja?

AI: Senjata Makan Tuan Bagi Pekerja?

Bisnis | Rabu, 09 Oktober 2024 | 17:29 WIB

Puji Jokowi "Family Man", Anies Baswedan Picu Perdebatan Sengit di Media Sosial

Puji Jokowi "Family Man", Anies Baswedan Picu Perdebatan Sengit di Media Sosial

Tekno | Rabu, 09 Oktober 2024 | 17:41 WIB

Ramai Meme Anies Baswedan Open to Work di LinkedIn, Banjir Tanggapan Kocak dari Netizen

Ramai Meme Anies Baswedan Open to Work di LinkedIn, Banjir Tanggapan Kocak dari Netizen

Tekno | Rabu, 09 Oktober 2024 | 17:45 WIB

Viral Copet Beraksi di Perayaan HUT TNI Ke-79, Publik Soroti Nyalinya

Viral Copet Beraksi di Perayaan HUT TNI Ke-79, Publik Soroti Nyalinya

News | Rabu, 09 Oktober 2024 | 14:51 WIB

Terkini

Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas

Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:24 WIB

OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone

OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:14 WIB

TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D

TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:00 WIB

Marvel Blade Batal, Microsoft Dirumorkan PHK Ribuan Karyawan Xbox

Marvel Blade Batal, Microsoft Dirumorkan PHK Ribuan Karyawan Xbox

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:15 WIB

Update Harga iPhone Juli 2026, Seri Apa Saja yang Naik?

Update Harga iPhone Juli 2026, Seri Apa Saja yang Naik?

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:14 WIB

Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG

Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:55 WIB

Gigabyte Resmi Rilis AORUS GeForce RTX 5080 INFINITY dan INFINITY WOOD, Punya Desain Premium

Gigabyte Resmi Rilis AORUS GeForce RTX 5080 INFINITY dan INFINITY WOOD, Punya Desain Premium

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:47 WIB

7 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan, Solusi Produktivitas Basic hingga Driver Ojek Online

7 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan, Solusi Produktivitas Basic hingga Driver Ojek Online

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:19 WIB

GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon

GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:00 WIB

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:30 WIB

×