Waspada! Penipuan 'Deepfake' Melonjak 1.550% di Indonesia, Anda Bisa Jadi Korban Berikutnya

Sabtu, 02 November 2024 | 10:01 WIB
Waspada! Penipuan 'Deepfake' Melonjak 1.550% di Indonesia, Anda Bisa Jadi Korban Berikutnya
Ilustrasi Kejahatan Siber (unsplash/jeremy hawford)

Suara.com - PT Indonesia Digital Identity (VIDA), penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang diakui oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), mencatat peningkatan kasus penipuan berbasis "deepfake" di Indonesia sebesar 1.550 persen antara tahun 2022 hingga 2023.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kejahatan siber semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan serangan yang semakin sulit dikenali.

“Penipuan digital kini jauh lebih canggih, terutama karena penyalahgunaan teknologi AI yang memungkinkan pelaku kejahatan membuat identitas digital palsu dengan akurasi tinggi,” ujar Co-founder dan Presiden VIDA, Sati Rasuanto, dikutip dari ANTARA pada Sabtu (2/11/2024).

Dengan penggunaan teknologi deepfake, para penipu dapat menciptakan gambar, video, atau suara palsu yang hampir menyerupai identitas asli, menimbulkan risiko besar bagi pengguna digital di Indonesia.

VIDA kini fokus memerangi empat bentuk utama kejahatan siber berbasis AI yang meningkat di Indonesia, yaitu social engineering (rekayasa sosial), account takeover (pengambilalihan akun), pencurian identitas, dan pemalsuan dokumen.

Melalui VIDA Identity Stack (VIS), mereka menawarkan solusi teknologi untuk mendeteksi dan mengantisipasi ancaman-ancaman tersebut. VIS diklaim dapat menjamin keamanan hingga 99,9 persen dalam transaksi digital melalui verifikasi identitas, autentikasi pengguna, serta deteksi penipuan yang komprehensif.

“Melindungi privasi dan data digital masyarakat Indonesia adalah prioritas kami, terutama dalam menghadapi meningkatnya metode penipuan berbasis AI,” tegas Sati.

VIDA juga menyediakan platform VIDA Sign, termasuk Sign OpenAPI, yang memungkinkan penandatanganan digital dengan keamanan tinggi—sebuah kebutuhan penting bagi perusahaan yang ingin memastikan bahwa dokumen mereka aman dari manipulasi dan pemalsuan.

Sati menekankan pentingnya kolaborasi antara konsumen, bisnis, dan penyedia layanan digital untuk menghadapi kejahatan siber berbasis AI. Dengan lonjakan besar kasus penipuan yang mengandalkan teknologi canggih, edukasi masyarakat tentang bahaya penipuan berbasis AI menjadi prioritas.

Baca Juga: Purnawirawan Polri Ditipu ASN: Uang Habis Rp215 Juta, Anak Gagal Masuk IPDN

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperkuat keamanan ekosistem digital di Indonesia dan menghadapi ancaman kejahatan siber yang terus berkembang,” ujar Sati.

Dengan VIS dan VIDA Sign, VIDA menawarkan solusi mutakhir untuk melindungi pengguna dari ancaman siber yang semakin beragam, dan memastikan bahwa sistem keuangan serta data pengguna tetap aman di tengah maraknya penipuan berbasis kecerdasan buatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI