- Blue Moon akan menghiasi langit pada 31 Mei 2026.
- Meski namanya Blue Moon, bulan purnama ini tidak akan berwarna biru.
- Fenomena langka ini terjadi karena ada dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender.
Suara.com - Langit malam pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang akan menyuguhkan salah satu fenomena astronomi yang cukup jarang terjadi, yaitu Blue Moon.
Meski namanya mengandung kata "blue" atau biru, bulan purnama ini tidak akan berubah warna menjadi biru seperti yang banyak dibayangkan.
Fenomena langit inimenarik perhatian karena kemunculannya yang tidak terjadi setiap bulan, hanya muncul dalam kondisi tertentu sehingga sering dikaitkan dengan sesuatu yang langka.
Blue Moon pun menjadi momen menarik untuk diamati. Pasalnya, fenomena ini bisa disaksikan tanpa teleskop atau peralatan khusus selama kondisi cuaca mendukung.
Lantas, apa sebenarnya Blue Moon dan kapan waktu terbaik untuk melihatnya?
![Posisi Blue Moon 22 Agustus 2021. [NASA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/08/22/38281-posisi-blue-moon.jpg)
Apa Itu Blue Moon?
Menyadur dari NASA, Blue Moon bukanlah bulan purnama yang berwarna biru. Secara visual, Blue Moon tampak sama seperti bulan purnama biasa yang muncul setiap bulan.
Istilah Blue Moon digunakan untuk menyebut bulan purnama "tambahan" yang muncul dalam kondisi tertentu. Saat ini terdapat dua definisi yang dikenal luas dalam dunia astronomi.
Menurut laman astronomi Time and Date, definisi pertama adalah seasonal Blue Moon, yaitu bulan purnama ketiga dalam satu musim astronomi yang memiliki empat kali bulan purnama.
Sementara definisi kedua yang lebih populer adalah monthly Blue Moon, yakni bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender yang sama.
Blue Moon Akan Terjadi pada 31 Mei 2026
Menyadur dari Time and Date, fenomena Blue Moon berikutnya akan terjadi pada 31 Mei 2026 dan termasuk kategori monthly Blue Moon.
Peristiwa ini terjadi karena bulan purnama pertama sudah muncul pada awal Mei 2026.
Dengan jarak rata-rata sekitar 29,5 hari antarbulan purnama, maka satu bulan kalender tersebut kembali memiliki purnama kedua di penghujung bulan.
Time and Date mencatat puncak fase purnama Blue Moon terjadi pada 31 Mei 2026 pukul 08.45 UTC.
Lantaran perbedaan zona waktu, tanggal pengamatan dapat sedikit berbeda di beberapa wilayah dunia.
Di Indonesia, bulan purnama diperkirakan mulai terlihat setelah matahari terbenam sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 waktu setempat dan akan tampak terang sepanjang malam jika cuaca cerah.