Privasi Vs Kepercayaan: Bisa Bikin Toxic, Ini Batasan Sehat dalam Hubungan di Era Digital

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 28 November 2024 | 08:30 WIB
Privasi Vs Kepercayaan: Bisa Bikin Toxic, Ini Batasan Sehat dalam Hubungan di Era Digital
Ilustrasi penggunaan ponsel. (Shutterstock)

Suara.com - Penggunaan ponsel dalam hubungan sering kali menjadi perdebatan, terutama dalam hal batasan privasi dan kepercayaan.

Meski terlihat sepele, para pakar hubungan memperingatkan bahwa kebiasaan tertentu dalam penggunaan ponsel bisa menjadi tanda bahaya serius, terutama jika mengarah pada pola kontrol koersif berbasis teknologi.

Menyadur dari Unilad, Sebuah penelitian baru-baru ini yang melibatkan 2.046 orang dewasa di Australia, diterbitkan oleh eSafety, menyoroti pandangan masyarakat tentang perilaku yang dianggap wajar atau mengkhawatirkan dalam hubungan.

Studi ini mengajukan pertanyaan tentang berbagai kebiasaan teknologi, seperti berbagi kode sandi perangkat pribadi, melacak pasangan melalui aplikasi, atau harapan agar pasangan selalu tersedia untuk dihubungi.

Hasilnya menunjukkan bahwa:

  • 23,3% responden setuju bahwa mengetahui kode sandi pasangan adalah hal yang wajar.
  • 13,6% menganggap pelacakan pasangan melalui aplikasi seperti Find My Friends atau Life360 dapat diterima.
  • 19,1% merasa bahwa pasangan yang selalu tersedia untuk teks, panggilan, atau obrolan video adalah tanda perhatian yang normal.

Namun, temuan ini juga menyoroti adanya normalisasi perilaku yang berpotensi melanggar privasi dalam hubungan intim.

Ketika Kebiasaan Menjadi Tanda Bahaya

Komisioner Keamanan Elektronik, Julie Inman Grant, menyoroti bahaya di balik normalisasi ekspektasi berbasis teknologi dalam hubungan.

Menurutnya, meskipun ada alasan praktis untuk berbagi kode sandi atau melacak lokasi pasangan, kebiasaan ini dapat dengan mudah berubah menjadi bentuk kontrol koersif.

baca juga

"Teknologi memungkinkan kita untuk melacak, memeriksa, dan mengawasi setiap tindakan pasangan kita. Jika tidak diawasi, hal ini dapat mengikis privasi, batasan, dan hak asasi seseorang dalam hubungan intim," ujar Grant.

Grant juga menjelaskan bahwa kontrol koersif berbasis teknologi sering kali sulit dikenali. Pelaku biasanya menggambarkan perilaku mereka sebagai bentuk perhatian atau cinta yang mendalam, tetapi sebenarnya merupakan pola kekerasan terselubung.

"Ini seperti serigala berbulu domba—kekerasan yang berkedok cinta," tambahnya.

Apa yang Harus Diwaspadai?

Tanda-tanda kontrol koersif berbasis teknologi dalam hubungan meliputi:

  • Pengawasan terus-menerus: Melacak lokasi pasangan secara berlebihan tanpa alasan jelas.
  • Ekspektasi komunikasi tanpa henti: Menuntut pasangan selalu menjawab teks atau panggilan segera.
  • Pembatasan privasi: Memaksa pasangan berbagi kode sandi atau akses ke perangkat pribadi mereka.

Pentingnya Batasan dan Privasi

Dalam hubungan yang sehat, teknologi seharusnya menjadi alat untuk mendukung, bukan mengontrol. Grant mengingatkan bahwa menjaga privasi dan batasan pribadi tetap penting, meskipun pasangan sepakat berbagi informasi tertentu.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami perilaku seperti di atas, penting untuk segera mencari bantuan. Teknologi harus digunakan untuk memperkuat hubungan, bukan sebagai alat untuk mengendalikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HP Murah Nokia Lolos Sertifikasi di Indonesia, Spek Minimalis

HP Murah Nokia Lolos Sertifikasi di Indonesia, Spek Minimalis

Tekno | Rabu, 27 November 2024 | 17:00 WIB

Pilkada 2024: Bolehkah Bawa HP ke TPS?

Pilkada 2024: Bolehkah Bawa HP ke TPS?

News | Selasa, 26 November 2024 | 10:33 WIB

Jangan Sepelekan! Kebiasaan Cas HP Semalaman Bisa Berakibat Fatal, Ini Penjelasan Apple

Jangan Sepelekan! Kebiasaan Cas HP Semalaman Bisa Berakibat Fatal, Ini Penjelasan Apple

Tekno | Selasa, 26 November 2024 | 08:27 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×