Jokowi Masuk Daftar Tokoh Paling Korup di Dunia, OCCRP Singgung Gibran

Budi Arista Romadhoni, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 03 Januari 2025 | 08:26 WIB
Jokowi Masuk Daftar Tokoh Paling Korup di Dunia, OCCRP Singgung Gibran
Kolase Foto Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka (Instagram)

Suara.com - Nama Presiden RI ke-7 Joko Widodo menjadi finalis dalam daftar tokoh paling korup di dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Lembaga tersebut sebelumnya mengumumkan Bashar al-Assad sebagai "Person of the Year" 2024, sebuah penghargaan yang menyoroti individu yang telah melakukan kejahatan dan korupsi secara global sehingga merusak demokrasi dan hak asasi manusia.

Program yang telah dilakukan selama 13 tahun ini diputuskan oleh panel juri ahli dari masyarakat sipil, akademisi, dan jurnalis yang memiliki pengalaman luas dalam menyelidiki korupsi dan kejahatan.

Masuknya nama Jokowi ke dalam daftar tokoh paling korup di dunia membuat masyarakat Indonesia heboh. Topik tersebut menjadi salah satu pembahasan di media sosial. Tetapi, rupanya organisasi tersebut juga menyinggung nama Gibran Rakabuming dalam rilis terbarunya.

Terbaru, OCCRP menyebut melalui laman resminya bahwa pihaknya tidak memiliki bukti Jokowi terlibat dalam korupsi untuk keuntungan finansial pribadi selama masa jabatannya sebagai presiden.

Namun, kelompok masyarakat sipil dan para ahli mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi secara signifikan melemahkan komisi antikorupsi Indonesia (KPK).

Situs OCCRP. [OCCRP]
Situs OCCRP. [OCCRP]

Tak hanya itu, OCCRP juga menyinggung perihal putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden RI. OCCRP menyebut jika peran Jokowi merusak KPU demi ambisi politiknya.

"Jokowi juga dikiritik secara luas karena merusak lembaga pemilihan umum dan peradilan Indonesia untuk menguntungkan ambisi politik putranya, yang sekarang menjadi Wakil Presiden di bawah Presiden baru Prabowo Subianto," tulis OCCRP.

Selain itu, penerbit OCCRP Drew Sullivan juga menambahkan bahwa terdapat prespsi yang kuat di antara masyarakat Indonesia tentang korupsi.

OCCRP juga memperingatkan bahwa penghargaan ini terkadang disalahgunakan oleh individu yang ingin memajukan agenda politik. Namun, tujuan dari penghargaan tersebut sebenarnya hanyalah untuk memberikan pengakuan terhadap kejahatan dan korupsi.

baca juga

"Kami akan terus menyempurnakan proses nominasi dan seleksi, memastikan transparansi dan inklusivitas. Selain itu, pelaporan kami akan tetap difokuskan pada dampak dari para nominasi dan orang lain yang mengabadikan kejahatan dan korupsi, menyoroti peran mereka dalam merusak demokrasi dan masyarakat di seluruh dunia," tambah OCCRP.

Lembaga tersebut tampaknya juga menyoroti diskusi yang terjadi di media sosial mengenai Jokowi. OCCRP mengatakan bahwa penghargaan tahun ini memicu keterlibatan global yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga mencerminan meningkatnya minat publik terhadap korupsi dan konsekuensinya yang luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Connie Bakrie Unggah Meme Sindir Jokowi: Rebut Kemenangan dari Mulyono!

Connie Bakrie Unggah Meme Sindir Jokowi: Rebut Kemenangan dari Mulyono!

Tekno | Kamis, 02 Januari 2025 | 20:37 WIB

Tak Kasih Pidato 'Para-para' dan Cuma Selfie Saat Ketemu Petani, Gibran Kena Nyinyir Lagi: Waktu Debat Lancar

Tak Kasih Pidato 'Para-para' dan Cuma Selfie Saat Ketemu Petani, Gibran Kena Nyinyir Lagi: Waktu Debat Lancar

Tekno | Kamis, 02 Januari 2025 | 20:33 WIB

7 Fakta OCCRP: LSM yang Berani Nobatkan Jokowi Jadi Finalis Tokoh Terkorup 2024

7 Fakta OCCRP: LSM yang Berani Nobatkan Jokowi Jadi Finalis Tokoh Terkorup 2024

Lifestyle | Kamis, 02 Januari 2025 | 19:21 WIB

Terkini

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA

IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI

Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:42 WIB

×