Proteksi Obrolan! Cara Aktifkan Fitur WhatsApp agar Tak Bisa Screenshot Chat, Auto Muncul Notif!

Cesar Uji Tawakal, Amelia Prisilia

Senin, 28 April 2025 | 16:22 WIB
Proteksi Obrolan! Cara Aktifkan Fitur WhatsApp agar Tak Bisa Screenshot Chat, Auto Muncul Notif!
Ilustrasi WhatsApp. [Pixabay]

Suara.com - WhatsApp sekarang memperketat aturan soal penyebaran pesan. Pengguna kini dapat mengaktifkan cara aktifkan fitur tak bisa screenshot chat WhatsApp.

Kebijakan ini dibuat agar obrolan di aplikasi berbagi pesan ini tetap aman dan tidak gampang disalahgunakan oleh pihak lainnya.

Saat ini, chat WhatsApp tidak bisa lagi disebarkan secara sembarangan ke banyak pengguna atau grup sekaligus.

Dengan kebijakan ini, WhatsApp bertujuan membatasi potensi penyebaran spam, hoaks, serta informasi menyesatkan yang dapat berdampak negatif di tengah masyarakat.

Kebijakan baru ini mungkin terasa membatasi bagi sebagian pengguna, namun pada dasarnya, langkah ini diambil untuk meningkatkan tanggung jawab dalam berbagi informasi di platform WhatsApp.

Berlaku untuk grup, WhatsApp mengumumkan bahwa pesan yang sudah diteruskan hanya dapat dikirimkan ke satu grup dalam satu waktu. Artinya, pengguna tidak lagi dapat membagikan satu pesan ke banyak grup secara bersamaan.

Kebijakan ini merupakan upaya tambahan untuk membatasi penyebaran pesan berantai yang seringkali mengandung spam atau informasi yang belum terverifikasi.

Sebelumnya, WhatsApp sudah menandai pesan yang sering diteruskan. Kini, pembatasan ini diperketat lebih jauh.

Fitur baru tersebut mulai diuji pada pengguna Android versi beta, dan akan diperluas ke lebih banyak pengguna dalam waktu dekat.

baca juga

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya WhatsApp dalam menjaga kualitas dan keaslian komunikasi antar penggunanya. 

Penyebaran informasi palsu dalam waktu singkat telah menjadi tantangan besar di era digital, sehingga pembatasan fitur "forward" diharapkan dapat menekan laju penyebaran berita bohong dan konten menyesatkan.

Selain itu, pembaruan ini juga menjadi bentuk komitmen WhatsApp untuk mempertahankan reputasinya sebagai platform komunikasi yang aman, terpercaya, dan bertanggung jawab.

Kini, setiap pesan harus diteruskan satu per satu ke grup yang berbeda. Meskipun lebih memerlukan waktu, langkah ini diyakini dapat membantu memastikan bahwa setiap pesan yang dibagikan lebih terkontrol dan akurat.

Bagi pengguna WhatsApp Business, kebijakan ini juga perlu diperhatikan dengan cermat. Disarankan untuk mulai membangun komunikasi yang lebih personal dan relevan dengan setiap pelanggan atau komunitas.

Cara Aktifkan Fitur Tak Bisa Screenshot Chat WhatsApp

Meski belum tersedia secara resmi di aplikasi berbagi chat tersebut, kamu bisa mengikuti cara aktifkan fitur tak bisa screenshot chat WhatsApp ini:

  1. Buka aplikasi WhatsApp di HP masing-masing
  2. Pastikan aplikasi adalah versi terbaru
  3. Pilih chat atau grup yang ingin mengaktikan fitur tersebut
  4. Ketuk area nama chat atau grup
  5. Masuk ke menu 'Privasi Chat Tingkat Lanjut'
  6. Aktifkan fitur yang ada

Meskipun terasa lebih ketat, pembaruan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih sehat dan aman di WhatsApp.

Dengan membatasi penyebaran pesan, platform ini berharap dapat meningkatkan kehati-hatian pengguna dalam berbagi informasi.

Ketika sudah menerima update resmi, kamu bisa mencoba tiap langkah cara aktifkan fitur tak bisa screenshot di chat WhatsApp ini.

WhatsApp dan Penyebaran Informasi yang Tidak Terkontrol

Ilustrasi WhatsApp. [Pexel]
Ilustrasi WhatsApp. [Pexel]

Salah satu alasan utama mengapa hoaks mudah beredar di WhatsApp adalah sifat platform ini yang bersifat pribadi dan terenkripsi. 

Pesan-pesan yang dikirim antar pengguna bersifat tertutup dan tidak dapat dimonitor oleh pihak ketiga, termasuk oleh WhatsApp sendiri. 

Meskipun fitur enkripsi ini bertujuan untuk melindungi privasi pengguna, di sisi lain, hal ini juga menjadi tantangan dalam mengendalikan penyebaran informasi palsu.

Grup WhatsApp, yang seringkali beranggotakan puluhan hingga ratusan orang, menjadi salah satu saluran utama penyebaran hoaks. 

Menyadari ancaman ini, WhatsApp telah mengambil berbagai langkah untuk membatasi penyebaran informasi palsu.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membatasi jumlah penerusan pesan. Saat ini, pesan yang sering diteruskan hanya dapat dikirim ke satu grup dalam satu waktu. 

Selain itu, WhatsApp juga menambahkan label "Forwarded" dan "Frequently Forwarded" pada pesan yang telah diteruskan berkali-kali, sehingga pengguna dapat lebih berhati-hati sebelum membagikan ulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda WhatsApp Web dan WhatsApp Desktop, Pilih yang Paling Sesuai Kebutuhan

Beda WhatsApp Web dan WhatsApp Desktop, Pilih yang Paling Sesuai Kebutuhan

Tekno | Sabtu, 12 April 2025 | 19:05 WIB

Fitur Baru WhatsApp: Dari Rapat Spontan Sampai Bikin Acara, Semua Jadi Lebih Mudah!

Fitur Baru WhatsApp: Dari Rapat Spontan Sampai Bikin Acara, Semua Jadi Lebih Mudah!

Tekno | Jum'at, 11 April 2025 | 11:14 WIB

Meta Akhirnya Siapkan Rilis Aplikasi Instagram ke iPad Apple

Meta Akhirnya Siapkan Rilis Aplikasi Instagram ke iPad Apple

Tekno | Rabu, 09 April 2025 | 21:59 WIB

Bukan TikTok-Instagram! Ini Media Sosial Paling Disukai Orang Indonesia Tahun 2025

Bukan TikTok-Instagram! Ini Media Sosial Paling Disukai Orang Indonesia Tahun 2025

Tekno | Selasa, 08 April 2025 | 20:33 WIB

WhatsApp Menambahkan Fitur Bisukan Mikrofon dan Kontrol Kamera untuk Panggilan Masuk

WhatsApp Menambahkan Fitur Bisukan Mikrofon dan Kontrol Kamera untuk Panggilan Masuk

Tekno | Selasa, 08 April 2025 | 15:32 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×