Ledakan GenAI : Adopsi Meroket 890 Persen di 2024, Siapkah Indonesia dengan Risikonya?

Dythia Novianty

Sabtu, 12 Juli 2025 | 14:47 WIB
Ledakan GenAI : Adopsi Meroket 890 Persen di 2024, Siapkah Indonesia dengan Risikonya?
Ilustrasi AI atau Artificial Intelligence. [Freepik]

Tom Scully, Director and Principal Architect for Government and Critical Industries, Asia Pacific & Japan, at Palo Alto Networks, mengatakan bahwa adopsi AI menawarkan peluang transformatif di seluruh sektor komersial dan pemerintah di kawasan ini.

Ilustrasi hacker (Pexels.com/Sora Shimazaki)
Ilustrasi hacker (Pexels.com/Sora Shimazaki)

"Namun, seperti yang disoroti dalam laporan ini, kami juga melihat adanya attack surface yang berkembang, terutama dengan penggunaan aplikasi GenAI yang berisiko tinggi di sektor infrastruktur penting," bebernya dalam keterangan resminya, Jumat (11/7/2025).

Menurut dia, organisasi harus menyeimbangkan inovasi dengan tata kelola yang kuat, mengadopsi arsitektur keamanan yang memperhitungkan risiko-risiko unik dari AI.

Mulai dari shadow AI, ditambahkannya, kebocoran data, hingga ancaman lebih kompleks yang ditimbulkan oleh model AI agentik.

"Pengawasan proaktif dan kontrol keamanan yang adaptif sangat penting untuk memastikan bahwa manfaat AI dapat direalisasikan sepenuhnya tanpa mengorbankan keamanan nasional, kepercayaan publik, atau integritas operasional," ujar Tom Scully.

Laporan State of GenAI 2025, berdasarkan analisis traffic dari 7.051 pelanggan perusahaan global, memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana perusahaan mengadopsi GenAI dan di mana mereka paling rentan.

Dari laporan itu terungkap bahwa referensi pengguna yang tinggi untuk platform produktivitas terlihat jelas dalam lanskap GenAI di Indonesia.

Aplikasi Grammarly memimpin sebagai tiga aplikasi teratas yang paling banyak digunakan (52,05 persen), diikuti oleh Microsoft 365 Copilot (16,84 persen) dan Microsoft Power Apps (14,49 persen).

Traffic GenAI meningkat lebih dari 890 persen pada tahun 2024. Setelah peluncuran DeepSeek-R1 pada Januari 2025, traffic yang terkait dengan DeepSeek saja melonjak 1.800 persen dalam kurun waktu dua bulan.

baca juga

Namun, insiden data loss prevention (DLP) yang terkait dengan GenAI meningkat lebih dari dua kali lipat, sekarang mencapai 14 persen dari semua insiden keamanan data.

Selain itu, penggunaan GenAI yang tidak sah dan tidak disetujui, yang disebut “Shadow AI”, telah menciptakan sejumlah blind spot bagi tim IT dan keamanan, sehingga menyulitkan untuk mengontrol aliran data yang sensitif.

Terungkap pula banyak model AI berisiko tinggi yang tetap rentan terhadap serangan jailbreak yang menghasilkan konten yang tidak aman, termasuk materi ofensif dan instruksi untuk aktivitas ilegal.

Diketahui bahwa sektor teknologi dan manufaktur menyumbang 39 persen dari transaksi coding AI, sehingga menciptakan risiko tambahan bagi industri yang bergantung pada kekayaan intelektual.

Adi Rusli, Country Manager, Indonesia, Palo Alto Networks, mengungkapkan, tanpa adanya perlindungan dan kontrol keamanan yang memadai, aplikasi GenAI dapat menjadi vektor bagi serangan siber.

"Kekayaan intelektual dan data pribadi berisiko terekspos, disimpan, atau disalahgunakan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap privasi, kehilangan data sensitif, dan ketidakpatuhan regulasi," katanya.

Untuk mengatasinya, dia menambahkan, perusahaan perlu mengambil langkah proaktif guna memitigasi risiko.

"Kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan akan membuka peluang bagi organisasi di Indonesia untuk menanamkan kepercayaan, transparansi, dan akuntabilitas untuk strategi AI mereka," ujarnya.

Adi Rusli mengungkapkan bahwa pendekatan ini akan membuka jalan bagi adopsi AI yang lebih aman dan tangguh di seluruh lanskap perusahaan.

Sumber data untuk laporan ini diperoleh dari analisis Palo Alto Networks terhadap traffic GenAI di seluruh basis pelanggan global yang terdiri dari 7.051 organisasi sepanjang tahun 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Ungkap Gen AI Bukan Sekadar Alat, Tapi Kunci Hubungan Pelanggan Abadi

Pakar Ungkap Gen AI Bukan Sekadar Alat, Tapi Kunci Hubungan Pelanggan Abadi

Tekno | Kamis, 03 Juli 2025 | 19:00 WIB

Google Veo 3 Resmi Diluncurkan ke Indonesia, Ini Cara dan Harga Langganannya

Google Veo 3 Resmi Diluncurkan ke Indonesia, Ini Cara dan Harga Langganannya

Tekno | Jum'at, 04 Juli 2025 | 21:04 WIB

Honor 400 Meluncur ke Indonesia, HP Rp 7 Jutaan Punya Fitur AI Canggih

Honor 400 Meluncur ke Indonesia, HP Rp 7 Jutaan Punya Fitur AI Canggih

Tekno | Kamis, 03 Juli 2025 | 19:25 WIB

5 Fitur AI di HyperOS 2.2 yang Wajib Dicoba Penggemar Xiaomi

5 Fitur AI di HyperOS 2.2 yang Wajib Dicoba Penggemar Xiaomi

Tekno | Kamis, 03 Juli 2025 | 19:02 WIB

Daftar Lengkap Fitur AI Xiaomi HyperOS 2.2 yang Tidak Boleh Terlewatkan

Daftar Lengkap Fitur AI Xiaomi HyperOS 2.2 yang Tidak Boleh Terlewatkan

Tekno | Kamis, 03 Juli 2025 | 12:46 WIB

SEO di 2025: Bagaimana Bisa Muncul di Pencarian AI Seperti Gemini, ChatGPT, Perplexity, dan Meta AI

SEO di 2025: Bagaimana Bisa Muncul di Pencarian AI Seperti Gemini, ChatGPT, Perplexity, dan Meta AI

Tekno | Rabu, 02 Juli 2025 | 22:14 WIB

Terkini

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:18 WIB

×