Lagi-lagi Jepang! Pecahkan Rekor Internet Secepat Kilat, 3,5 Juta Kali Lipat dari AS

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 24 Juli 2025 | 16:06 WIB
Lagi-lagi Jepang! Pecahkan Rekor Internet Secepat Kilat, 3,5 Juta Kali Lipat dari AS
Ilustrasi jepang menciptakan kecepatan internet secepat kilat. (freestock.com)

Suara.com - Jepang sekali lagi menegaskan posisinya sebagai pemimpin inovasi teknologi global dengan memecahkan rekor kecepatan internet dunia.

Tim peneliti dari National Institute of Information and Communications Technology (NICT) berhasil mencapai kecepatan transmisi data yang mencengangkan, yakni 1,02 petabit per detik (Pbps).

Dikutip dari UNILAD, angka ini setara dengan 1.020.000 gigabit per detik (Gbps), sebuah lompatan kuantum dalam teknologi komunikasi.

Kecepatan fenomenal ini, yang diuji coba pada jarak transmisi lebih dari 1.800 kilometer, secara kasar setara dengan jarak antara Chicago dan Dallas di Amerika Serikat.

Untuk memberikan gambaran yang lebih mudah dipahami, kecepatan 1,02 Pbps memungkinkan seseorang untuk mengunduh seluruh koleksi film dan serial di platform Netflix hanya dalam kedipan mata, atau sekitar satu detik.

Jika dibandingkan, kecepatan ini 3,5 hingga 4 juta kali lebih kencang daripada rata-rata kecepatan internet broadband di Amerika Serikat, yang berada di kisaran 242-288 Mbps.

Pencapaian luar biasa ini bukan sekadar adu cepat, melainkan sebuah demonstrasi kemajuan signifikan dalam teknologi serat optik. Para peneliti di NICT, bekerja sama dengan Sumitomo Electric dan mitra dari Eropa, mengembangkan kabel serat optik khusus dengan 19 inti (19-core optical fiber).

Hebatnya, kabel inovatif ini memiliki diameter yang sama dengan kabel serat optik standar yang digunakan saat ini, yaitu sekitar 0,125 mm.

Kesesuaian ukuran ini menjadi kunci penting. Artinya, infrastruktur kabel yang sudah ada di seluruh dunia, termasuk kabel bawah laut yang menjadi tulang punggung internet global, berpotensi dapat ditingkatkan tanpa perlu penggantian total.

baca juga

Hal ini membuka jalan untuk adopsi teknologi super cepat ini secara lebih luas dan efisien di masa depan.

"The research of ultra-high-capacity transmission using coupled 19-core optical fibers and advanced optical amplification has greatly advanced the development of technology for the realization of high-capacity, long-distance optical communication infrastructure in the future," demikian pernyataan dari NICT.

Teknologi di Balik Rekor

Eksperimen yang memecahkan rekor ini melibatkan sistem transmisi canggih yang dibangun oleh NICT.

Data dialirkan melalui kabel 19 inti dalam sebuah sirkuit berulang sepanjang 86,1 km.[9] Sinyal tersebut melewati putaran ini sebanyak 21 kali, sehingga total jarak yang ditempuh mencapai 1.808 kilometer.

Salah satu tantangan terbesar dalam transmisi jarak jauh adalah pelemahan sinyal dan kehilangan data.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Novel Tentang Perjuangan Perempuan Jepang, Ternyata Relate dengan Kita!

3 Novel Tentang Perjuangan Perempuan Jepang, Ternyata Relate dengan Kita!

Your Say | Kamis, 24 Juli 2025 | 09:34 WIB

Up All Night oleh xikers: Kegundahan Para Jiwa Muda Hadapi Lika-Liku Hidup

Up All Night oleh xikers: Kegundahan Para Jiwa Muda Hadapi Lika-Liku Hidup

Your Say | Rabu, 23 Juli 2025 | 19:59 WIB

Ulasan Novel The Labyrinth House Murders: Kejutan di Balik Rumah Labirin

Ulasan Novel The Labyrinth House Murders: Kejutan di Balik Rumah Labirin

Your Say | Rabu, 23 Juli 2025 | 16:32 WIB

Terkini

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:14 WIB

×