Kiamat Alam Semesta: Teori 'Big Crunch' Gambarkan Akhir Zaman yang Mengerikan

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 24 Juli 2025 | 17:17 WIB
Kiamat Alam Semesta: Teori 'Big Crunch' Gambarkan Akhir Zaman yang Mengerikan
Ilustrasi gambaran akhir zaman atau kiamat dengan teori "Big Crunch" atau "Remukan Besar". [Suara.com/ChatGPT]

Suara.com - Perbincangan tentang akhir zaman atau kiamat selalu menjadi topik yang memantik rasa penasaran. Namun, jauh dari skenario yang biasa kita bayangkan, para ilmuwan kosmologi memiliki beberapa teori mengerikan tentang bagaimana alam semesta akan berakhir.

Salah satu yang paling dramatis adalah teori "Big Crunch" atau "Remukan Besar".

Bayangkan ini: seluruh alam semesta, yang saat ini terus mengembang sejak peristiwa Big Bang 13,8 miliar tahun lalu, suatu saat akan berhenti.

Kemudian, seperti bola yang dilempar ke atas dan mencapai titik tertingginya, gaya gravitasi akan mengambil alih dan menarik segalanya kembali. Proses pengembangan kosmik akan berbalik menjadi penyusutan dahsyat.

Skenario Akhir yang Panas dan Padat

Ilustrasi bintang dan planet-planet di luar angkasa (Shutterstock).
Ilustrasi bintang dan planet-planet di luar angkasa (Shutterstock).

Dalam skenario Big Crunch, galaksi-galaksi yang kini saling menjauh dengan kecepatan tinggi akan berbalik arah dan melesat mendekat satu sama lain.

Jarak antar bintang dan planet akan menyusut, memicu tabrakan kosmik dalam skala yang tak terbayangkan. Langit malam yang kita kenal akan berubah menjadi pemandangan yang kacau dan menyilaukan.

Seiring penyusutan alam semesta, suhu akan meningkat secara drastis. Panas ekstrem ini akan cukup untuk membuat bintang-bintang meledak bahkan sebelum mereka bertabrakan.

Pada akhirnya, semua materi, mulai dari galaksi raksasa hingga atom terkecil, akan hancur lebur dan terkompresi kembali menjadi satu titik tunggal super panas dan super padat, sebuah kondisi yang disebut singularitas—kebalikan dari Big Bang.

baca juga

"Pada saat-saat akhir, alam semesta akan menjadi satu bola api besar dengan suhu tak terhingga, dan pada penghujung mutlak, baik waktu, maupun ruang tidak akan ada lagi," begitu penjelasan skenario ini dikutip dari UNILAD.

Ancaman Energi Gelap dan Teori Pesaing

Tanda-Tanda Kiamat (unsplash)
Tanda-Tanda Kiamat (unsplash)

Meskipun terdengar seperti plot film fiksi ilmiah, teori Big Crunch adalah salah satu kemungkinan nasib alam semesta yang didasarkan pada perhitungan fisika.

Teori ini berawal dari persamaan yang dibuat fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, pada 1922, yang menunjukkan bahwa takdir alam semesta bergantung pada kepadatannya. Jika kepadatan materi cukup besar, gravitasi akan menang dan memicu keruntuhan.

Namun, penemuan "energi gelap" (dark energy) pada akhir 1990-an membuat skenario ini menjadi kurang populer. Energi misterius ini merupakan 70% dari isi alam semesta dan bertindak sebagai kekuatan antigravitasi, yang justru mempercepat laju pengembangan alam semesta.

Pengamatan menunjukkan bahwa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh dengan lebih cepat, bukan melambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Heinz von Foerster? Ilmuan AS yang Prediksi Kiamat 13 November 2026

Siapa Heinz von Foerster? Ilmuan AS yang Prediksi Kiamat 13 November 2026

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 21:49 WIB

Viral Timeline Kiamat usai Amerika Serang Iran, 'Imam Mahdi' jadi Trending

Viral Timeline Kiamat usai Amerika Serang Iran, 'Imam Mahdi' jadi Trending

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 21:38 WIB

Sinetron 'Kiamat Sudah Dekat' Viral, Andre Taulany Prediksi Perang Dunia ke-3 Bakal Terjadi

Sinetron 'Kiamat Sudah Dekat' Viral, Andre Taulany Prediksi Perang Dunia ke-3 Bakal Terjadi

Entertainment | Jum'at, 20 Juni 2025 | 20:44 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×