AI vs. Dark AI: Perang Siber Dimulai, Kaspersky Ungkap Fakta Mengerikan

Dythia Novianty

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:06 WIB
AI vs. Dark AI: Perang Siber Dimulai, Kaspersky Ungkap Fakta Mengerikan
Ilustrasi Dark AI. [Matryx/Pixabay]

Suara.com - Serangan siber kian canggih dan tersembunyi secara rapih berkat kecerdasan buatan (AI) gelap (Dark AI).

Hal ini diungkap Kaspersky yang memaparkan bagaimana penyerang menggunakan teknologi AI untuk melancarkan ancaman digital di seluruh dunia.

Mulai dari serangan phishing sederhana hingga spionase siber yang didukung negara.

“Sejak ChatGPT mendapatkan popularitas global pada tahun 2023, kami telah mengamati beberapa adopsi AI yang bermanfaat, mulai dari tugas-tugas sederhana seperti pembuatan video hingga deteksi dan analisis ancaman teknis," kata Sergey Lozhkin, Kepala Tim Riset & Analisis Global (GReAT) untuk META dan APAC di Kaspersky.

Di saat yang sama, dia menambahkan, pelaku kejahatan siber menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan serangan mereka.

"Kita memasuki era keamanan siber dan masyarakat di mana AI adalah perisai dan Dark AI adalah pedangnya,” ucapnya dalam keterangan resminya, Sabtu (9/8/2025).

Dark AI mengacu pada penerapan model bahasa besar (LLM) lokal atau jarak jauh yang tidak dibatasi dalam kerangka kerja penuh atau sistem chatbot yang digunakan untuk tujuan berbahaya, tidak etis, atau tidak sah.

Sistem ini beroperasi di luar kendali keamanan, kepatuhan, atau tata kelola standar, yang seringkali memungkinkan kemampuan seperti penipuan, manipulasi, serangan siber, atau penyalahgunaan data tanpa pengawasan.

Lozhkin menjelaskan bahwa penggunaan AI berbahaya yang paling umum dan terkenal saat ini adalah dalam bentuk Black Hat GPT, yang muncul sejak pertengahan tahun 2023.

baca juga

Ini adalah model AI yang sengaja dibuat, dimodifikasi, atau digunakan untuk melakukan aktivitas yang tidak etis, ilegal, atau berbahaya.

Seperti menghasilkan kode berbahaya, merancang email phishing yang lancar dan persuasif untuk serangan massal maupun tertarget, membuat deepfake suara dan video, dan bahkan mendukung operasi Red Team.

Black Hat GPT dapat berupa model AI privat atau semi-privat.

Contoh yang diketahui antara lain WormGPT, DarkBard, FraudGPT, dan Xanthorox, yang dirancang atau diadaptasi untuk mendukung kejahatan siber, penipuan, dan otomatisasi berbahaya.

Selain penggunaan Dark AI yang umum, Lozhkin mengungkapkan bahwa para ahli Kaspersky kini mengamati tren yang lebih gelap dimana aktor negara-bangsa memanfaatkan LLM dalam kampanye mereka.

OpenAI baru-baru ini mengungkapkan telah menggagalkan lebih dari 20 operasi siber terselubung yang mencoba menyalahgunakan perangkat AI-nya.

"Kita dapat memperkirakan para pelaku ancaman akan menciptakan cara yang lebih cerdas untuk mempersenjatai AI generatif yang beroperasi di ekosistem ancaman publik dan privat. Kita harus bersiap menghadapinya,” jelasnya.

Ilustrasi serangan siber, Jumat (2/5/2025). [Pexels]
Ilustrasi serangan siber. [Pexels]

Laporan OpenAI mengungkapkan bahwa para pelaku kejahatan siber telah menggunakan LLM untuk menciptakan persona palsu yang meyakinkan, merespons target secara real-time, dan menghasilkan konten multibahasa yang dirancang untuk menipu korban dan menerobos filter keamanan tradisional.

“AI tidak secara inheren dapat membedakan yang benar dan yang salah, melainkan alat yang mengikuti perintah,"ucapnya.

Bahkan, menurut dia, ketika perlindungan telah diterapkan, kita tahu APT adalah penyerang yang gigih.

"Seiring dengan semakin mudah diakses dan mumpuninya perangkat dark AI, penting bagi organisasi dan individu di Asia Pasifik untuk memperkuat higiene keamanan siber, berinvestasi dalam deteksi ancaman yang didukung oleh AI itu sendiri, dan terus mempelajari bagaimana teknologi ini
dapat dieksploitasi,” pungkas Lozhkin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Rekomendasi Tablet AI Terbaik Mulai Rp1 Jutaan: Pas untuk Kerja, Produktivitas Makin Maksimal!

5 Rekomendasi Tablet AI Terbaik Mulai Rp1 Jutaan: Pas untuk Kerja, Produktivitas Makin Maksimal!

Tekno | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 11:01 WIB

Alibaba AI Quark, Kacamata Pintar dari China Pesaing Ray Ban Meta

Alibaba AI Quark, Kacamata Pintar dari China Pesaing Ray Ban Meta

Tekno | Kamis, 31 Juli 2025 | 12:36 WIB

Samsung Indonesia Pastikan Fitur Galaxy AI Masih Gratis

Samsung Indonesia Pastikan Fitur Galaxy AI Masih Gratis

Tekno | Rabu, 30 Juli 2025 | 22:11 WIB

Serangan Siber Makin Pintar! AI Jadi Senjata Melawannya

Serangan Siber Makin Pintar! AI Jadi Senjata Melawannya

Tekno | Rabu, 30 Juli 2025 | 08:42 WIB

Perpres AI Terbit September 2025, Atur Penggunaan Teknologi Kecerdasan Buatan di Indonesia

Perpres AI Terbit September 2025, Atur Penggunaan Teknologi Kecerdasan Buatan di Indonesia

Tekno | Selasa, 29 Juli 2025 | 10:23 WIB

Dreame Rilis Jajaran Produk Smart Home Baru ke RI, Dibekali Teknologi AI

Dreame Rilis Jajaran Produk Smart Home Baru ke RI, Dibekali Teknologi AI

Tekno | Senin, 28 Juli 2025 | 19:50 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×