Suara.com - Lenovo Legion Go 2 debut pertama kali pada Oktober 2023. Setelah hampir 2 tahun, perusahaan akhirnya menyiapkan generasi penerus, Lenovo Legion Go 2.
Sebagai pengingat, perusahaan juga telah mengenalkan versi Go S dengan layar 120 Hz pada Januari 2025.
Berkat bocoran dari sumber tepercaya, Evan Blass, kita mendapatkan gambaran jelas mengenai monster portabel yang akan datang ini.
Lenovo Legion Go 2 sepertinya dirancang untuk menjawab semua keinginan para gamer. Salah satu pembaruan paling signifikan terletak pada kontroler.
Evan Blass telah membagikan gambar-gambar baru yang memperlihatkan Legion Go 2 dari segala sisi.
Dari bocoran desain render, terlihat jelas Lenovo sangat memperhatikan masukan komunitas.

Di bagian bawah, gambar-gambar tersebut menyoroti bahwa perangkat genggam gaming kelas atas Lenovo berikutnya memiliki enam tombol yang dapat diprogram: dua di tepi pengontrol sebelah kanan dan dua set yang tersebar di bagian belakang kedua pengontrol.
Penambahan tombol makro tersebut jelas menargetkan para gamer kompetitif yang butuh kustomisasi dan akses cepat untuk mendominasi permainan.
Bukan hanya soal kontrol, Lenovo juga meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Game Roblox Ditutup Permanen Mulai September 2025?
Mengutip Notebookcheck, video promosi pertama yang bocor mengonfirmasi bahwa Legion Go 2 memiliki pemindai sidik jari yang tertanam di dalam tombol daya, yang tidak terlihat pada Legion Go versi asli.
Fitur kecil namun krusial ini akan membuat proses masuk ke perangkat menjadi lebih cepat dan aman, sebuah peningkatan kualitas hidup yang patut diapresiasi.
Namun, daya tarik utamanya tentu ada di dapur pacu. Perangkat ini siap bersaing langsung dengan para raksasa lain.
Video tersebut menegaskan kembali bahwa Legion Go 2 akan menggunakan APU AMD Ryzen Z2 Extreme, yang juga menjadi basis Asus ROG Xbox Ally X.
Penggunaan chip ini mengindikasikan performa tingkat atas yang siap melibas game-game AAA terbaru.
Meskipun berdasarkan bocoran terbaru, Lenovo setidaknya telah membuat prototipe varian berbasis Ryzen Z2 yang lebih rendah, fokus pada varian Extreme menunjukkan ambisi Lenovo untuk memimpin pasar.