Fenomena Langka Corn Moon dan Gerhana Bulan Total Hiasi September 2025, Catat Tanggalnya

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 06 September 2025 | 15:47 WIB
Fenomena Langka Corn Moon dan Gerhana Bulan Total Hiasi September 2025, Catat Tanggalnya
Ilustrasi Corn Moon dan Gerhana Bulan Total. (freepik)
Baca 10 detik
  • Corn Moon akan hadir bersamaan dengan Gerhana Bulan Total di September 2025.
  • Peristiwa ganda itu akan menciptakan pemandangan Blood Moon.
  • Fenomena langka ini akan berlangsung pada 7-8 September 2025.

Suara.com - Langit malam di bulan September 2025 akan menyajikan sebuah fenomena astronomi menarik. Bulan Purnama Jagung atau yang lebih dikenal dengan sebutan Corn Moon akan hadir bersamaan dengan Gerhana Bulan Total, menciptakan pemandangan spektakuler yang dijuluki Blood Moon.

Peristiwa ganda ini akan menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para pengamat langit dan fotografer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Apa Itu Corn Moon dan Mengapa Begitu Istimewa di 2025?

Bagi generasi milenial dan anak muda yang mungkin lebih akrab dengan istilah Supermoon atau Blue Moon, nama Corn Moon mungkin terdengar sedikit asing.

Sebutan ini berasal dari tradisi kuno suku asli di Amerika Utara. Bulan purnama yang muncul di awal September diberi nama Corn Moon atau Bulan Jagung karena bertepatan dengan masa panen jagung di belahan bumi utara.

Ini adalah penanda musim, sebuah perayaan atas hasil panen dan persiapan menuju musim yang baru.

Setiap bulan purnama memiliki julukannya sendiri, seperti Wolf Moon di Januari atau Strawberry Moon di Juni, yang masing-masing memiliki cerita dan makna budaya yang kaya. Namun, Corn Moon pada tahun 2025 menjadi jauh lebih istimewa. Fenomena ini tidak akan tampil sendirian, melainkan akan diiringi oleh Gerhana Bulan Total.

Kapan Corn Moon Bisa Disaksikan?

Berdasar laman Time and Date pada Minggu, 7 September 2025 Corn Moon akan mencapai puncak purnamanya.

baca juga

Momen ini terjadi ketika Bulan berada pada posisi yang berlawanan dengan Matahari, sehingga seluruh permukaannya yang menghadap ke Bumi akan memantulkan cahaya mentari dengan sempurna.

Puncak dari pertunjukan langit ini akan terjadi beberapa jam kemudian, saat Bulan memasuki bayangan tergelap Bumi. Proses gerhana akan berlangsung dalam beberapa tahap:

Gerhana Penumbra dimulai: 15:28 UTC (22:28 WIB)
Gerhana Sebagian dimulai: 16:26 UTC (23:26 WIB)
Totalitas (Bulan sepenuhnya dalam bayangan Bumi) dimulai: 17:30 UTC (00:30 WIB, 8 September)
Puncak Gerhana: 18:11 UTC (01:11 WIB, 8 September)
Totalitas berakhir: 18:53 UTC (01:53 WIB, 8 September)
Gerhana Sebagian berakhir: 19:56 UTC (02:56 WIB, 8 September)
Gerhana Penumbra berakhir: 20:55 UTC (03:55 WIB, 8 September)

Durasi totalitas, di mana Bulan akan tampak kemerahan, akan berlangsung selama kurang lebih 83 menit, yang terjadi pada tengah malam menuju dini hari, Senin, 8 September 2025.

Momen inilah yang paling ditunggu-tunggu, di mana Corn Moon akan bertransformasi menjadi Blood Moon.

Cara Terbaik Menikmati Corn Moon dan Gerhana Bulan Total

Kabar baiknya, Anda tidak memerlukan peralatan canggih untuk menikmati keindahan Corn Moon yang berubah menjadi Blood Moon. Fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang dari berbagai wilayah, termasuk di seluruh Indonesia.

Untuk mendapatkan pengalaman menonton terbaik, ikuti beberapa tips berikut:

1. Cari Lokasi yang Gelap: Jauhi polusi cahaya perkotaan. Area pedesaan, pantai, atau pegunungan akan memberikan pemandangan yang jauh lebih jelas.

2. Periksa Cuaca: Langit yang cerah adalah kunci utama. Pantau prakiraan cuaca beberapa hari sebelum tanggal 7 September 2025.

3. Gunakan Teropong atau Teleskop: Meskipun terlihat dengan mata telanjang, menggunakan teropong atau teleskop akan memberikan detail permukaan bulan yang lebih menakjubkan, terutama saat fase gerhana berlangsung.

4. Abadikan Momen: Bagi Anda yang hobi fotografi, ini adalah kesempatan emas. Siapkan kamera DSLR atau mirrorless dengan lensa tele dan tripod untuk menangkap gambar yang stabil dan tajam. Jangan lupa untuk melakukan eksperimen dengan pengaturan exposure dan ISO.

Fenomena Corn Moon yang berpadu dengan Gerhana Bulan Total pada 7-8 September 2025 adalah pengingat akan keagungan alam semesta. Jangan lewatkan kesempatan langka untuk menjadi saksi salah satu pertunjukan astronomi paling memukau tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Moonfall: Ketika Bulan Menghantam Bumi dan Teori Konspirasi Terbukti, Malam Ini di Trans TV

Moonfall: Ketika Bulan Menghantam Bumi dan Teori Konspirasi Terbukti, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Jum'at, 05 September 2025 | 19:40 WIB

Jadwal Gerhana Bulan 7 September 2025, Bisa Diamati di Hampir Seluruh Wilayah Indonesia

Jadwal Gerhana Bulan 7 September 2025, Bisa Diamati di Hampir Seluruh Wilayah Indonesia

News | Jum'at, 05 September 2025 | 18:19 WIB

Bikin Terpukau! Ini 3 Rekomendasi Buku Astronomi yang Wajib Kamu Baca

Bikin Terpukau! Ini 3 Rekomendasi Buku Astronomi yang Wajib Kamu Baca

Your Say | Selasa, 06 Mei 2025 | 12:26 WIB

Terkini

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:34 WIB

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:30 WIB

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:29 WIB

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:28 WIB

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:26 WIB

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:25 WIB

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:24 WIB

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:17 WIB

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review

Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

×