Gegara Iklim Politik, Ubisoft Batalkan Proyek Game Assassin's Creed Civil War

Yasinta Rahmawati, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:47 WIB
Gegara Iklim Politik, Ubisoft Batalkan Proyek Game Assassin's Creed Civil War
Ilustrasi Game Assassins Creed. (Ubisoft)
baca 10 detik
  • Ubisoft membatalkan proyek Assassin’s Creed Civil War karena kekhawatiran terhadap iklim politik di Amerika Serikat.

  • Game ini seharusnya mengisahkan mantan budak kulit hitam yang berjuang demi keadilan pasca Civil War.

  • Pembatalan memicu kekecewaan pengembang yang menilai keputusan itu membatasi kreativitas dan keberanian naratif Ubisoft.

Suara.com - Ubisoft dilaporkan membatalkan proyek game Assassin's Creed anyar karena 'kekhawatiran iklim politik'. Menurut sumber industri, Assassin's Creed tema Civil War bakal menawarkan sensasi berbeda dari judul sebelumnya.

Judul yang batal tersebut direncanakan berlatar era Rekonstruksi pasca Civil War Amerika, dengan protagonis terbaru.

Menurut laporan Game File yang mengutip lima karyawan Ubisoft, game ini akan mengikuti kisah seorang pria kulit hitam yang sebelumnya diperbudak.

Setelah direkrut oleh ordo Assassin, misinya adalah kembali ke Selatan untuk memperjuangkan keadilan.

"Direkrut oleh Assassins dalam seri tersebut, ia akan kembali ke Selatan untuk memperjuangkan keadilan dalam konflik yang, antara lain, membuatnya berhadapan dengan munculnya Ku Klux Klan," ungkap laporan tersebut.

Konsep ini menjanjikan narasi yang kuat dan penuh makna, menyentuh salah satu periode terkelam dalam sejarah Amerika.

Namun, ambisi kreatif terbentur tembok kekhawatiran. Pembatalan yang terjadi musim panas lalu disebut akibat dua faktor utama.

Pertama, reaksi negatif dan rasis terhadap pengenalan Yasuke, seorang samurai kulit hitam di Assassins Creed Shadows.

Kedua, dan yang paling utama, adalah kekhawatiran manajemen Ubisoft di Paris terhadap iklim politik di Amerika Serikat. Seorang pengembang menyebut game ini dianggap "terlalu politis di negara yang terlalu tidak stabil, singkatnya."

baca juga

Keputusan ini menuai kekecewaan internal yang mendalam. Para pengembang merasa kreativitas mereka dikekang demi menghindari risiko dan kontroversi.

"Saya sangat kecewa, tetapi tidak terkejut dengan kepemimpinannya. Mereka semakin banyak mengambil keputusan untuk mempertahankan 'status quo' politik dan tidak mengambil sikap, tanpa risiko, bahkan tanpa kreativitas," ungkap seorang sumber dikutip dari Game File.

Rasa frustrasi ini diperkuat oleh sumber lain yang menyatakan, "Keputusan kepemimpinan memengaruhi ambisi dan motivasi kreatif pengembang."

Pada akhirnya, sebuah game yang masih dalam tahap konsep awal, namun memiliki potensi besar untuk bercerita, harus gugur karena ketakutan akan isu yang dianggap terlalu sensitif.

Pembatalan game Assassins Creed Civil War itu membuka diskusi penting tentang batas antara hiburan, sejarah, dan politik dalam industri game.

Apakah Ubisoft mengambil langkah yang bijaksana untuk melindungi bisnisnya, atau mereka justru kehilangan kesempatan emas untuk menghadirkan cerita yang berdampak dan penting?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Game Alternatif FC Mobile yang Bisa Dimainkan Tanpa Internet

7 Game Alternatif FC Mobile yang Bisa Dimainkan Tanpa Internet

Tekno | Kamis, 09 Oktober 2025 | 10:01 WIB

Realme 15 Pro Game of Thrones Limited Edition Masuk RI, Dijual Terbatas 350 Unit

Realme 15 Pro Game of Thrones Limited Edition Masuk RI, Dijual Terbatas 350 Unit

Tekno | Rabu, 08 Oktober 2025 | 20:46 WIB

Caplok EA Ratusan Triliun, Ini Sejumlah Alasan Mengapa Arab Saudi Tertarik Game

Caplok EA Ratusan Triliun, Ini Sejumlah Alasan Mengapa Arab Saudi Tertarik Game

Tekno | Selasa, 07 Oktober 2025 | 14:45 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×