5 Fakta Komet ATLAS: Awalnya Dicurigai Pesawat Alien, NASA Ungkap Bukan Ancaman

Nur Khotimah, Rezza Dwi Rachmanta

Jum'at, 31 Oktober 2025 | 14:19 WIB
5 Fakta Komet ATLAS: Awalnya Dicurigai Pesawat Alien, NASA Ungkap Bukan Ancaman
Penampakan komet 3I/ATLAS. (NASA)
baca 10 detik
  • NASA menegaskan komet 3I/ATLAS bukan pesawat alien dan tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi.

  • 3I/ATLAS melaju dengan kecepatan 209.000 km/jam dan berasal dari luar tata surya kita.

  • Ditemukan tahun 2025 melalui teleskop ATLAS dan Hubble, komet ini berukuran hingga 5,6 kilometer.

Suara.com - Komet bernama 3I/ATLAS ramai menjadi perbincangan dan sempat dicurigai sebagai pesawat alien. Meski begitu, NASA mengungkap bila benda yang meluncur dengan kecepatan super tinggi tersebut adalah benar-benar "komet" dan tak menimbulkan ancaman bagi Bumi.

Pemerhati objek luar angkasa sempat dihebohkan dengan teori tentang gerakan aneh komet "3I/ATLAS".

Tak sedikit yang berspekulasi bahwa benda antar bintang ini dikendalikan oleh alien. Beberapa di antaranya menyebar teori konspirasi "pesawat alien".

National Aeronautics and Space Administration (NASA) menjelaskan, "3I/ATLAS" tak akan menimbulkan ancaman di mana orbitnya tetap berada jauh dari Bumi.

"Komet 3I/ATLAS tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi dan akan tetap berada jauh. Jarak terdekatnya dengan planet kita adalah sekitar 1,8 unit astronomi (sekitar 170 juta mil, atau 270 juta kilometer). 3I/ATLAS mencapai titik terdekatnya dengan Matahari sekitar 30 Oktober 2025, pada jarak sekitar 1,4 au (130 juta mil, atau 210 juta kilometer) — tepat di dalam orbit Mars," bunyi pernyataan dikutip dari laman resmi NASA.

Penampakan 3I/ATLAS. (Hubble Telescope via Avi Loeb on Medium)
Penampakan 3I/ATLAS. (Hubble Telescope via Avi Loeb on Medium)

Rumor tentang pesawat alien bermula dari teori seorang ilmuwan Harvard.

Ilmuwan tak menyebut secara langsung bahwa itu adalah pesawat alien, namun mencurigai gerakan anehnya.

Profesor Abraham "Avi" Loeb dari Harvard Universty menegaskan, benda antar bintang 3I/ATLAS mempunyai gerakan tak biasa untuk sebuah komet.

Mengutip Medium, objek antar bintang tersebut tidak hanya mengikuti tarikan gravitasi saat melewati Matahari — ia melanggar aturan.

baca juga

Pada titik terdekatnya dengan Matahari, 3I/ATLAS menunjukkan tanda-tanda dorongan ekstra, bergerak tidak hanya ke luar tetapi juga ke samping.

Itu seolah ada sesuatu yang lebih dari sekadar sinar Matahari atau gravitasi yang mendorongnya.

"Jika gaya tersebut berasal dari gas yang keluar dari permukaannya, objek tersebut akan kehilangan hampir setengah massa hanya dalam beberapa bulan. Namun, inilah kejutan sebenarnya — 3I/ATLAS juga tiba-tiba menjadi lebih terang dan berubah menjadi biru, yang tidak terjadi pada komet normal. Debu biasanya membuat komet lebih merah, bukan lebih biru. Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Mungkinkah ini objek alami yang bertindak dengan cara yang tak terduga... atau sesuatu yang berada di luar pemahaman kita? Loeb tidak mengklaim jawabannya — hanya saja kita tidak boleh mengabaikan data aneh," bunyi keterangan dari postingan viral.

Penampakan komet 3I/ATLAS. (NASA)
Penampakan komet 3I/ATLAS. (NASA)

Berikut deretan fakta mengenai komet ATLAS:

1. 3I/ATLAS Ditemukan Tahun Ini

Ilmuwan mendeteksi adanya komet unik bernama "3I/ATLAS" dengan pengamatan melalui Teleskop Antariksa Hubble NASA pada tahun ini.

Mengutip laman NASA, Hubble adalah salah satu dari sekian banyak misi di armada teleskop antariksa yang bertugas mengamati komet.

Teleskop survei ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System) yang didanai NASA di Rio Hurtado, Chili, pertama kali melaporkan pengamatan komet 3I/ATLAS kepada Minor Planet Center pada 1 Juli 2025.

Sejak laporan pertama, pengamatan yang dilakukan sebelum penemuan tersebut dikumpulkan dari arsip tiga teleskop ATLAS yang berbeda di seluruh dunia dan Fasilitas Transien Zwicky milik Caltech di Observatorium Palomar di San Diego County, California.

Pengamatan "pra-penemuan" ini telah dilakukan sejak 14 Juni 2025.

2. 3I/ATLAS Punya Ukuran Besar

Pengamatan Hubble memungkinkan para astronom untuk memperkirakan ukuran inti komet yang padat dan dingin dengan lebih akurat.

Batas atas diameter inti adalah 3,5 mil (5,6 kilometer), meskipun bisa sekecil 1.000 kaki (320 meter), lapor para peneliti.

Meskipun gambar Hubble memberikan batasan yang lebih ketat pada ukuran inti dibandingkan dengan perkiraan berbasis darat sebelumnya, inti komet yang padat saat ini tidak dapat dilihat secara langsung.

3. Komet 3I/ATLAS Memasuki Tata Surya dengan Kecepatan Tinggi

Menurut NASA, 3I/ATLAS melintasi tata surya kita dengan kecepatan 209.000 kilometer per jam, kecepatan tertinggi yang pernah tercatat bagi pengunjung tata surya.

Kecepatan menakjubkan tersebut merupakan bukti bahwa komet telah melintasi ruang antarbintang selama miliaran tahun.

Efek ketapel gravitasi dari bintang dan nebula yang tak terhitung jumlahnya yang dilewati komet menambah momentum, sehingga kecepatannya pun meningkat.

Semakin lama 3I/ATLAS berada di luar angkasa, semakin tinggi pula kecepatannya.

4. Asal 3I/ATLAS Masih Misterius

Meski dapat diamati lintasannya ketika memasuki Tata Surya, namun asal 3I/ATLAS masih misterius.

Yang pasti, 3I/ATLAS berasal dari Tata Surya lain di galaksi Bima Sakti.

"Tidak ada yang tahu dari mana komet itu berasal. Rasanya seperti melihat sekilas peluru senapan selama seperseribu detik. Anda tidak dapat memproyeksikannya kembali dengan akurat untuk mengetahui di mana ia memulai jalurnya," kata David Jewitt dari University of California, Los Angeles, ketua tim sains untuk pengamatan Hubble.

5. 3I/ATLAS Teramati pada Juni hingga Desember 2025

Pra-penemuan 3I/ATLAS dimulai sejak 14 Juni 2025 di mana pengamatan lengkap tercatat pada 1 Juli 2025.

Komet umumnya dinamai menurut penemunya, dalam hal ini tim survei ATLAS. Huruf "I" untuk "antarbintang," yang menunjukkan bahwa objek berasal dari luar tata surya kita.

Ini adalah objek antarbintang ketiga yang diketahui, oleh karena itu "3" dalam namanya.

3I/ATLAS diperkirakan tetap terlihat oleh teleskop berbasis darat hingga September 2025, setelah itu ia akan terlalu dekat dengan Matahari untuk diamati.

Komet bakal muncul kembali di sisi lain Matahari pada awal Desember 2025, sehingga memungkinkan pengamatan ulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kupu-Kupu Atlas Biru Punya Jumlah Kromosom Terbanyak di Dunia

Kupu-Kupu Atlas Biru Punya Jumlah Kromosom Terbanyak di Dunia

Tekno | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 10:06 WIB

NASA Ungkap Temuan Awal Trappist-1 e, Planet Mirip Bumi

NASA Ungkap Temuan Awal Trappist-1 e, Planet Mirip Bumi

Tekno | Senin, 15 September 2025 | 18:16 WIB

CEK FAKTA: Benarkah NASA Konfirmasi Ledakan Besar Gunung Aktif di Bumi Tahun 2025?

CEK FAKTA: Benarkah NASA Konfirmasi Ledakan Besar Gunung Aktif di Bumi Tahun 2025?

News | Sabtu, 30 Agustus 2025 | 20:28 WIB

Terkini

Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026

Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:31 WIB

6 HP Mulai Rp1 Jutaan dengan Kamera Ultrawide Jernih, Hasil Foto Luas dan Tajam

6 HP Mulai Rp1 Jutaan dengan Kamera Ultrawide Jernih, Hasil Foto Luas dan Tajam

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:09 WIB

Galaxy S26 Ultra Jadi Andalan Bernadya, Ini Rahasia Mengabadikan Momen Kreatif Tanpa Takut Terlewat

Galaxy S26 Ultra Jadi Andalan Bernadya, Ini Rahasia Mengabadikan Momen Kreatif Tanpa Takut Terlewat

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:32 WIB

6 Tips Memilih HP Rp1 Jutaan Terbaik agar Tak Salah Beli di 2026

6 Tips Memilih HP Rp1 Jutaan Terbaik agar Tak Salah Beli di 2026

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:55 WIB

Lenovo Bawa Solusi AI End-to-End ke Indonesia, Siap Percepat Transformasi Digital Perusahaan

Lenovo Bawa Solusi AI End-to-End ke Indonesia, Siap Percepat Transformasi Digital Perusahaan

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:35 WIB

5 HP dengan Baterai 6000 mAh Cuma Rp1 Jutaan, Awet Seharian Tanpa Khawatir Lowbat

5 HP dengan Baterai 6000 mAh Cuma Rp1 Jutaan, Awet Seharian Tanpa Khawatir Lowbat

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:10 WIB

Komdigi Bongkar 9.263 Kasus Pembajakan Digital, Situs Ilegal Jadi Ancaman Terbesar Industri Kreatif

Komdigi Bongkar 9.263 Kasus Pembajakan Digital, Situs Ilegal Jadi Ancaman Terbesar Industri Kreatif

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:14 WIB

47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 19 Juni 2026: Ambil Paket VIP Sebelum Berburu Del Piero Murah

47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 19 Juni 2026: Ambil Paket VIP Sebelum Berburu Del Piero Murah

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:50 WIB

BABYMONSTER Jadi Wajah Baru Oppo Reno16 Series, Intip Fitur AI dan Kameranya

BABYMONSTER Jadi Wajah Baru Oppo Reno16 Series, Intip Fitur AI dan Kameranya

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:38 WIB

46 Kode Redeem FF Terbaru 19 Juni 2026: Bocoran Hadiah Misteri Bawah Laut dan Skin SG2 Gratis

46 Kode Redeem FF Terbaru 19 Juni 2026: Bocoran Hadiah Misteri Bawah Laut dan Skin SG2 Gratis

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:07 WIB