Kronologi 3 Astronot China Terdampar di Luar Angkasa Tanpa Kepastian Balik ke Bumi

M Nurhadi

Minggu, 09 November 2025 | 19:22 WIB
Kronologi 3 Astronot China Terdampar di Luar Angkasa Tanpa Kepastian Balik ke Bumi
Ilustrasi astronot (Unsplash)
  •  Tiga taikonaut (Shenzhou-20) terdampar setelah kapsul kepulangan mereka diduga terhantam puing antariksa.

  • Badan Antariksa China (CMSA) menunda kepulangan dan sedang melakukan analisis risiko

  • Insiden ini membuat Komandan misi Chen Dong memecahkan rekor sebagai astronaut China dengan waktu terlama.

Suara.com - Tiga astronaut China atau taikonaut dari misi Shenzhou-20 dilaporkan terdampar di Stasiun Luar Angkasa China, Tiangong.

Insiden langka ini terjadi setelah kapsul yang seharusnya membawa mereka pulang ke Bumi diduga kuat terhantam oleh puing antariksa (space junk) hanya beberapa jam sebelum jadwal keberangkatan.

Badan Antariksa Berawak China (CMSA) mengumumkan insiden ini pada Rabu (5/11/2025) pagi waktu setempat.

CMSA menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengukur tingkat kerusakan yang terjadi pada kapsul.

Hingga kini, publik masih menanti kabar resmi dari Beijing mengenai seberapa parah dampak benturan tersebut dan kapan ketiga astronaut dapat dipastikan kembali dengan selamat ke Bumi.

Kronologi Insiden Penundaan Kepulangan

Masa Tinggal dan Serah Terima (24 April – 31 Oktober 2025): Ketiga taikonaut—Wang Jie, Chen Zhongrui, dan Chen Dong—telah berada di Stasiun Tiangong sejak 24 April 2025.

Mereka baru saja menyelesaikan masa serah terima tugas dengan kru pengganti, Shenzhou-21, yang tiba di stasiun pada 31 Oktober 2025.

Jadwal Kepulangan (Rabu Pagi, 5 November 2025): Kru Shenzhou-20 dijadwalkan memulai perjalanan pulang ke Bumi pada Rabu pagi, setelah merampungkan seluruh tugas di orbit.

Pengumuman Penundaan (Sekitar Pukul 10.30 Pagi): Pada sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat, CMSA tiba-tiba mengeluarkan pernyataan di media sosial Weibo, mengumumkan bahwa kepulangan para taikonaut ditunda.

Penyebab Penundaan: CMSA mengungkapkan bahwa alasan penundaan adalah karena "kapsul pemulangan kru diduga terkena dampak serpihan kecil puing antariksa."

Tindakan Selanjutnya: CMSA langsung mengaktifkan prosedur darurat, menyatakan bahwa analisis dampak dan penilaian risiko sedang dilakukan untuk memastikan keselamatan keenam taikonaut (kru Shenzhou-20 dan Shenzhou-21) yang kini berada di Tiangong. 

Opsi Darurat dan Rekor Taikonaut

Kapsul Shenzhou-20 yang diduga rusak tersebut kemungkinan besar masih terpasang di Stasiun Tiangong. Kapsul ini terdiri dari tiga modul: modul propulsi, ruang hidup, dan modul pengembalian.

Menurut laporan, jika modul pengembalian ini dinyatakan tidak aman, pedoman CMSA memungkinkan pesawat akan dipisahkan dan dikirim kembali ke Bumi tanpa kru.

Dalam skenario tersebut, CMSA akan mengarahkan kru Shenzhou-20 untuk pulang menggunakan kapsul Shenzhou-21 (milik kru pengganti).

Sementara itu, CMSA akan menyiapkan pesawat baru di Bumi untuk dikirim ke orbit guna menggantikan Shenzhou-21.

Insiden ini secara tidak terduga menambah catatan sejarah. Komandan misi, Chen Dong, kini mencatatkan rekor baru sebagai astronaut China dengan total waktu terlama di luar angkasa, yakni melebihi 400 hari. Rekor ini akan terus bertambah seiring penundaan kepulangannya.

Insiden benturan puing ini menyoroti ancaman serius dari sampah antariksa (space debris) yang kian serius. Insiden serupa pernah menimpa Stasiun Tiangong pada 2023 dan juga sering dihadapi oleh Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Para ahli memperingatkan bahwa jumlah sampah antariksa di orbit rendah Bumi meningkat pesat, berpotensi memicu "Kessler Syndrome"—sebuah reaksi berantai benturan yang dapat membuat orbit Bumi tidak aman.

Berbagai lembaga antariksa kini tengah menguji teknologi pembersihan puing, namun tantangan teknis dan biaya masih sangat besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Dagang Makin Panas! Amerika Serikat Resmi Larang Chip Nvidia ke China

Perang Dagang Makin Panas! Amerika Serikat Resmi Larang Chip Nvidia ke China

Tekno | Jum'at, 07 November 2025 | 18:20 WIB

China dan Venezuela Siap Jegal PSSI! Calon Pelatih Timnas Indonesia Ini Jadi Rebutan

China dan Venezuela Siap Jegal PSSI! Calon Pelatih Timnas Indonesia Ini Jadi Rebutan

Bola | Jum'at, 07 November 2025 | 14:20 WIB

Sinopsis Road to Success, Drama China Terbaru Esther Yu dan Chen Jing Ke di iQiyi

Sinopsis Road to Success, Drama China Terbaru Esther Yu dan Chen Jing Ke di iQiyi

Your Say | Jum'at, 07 November 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global

Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:58 WIB

Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G

Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:24 WIB

Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global

Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:57 WIB

7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega

7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:16 WIB

4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026

4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:43 WIB

HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits

HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:59 WIB

Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN

Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:47 WIB

Limbah Elektronik Makin Mengkhawatirkan, Acer Gerakkan 150 Changemaker dari Sekolah

Limbah Elektronik Makin Mengkhawatirkan, Acer Gerakkan 150 Changemaker dari Sekolah

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:31 WIB

Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada

Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:08 WIB

HP Flagship Anyar, Honor Magic 9 Bakal Bawa Stylus dan Layar Mewah Compact

HP Flagship Anyar, Honor Magic 9 Bakal Bawa Stylus dan Layar Mewah Compact

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:09 WIB