Perang Dagang Makin Panas! Amerika Serikat Resmi Larang Chip Nvidia ke China

Dicky Prastya

Jum'at, 07 November 2025 | 18:20 WIB
Perang Dagang Makin Panas! Amerika Serikat Resmi Larang Chip Nvidia ke China
Xi Jinping dan Donald Trump. [Kolase]
baca 10 detik
  • Pemerintah AS resmi melarang penjualan chip AI Nvidia Blackwell ke China demi menjaga dominasi teknologi dan keamanan nasional.
  • China membalas dengan mewajibkan proyek pusat data baru hanya menggunakan chip AI buatan lokal untuk mendorong swasembada semikonduktor.
  • Ketegangan dagang ini memperdalam kesenjangan inovasi global, dengan AS mempertahankan keunggulan AI dan China berusaha mengejar lewat produksi chip domestik.

Suara.com - Perang dagang antara Amerika Serikat vs China mulai memanas. Terbaru, Pemerintah AS resmi melarang Nvidia untuk menjual chip kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) milik Nvidia, Blackwell ke pasar China.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt sudah mengkonfirmasi langsung pemblokiran penjualan prosesor AI Nvidia ke Tiongkok.

"Chip Blackwell bukanlah sesuatu yang ingin kami jual ke China saat ini," katanya, dikutip dari Gizmochina, Jumat (7/11/2025).

Pernyataan ini sekaligus menjawab isu yang bergulir beberapa bulan terakhir, di mana Pemerintahan Donald Trump memang bakal memblokir penjualan chip kecil yang lebih canggih.

Keputusan ini juga sejalan dengan strategi Trump untuk mempertahankan keunggulan teknologi AS terkait AI serta mencegah China untuk mengakuisisi perangkat keras canggih buatan Amerika.

Sementara itu Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyebut chip Blackwell Nvidia sebagai permata mahkota inovasi AI Amerika. Ia menyatakan bahwa penjualan ke Tiongkok mungkin baru akan dipertimbangkan kembali setelah chip tersebut kedaluwarsa dalam 12 hingga 24 bulan.

Bessent mengatakan, laju inovasi Nvidia yang pesat menandakan Blackwell akan segera tertinggal beberapa generasi dari model-model terbaru perusahaan.

Di sisi lain pangsa pasar Nvidia di China turut merosot tajam. Setelah menguasai 95 persen pasar pusat data (data center) AI Tiongkok pada 2022, perusahaan tersebut kini kehilangan pangsa pasar.

CEO Nvidia Jensen Huang telah menyatakan harapan bahwa mereka bakal kembali ke pasar China. Namun dirinya turut mengakui bahwa saat ini belum ada rencana untuk melakukannya.

baca juga

Nvidia juga dilaporkan sedang mendesain ulang chip B30A buatannya dengan harapan dapat memenuhi persyaratan ekspor AS di masa mendatang.

Balasan China di perang dagang AS

Sebagai balasan, China telah memerintahkan agar semua proyek pusat data baru yang menerima dana negara hanya boleh menggunakan chip AI produksi dalam negeri.

Proyek yang penyelesaiannya kurang dari 30 persen diwajibkan untuk menghapus atau membatalkan pesanan chip asing. Sementara proyek yang lebih maju akan ditinjau secara individual.

Kebijakan ini menjadi salah satu upaya paling agresif Tiongkok dalam mencapai swasembada chip AI. Arahan ini diharapkan akan menguntungkan produsen domestik seperti Huawei, Cambricon, dan MetaX.

Namun analis industri memperingatkan bahwa chip AI China masih tertinggal dari produk Nvidia dalam hal kinerja dan dukungan ekosistem perangkat lunak. Sehingga berpotensi memperlambat perkembangan AI Tiongkok.

Dampak perang dagang AS vs China di sektor AI

Pembatasan chip AS-Tiongkok yang semakin ketat turut berdampak pada lanskap AI global. Amerika Serikat bertujuan untuk mengamankan keamanan nasional dan mempertahankan dominasi teknologinya.

Sementara China berupaya untuk mandiri dari teknologi AS dan memperkuat ekosistem semikonduktor domestiknya.

Jika raksasa teknologi Amerika seperti Microsoft, Meta, dan OpenAI terus membangun pusat data AI besar-besaran menggunakan chip tercanggih Nvidia, China berisiko tertinggal dalam kapasitas komputasi meskipun ada peningkatan dalam produksi chip lokal.

Entah AS maupun Tiongkok memang tengah mengejar kemandirian dalam teknologi AI, yang membuka jalan bagi kesenjangan yang lebih dalam dalam inovasi global. AS mempertahankan keunggulannya dalam AI, sementara Tiongkok mempercepat dorongan semikonduktor domestiknya.

Adapun Nvidia maupun produsen chip Amerika lainnya kehilangan akses ke salah satu pasar terbesar di dunia. Sementara perusahaan chip China diuntungkan, meskipun dengan mengorbankan kemajuan yang lebih lambat dalam kemampuan AI tingkat tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China dan Venezuela Siap Jegal PSSI! Calon Pelatih Timnas Indonesia Ini Jadi Rebutan

China dan Venezuela Siap Jegal PSSI! Calon Pelatih Timnas Indonesia Ini Jadi Rebutan

Bola | Jum'at, 07 November 2025 | 14:20 WIB

Telkom Dorong Inovasi AI Berkelanjutan Melalui AI Center of Excellence

Telkom Dorong Inovasi AI Berkelanjutan Melalui AI Center of Excellence

News | Kamis, 06 November 2025 | 12:05 WIB

Jadi Wali Kota Muslim Pertama di New York, Ini Fakta Menarik Zohran Mamdani

Jadi Wali Kota Muslim Pertama di New York, Ini Fakta Menarik Zohran Mamdani

Your Say | Jum'at, 07 November 2025 | 11:19 WIB

Sinopsis Road to Success, Drama China Terbaru Esther Yu dan Chen Jing Ke di iQiyi

Sinopsis Road to Success, Drama China Terbaru Esther Yu dan Chen Jing Ke di iQiyi

Your Say | Jum'at, 07 November 2025 | 10:00 WIB

Sinopsis Those Days, Drama China yang Dibintangi Tong Yao dan Jiang Xin

Sinopsis Those Days, Drama China yang Dibintangi Tong Yao dan Jiang Xin

Your Say | Kamis, 06 November 2025 | 18:20 WIB

Inovasi AI yang Mendorong Kualitas Riset dan Akademik Indonesia

Inovasi AI yang Mendorong Kualitas Riset dan Akademik Indonesia

News | Kamis, 06 November 2025 | 08:56 WIB

Terkini

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

×