Capcom Batalkan Resident Evil Requiem Mode Multiplayer, Ada Alasan Khusus

Yasinta Rahmawati, Rezza Dwi Rachmanta

Selasa, 18 November 2025 | 16:37 WIB
Capcom Batalkan Resident Evil Requiem Mode Multiplayer, Ada Alasan Khusus
Resident Evil Requiem. (Capcom)
baca 10 detik
  • Capcom membatalkan konsep multiplayer karena dianggap mengurangi intensitas horor khas Resident Evil.

  • Tim memilih kembali ke fokus survival horror demi memenuhi ekspektasi penggemar setia.

  • Versi final tetap menyisakan elemen konsep awal dan menghadirkan protagonis baru dengan mekanik horor klasik.

Suara.com - Kabar terbaru seputar Resident Evil Requiem mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan, yakni game horor yang sangat dinanti ini awalnya dirancang sebagai game multiplayer open world.

Namun, Capcom memutuskan untuk membatalkan visi tersebut dan kembali ke formula pemain tunggal yang telah terbukti.

Alasan di balik perubahan drastis ini sederhana namun krusial: versi multiplayer-nya dinilai tidak cukup menakutkan untuk memenuhi ekspektasi para penggemar setia.

Produser Masato Kumazawa dalam sebuah wawancara blak-blakan menjelaskan bahwa tim pengembang merasa ada yang hilang dari pengalaman horornya.

"Melihat game ini saat masih multiplayer, bagian horornya terasa sangat ringan," ujar Kumazawa.

Meskipun versi tersebut seru untuk dimainkan, tim sadar bahwa inti dari Resident Evil adalah ketegangan dan rasa takut yang mencekam.

Mereka mempertanyakan apakah para penggemar berat akan benar-benar menikmati pengalaman yang lebih ringan tersebut, dan akhirnya menyimpulkan bahwa jawabannya adalah tidak.

Keputusan ini menggarisbawahi pemahaman mendalam Capcom terhadap keinginan komunitasnya.

Mengutip EuroGamer, Kumazawa menegaskan, "Saya yakin penggemar waralaba ini menginginkan [...] survival horror dan rasa takut. Itulah hal nomor satu yang diinginkan penggemar."

baca juga

Dengan prinsip itu, ia menambahkan bahwa tim "tidak bisa begitu saja menambahkan skin dan karakter baru dan memberikan pengalaman yang sama. Itu tidak akan sebagus itu."

Fokus mereka adalah menciptakan pengalaman survival horror yang terasa segar dan otentik.

Meski visi multiplayer ditinggalkan, tidak semua elemen dibuang begitu saja.

Kumazawa menggoda bahwa beberapa sisa dari konsep awal masih dipertahankan dalam versi final, meskipun ia menolak merinci lebih lanjut.

Kini, Resident Evil Requiem berpusat pada kisah protagonis baru, analis FBI Grace Ashcroft, yang dikejar oleh monster mengerikan. Itu mengingatkan kita pada Mr. X atau Lady Dimitrescu.

Pemain dapat beralih antara perspektif orang pertama dan ketiga, menggunakan mekanisme sembunyi, dan memanfaatkan lingkungan untuk mengalihkan perhatian musuh.

Di bawah arahan sutradara Resident Evil 7, Koshi Nakanishi, game ini menjanjikan "jurang paling ekstrem" antara ketidakberdayaan dan kekuatan seiring perkembangan karakter Grace.

Dengan pengembangan yang bahkan dimulai sebelum Village, Resident Evil Requiem diposisikan sebagai kembalinya seri ini ke akar horor murni, membuktikan bahwa ketakutan sejati lebih berharga daripada interaksi multipemain yang ramai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Film Live-Action The Legend of Zelda Tayang 2027, Begini Penampakan Pertamanya

Film Live-Action The Legend of Zelda Tayang 2027, Begini Penampakan Pertamanya

Tekno | Selasa, 18 November 2025 | 14:01 WIB

Turnamen Internasional Free Fire FFWS Global Finals 2025 Cetak Rekor Dunia

Turnamen Internasional Free Fire FFWS Global Finals 2025 Cetak Rekor Dunia

Tekno | Senin, 17 November 2025 | 15:37 WIB

Buriram United Esports Juara Dunia FFWS Global Finals 2025 Free Fire

Buriram United Esports Juara Dunia FFWS Global Finals 2025 Free Fire

Tekno | Senin, 17 November 2025 | 15:23 WIB

Terkini

Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI

Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik

Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga, Ini Kata BMKG

Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga, Ini Kata BMKG

Kalbar | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Pesona Alam di Bawah Bayang-Bayang Ekskavator: 4 Wisata Indonesia yang Terdampak Tambang

Pesona Alam di Bawah Bayang-Bayang Ekskavator: 4 Wisata Indonesia yang Terdampak Tambang

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:10 WIB

4 Body Serum Efek Tone Up Bikin Kulit Lebih Cerah, Harga Murah Rp30 Ribuan

4 Body Serum Efek Tone Up Bikin Kulit Lebih Cerah, Harga Murah Rp30 Ribuan

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu

Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah

Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Bongkar 30 Pelanggaran Hukum! Tim Hukum Febrie Optimis Menang Praperadilan

Bongkar 30 Pelanggaran Hukum! Tim Hukum Febrie Optimis Menang Praperadilan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Airlangga Sebut Deal Tarif RI-AS Belum Diratifikasi: Ada Masalah, Soal Kerja Paksa Sudah Beres

Airlangga Sebut Deal Tarif RI-AS Belum Diratifikasi: Ada Masalah, Soal Kerja Paksa Sudah Beres

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Orang Asing Jadi Bos, Deretan Jajaran Komisaris dan Direksi DSI

Orang Asing Jadi Bos, Deretan Jajaran Komisaris dan Direksi DSI

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:55 WIB

×