Mengapa Kucing dan Anjing Makan Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Husna Rahmayunita

Rabu, 17 Desember 2025 | 08:40 WIB
Mengapa Kucing dan Anjing Makan Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi kucing makan rumput. (Pexels/Pixabay)

Suara.com - Perilaku kucing dan anjing yang tiba-tiba sibuk mengunyah rumput sering membuat pemiliknya heran. Di satu sisi, hewan peliharaan dikenal sebagai karnivora atau setidaknya pemakan daging utama. Namun di sisi lain, banyak pemilik justru mendapati hewan kesayangannya menikmati daun hijau seperti sapi di padang rumput. Fenomena ini ternyata cukup umum dan telah lama menarik perhatian para peneliti .

Dalam beberapa tahun terakhir, urusan nutrisi hewan peliharaan memang menjadi semakin kompleks. Pemilik tidak hanya memikirkan kualitas makanan, tetapi juga aspek etika, keamanan pangan mentah, hingga kemungkinan diet nabati. Karena itu, perilaku makan rumput sering dianggap janggal, bahkan memicu kekhawatiran apakah hewan sedang sakit atau kekurangan nutrisi tertentu.

Mengutip IFL Science (15/12/2025), sebuah studi pada 2019 yang melibatkan lebih dari 1.000 pemilik kucing memberikan gambaran menarik. Para responden, yang menghabiskan setidaknya tiga jam sehari bersama kucing mereka, melaporkan bahwa kebiasaan makan tanaman ternyata sangat umum. 

Sekitar 71 persen kucing diketahui pernah makan tanaman setidaknya enam kali dalam hidupnya. Sementara itu, hanya 11 persen kucing yang sama sekali tidak pernah terlihat menyentuh tanaman hijau .

Selama ini beredar anggapan bahwa kucing makan rumput untuk memicu muntah ketika merasa tidak enak badan. Namun temuan penelitian justru membantah asumsi tersebut. 

Sebanyak 91 persen pemilik menyatakan bahwa kucing mereka tidak menunjukkan tanda-tanda sakit sebelum makan rumput. Dengan kata lain, muntah yang kadang terjadi lebih dianggap sebagai efek samping, bukan tujuan utama dari perilaku tersebut .

Mengutip IFL Science (15/12/2025), para ilmuwan menduga kebiasaan ini merupakan “jejak evolusi” dari nenek moyang kucing liar. Di alam bebas, parasit usus merupakan ancaman serius. Mengonsumsi tanaman seperti rumput diyakini dapat meningkatkan aktivitas otot di saluran pencernaan, sehingga membantu mengeluarkan parasit. Meski kucing rumahan modern jarang terpapar parasit seperti leluhurnya, dorongan naluriah tersebut tampaknya masih tersimpan kuat .

Fenomena serupa juga ditemukan pada anjing. Studi lain pada 2008 yang melibatkan pemilik anjing menunjukkan bahwa 79 persen responden mengaku anjing mereka gemar makan rumput atau tanaman lain. 

Peneliti kemudian memperluas survei hingga lebih dari 3.000 responden untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas. Hasilnya, sekitar 68 persen anjing dilaporkan makan tanaman setiap hari atau setiap minggu, dengan rumput sebagai pilihan favorit bagi 79 persen anjing tersebut .

baca juga

Menariknya, hanya sebagian kecil anjing yang makan tanaman ketika sedang sakit. Sekitar 9 persen dilaporkan mengunyah rumput karena merasa tidak enak badan, dan muntah hanya terjadi pada 22 persen kasus. 

Tidak ditemukan hubungan yang kuat dengan jenis kelamin, ras, status reproduksi, maupun pola makan. Faktor usia justru lebih berpengaruh, di mana anjing yang lebih muda cenderung makan lebih banyak jenis tanaman dibandingkan anjing yang lebih tua .

Peneliti mencatat bahwa kebiasaan makan tanaman juga ditemukan pada serigala dan hewan liar lainnya. Fakta bahwa perilaku ini tetap bertahan meski anjing telah lama didomestikasi menunjukkan adanya kemungkinan manfaat biologis. Salah satunya adalah peningkatan pergerakan saluran cerna atau membantu mengusir parasit usus, meski penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikannya .

Namun, tidak semua penjelasan harus selalu rumit. Beberapa ahli berpendapat bahwa anjing dan kucing mungkin makan rumput karena mereka menyukainya. Tekstur, aroma, atau rasa rumput segar bisa saja menarik bagi hewan peliharaan, sama seperti manusia yang menikmati camilan tertentu tanpa alasan khusus.

Kesimpulan sementara dari para peneliti menyebutkan bahwa kucing dan anjing sebenarnya tidak membutuhkan rumput sebagai bagian penting dari diet mereka. Meski demikian, kebiasaan ini juga tidak dianggap berbahaya selama dilakukan dalam batas wajar. 

Pemilik hanya perlu memastikan hewan peliharaan tidak mengakses rumput yang telah disemprot pestisida atau bahan kimia berbahaya. Di luar itu, membiarkan kucing dan anjing menikmati sesekali “camilan hijau” dinilai aman dan mungkin saja menyenangkan bagi mereka.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Kucing Lebih Sering Mengeong ke Pemilik Pria?

Mengapa Kucing Lebih Sering Mengeong ke Pemilik Pria?

Lifestyle | Selasa, 16 Desember 2025 | 14:28 WIB

5 Tips Ampuh Mengusir Kucing Liar dan Gak Balik Lagi, Jangan Disakiti!

5 Tips Ampuh Mengusir Kucing Liar dan Gak Balik Lagi, Jangan Disakiti!

Your Say | Kamis, 11 Desember 2025 | 07:49 WIB

Studi Ungkap Anjing Bisa Hafal Ratusan Nama Benda Berkat Rasa Ingin Tahu

Studi Ungkap Anjing Bisa Hafal Ratusan Nama Benda Berkat Rasa Ingin Tahu

Tekno | Rabu, 03 Desember 2025 | 11:23 WIB

Terkini

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:35 WIB

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:25 WIB

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!

Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777

Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Jakarta | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×