Bos Instagram Soroti Ledakan Konten AI dan Tantangan Membedakan Media Asli

Dythia Novianty Suara.Com
Jum'at, 02 Januari 2026 | 09:45 WIB
Bos Instagram Soroti Ledakan Konten AI dan Tantangan Membedakan Media Asli
CEO Instagram, Adam Mosseri. [Instagram]
Baca 10 detik
  • CEO Instagram Adam Mosseri mengakui konten AI membanjiri platform, mengubah tantangan identifikasi konten asli versus sintetis.
  • Mosseri mengusulkan menandai konten asli secara kriptografis melalui produsen kamera sebagai solusi identifikasi yang lebih praktis.
  • Kreator mungkin perlu menunjukkan ketidaksempurnaan dalam karya mereka sebagai bukti keaslian di tengah dominasi konten buatan AI.

Suara.com - Konten buatan kecerdasan buatan (AI) kian membanjiri lini masa media sosial sepanjang 2025. Fenomena ini bahkan diprediksi akan semakin dominan ke depan.

CEO Instagram, Adam Mosseri, secara terbuka mengakui bahwa konten AI berpotensi melampaui konten non-AI, sekaligus membawa dampak besar bagi kreator dan fotografer di platform tersebut.

Dalam sebuah unggahan panjang yang membahas arah Instagram pada 2026, Mosseri memberikan pandangan jujur tentang bagaimana AI telah mengubah wajah media sosial.

“Segala hal yang membuat kreator itu penting, mulai dari keaslian, koneksi, dan suara yang tak bisa dipalsukan dankini tiba-tiba bisa diakses siapa saja dengan alat yang tepat,” tulis Mosseri.

Ia menambahkan, feed Instagram kini mulai dipenuhi konten yang bersifat sintetis.

Meski demikian, Mosseri menegaskan dirinya tidak sepenuhnya khawatir. Menurutnya, banyak karya AI yang justru berkualitas tinggi dan kreatif.

Tantangannya kini bukan sekadar memburu konten palsu, melainkan menentukan mana yang benar-benar asli.

“Mungkin kita perlu memikirkan ulang pendekatan pelabelan. Bukan hanya mengidentifikasi media palsu, tapi justru menandai media yang benar-benar asli,” ujarnya, dikutip dari Engadget, Jumat (2/1/2026).

Mosseri menilai tekanan terhadap platform media sosial akan semakin besar untuk memberi label konten AI.

Baca Juga: 8 Prompt AI untuk Edit Foto Jadi Dramatis yang Lagi Tren di TikTok

Namun, ia juga mengakui bahwa tugas tersebut kian sulit seiring kemampuan AI yang semakin lihai meniru realitas.

“Semua platform besar akan cukup baik dalam mengidentifikasi konten AI, tetapi kemampuan itu akan terus menurun karena AI semakin mahir meniru dunia nyata,” jelasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Mosseri mengusulkan pendekatan baru yang dinilai lebih realistis.

“Akan lebih praktis mengidentifikasi media asli daripada media palsu. Produsen kamera bisa menandatangani gambar secara kriptografis saat foto diambil, sehingga tercipta rantai kepemilikan yang jelas,” bebernya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa mendeteksi konten AI secara akurat masih menjadi pekerjaan rumah besar, termasuk bagi Meta sendiri yang telah menggelontorkan puluhan miliar dolar untuk pengembangan AI.

Bahkan, perusahaan mengakui belum mampu mendeteksi konten AI atau hasil manipulasi secara konsisten di platformnya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI