- Samsung memaparkan visi VD Deep Dive di CES 2026, menegaskan posisinya sebagai pemimpin TV global.
- Strategi inti 2026 berpusat pada Vision AI Companion (VAC) untuk TV yang lebih personal dan interaktif.
- Perusahaan memperkenalkan teknologi layar premium seperti Micro RGB 130 inci sebagai standar baru industri.
Suara.com - Samsung Electronics kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin industri TV global dengan memaparkan visi besar untuk era baru televisi dalam sesi Visual Display (VD) Deep Dive di ajang CES 2026.
Dalam forum ini, Samsung mengungkap bagaimana teknologi TV akan berevolusi dari sekadar layar hiburan menjadi pusat pengalaman cerdas di rumah yang semakin terkoneksi.
Sesi tersebut dipimpin langsung oleh SW Yong, President of Visual Display Business Samsung Electronics, yang menjelaskan strategi jangka panjang perusahaan di tengah perubahan pasar TV global.
Menurutnya, industri kini memasuki fase baru yang ditandai dengan meningkatnya minat terhadap TV premium, layar berukuran besar, dan pengalaman menonton berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Saat ini, kita tengah menyaksikan transformasi dalam cara pemirsa menikmati pengalaman menonton TV, dari yang semula berfokus pada aktivitas menonton semata menjadi pengalaman yang melibatkan interaksi langsung dengan pengguna,” ujar Yong dalam keterangan resminya, Senin (12/1/2026).
AI Jadi Fondasi Strategi TV Samsung 2026
Samsung menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi momen krusial bagi bisnis Visual Display mereka.
Berbagai teknologi layar canggih disiapkan untuk memimpin segmen premium, mulai dari Micro RGB dan OLED, hingga mini LED yang ditujukan untuk memperluas akses konsumen terhadap teknologi TV kelas atas.
Di saat yang sama, layar ultra-besar disebut akan memainkan peran penting dalam menghadirkan pengalaman hiburan yang semakin imersif, baik di dalam maupun di luar rumah.
Baca Juga: Lenovo Pamer ThinkPad X9 15p Aura Edition di CES 2026, Laptop AI Berperforma Kelas Desktop
Menurut Yong, kekuatan Samsung tidak hanya terletak pada inovasi terkini, tetapi juga pada fondasi hardware yang telah dibangun selama puluhan tahun.
“Seiring perkembangan TV, Samsung terus memperkuat kepemimpinannya dari tahun ke tahun dengan membangun fondasi keunggulan hardware yang telah menjadi warisan perusahaan,” katanya.
Vision AI Companion, TV yang Lebih Personal dan Intuitif
Inti dari strategi Samsung di 2026 adalah Vision AI Companion (VAC), platform AI generasi baru yang dirancang untuk menjadikan TV lebih cerdas, personal, dan responsif terhadap pengguna. Teknologi ini akan terintegrasi di hampir seluruh lini TV Samsung.
Dengan VAC, TV tidak hanya menampilkan konten, tetapi juga mampu memahami kebiasaan menonton pengguna, mengantisipasi kebutuhan, serta menampilkan informasi yang relevan secara kontekstual langsung di layar.
Pendekatan ini mengubah TV dari perangkat pasif menjadi bagian aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Integrasi AI ke dalam ekosistem Samsung juga membuka peluang interaksi yang lebih dalam dengan perangkat smart home lainnya.
![TV Micro RGB 130 inci. [Samsung]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/08/68819-tv-micro-rgb-130-inci.jpg)
Selain itu, memperluas fungsi TV melampaui hiburan semata tanpa mengorbankan kualitas gambar dan keandalan, yakni dua faktor yang tetap menjadi prioritas utama konsumen.
Micro RGB 130 Inci, Standar Baru TV Lifestyle
Pada kesempatan yang sama, Hun Lee, Executive Vice President (EVP) VD Business Samsung Electronics, mengungkap detail tambahan mengenai TV Micro RGB 130 inci, yang diklaim sebagai pencapaian teknis pertama di industri sekaligus simbol komitmen Samsung terhadap inovasi TV lifestyle.
“Seiring meningkatnya kualitas konten, wajar jika pengguna menginginkan tingkat imersi yang lebih tinggi,” ujar Lee.
Ia menekankan bahwa Samsung tidak hanya berfokus pada spesifikasi teknis, tetapi pada pengalaman nyata yang dirasakan pengguna melalui teknologi seperti Vision AI Companion.
Sesi VD Deep Dive ini sekaligus menjadi penegasan atas pencapaian Samsung yang merayakan 20 tahun berturut-turut sebagai merek TV nomor satu di dunia.
Pesan yang disampaikan jelas, kepemimpinan di industri teknologi tidak datang secara instan, melainkan melalui inovasi yang berkelanjutan.