- Samsung Galaxy S26 Ultra akan hadir dengan fitur Privacy Display, yang merupakan perlindungan privasi berbasis perangkat keras layar.
- Fitur ini menggunakan panel OLED M14 dengan Flex Magic Pixel untuk menyempitkan sudut pandang layar secara fisik dari samping.
- Privacy Display dapat diaktifkan via One UI 8.5, bahkan mendukung otomatisasi saat membuka aplikasi sensitif tertentu.
Suara.com - Samsung kembali menjadi sorotan setelah muncul bocoran informasi rahasia terkait hp flagship terbarunya, Galaxy S26 Ultra.
Kali ini, bukan soal kamera atau performa, melainkan fitur yang bisa mengubah cara pengguna menjaga privasi di ruang publik, yakni Privacy Display bawaan langsung dari layar.
Sebuah tangkapan layar yang diduga berasal dari tim Good Lock Samsung memperlihatkan kehadiran fitur baru bernama Privacy Display.
Bocoran ini pertama kali dibagikan oleh pembocor terpercaya Tarun Vats, dan langsung memicu spekulasi luas di kalangan penggemar teknologi.
Berbeda dari solusi berbasis perangkat lunak biasa, Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra disebut-sebut sebagai fitur tingkat perangkat keras.
Ponsel ini dikabarkan mampu mempersempit sudut pandang layar secara fisik, sehingga konten hanya terlihat jelas saat dilihat tepat dari depan. Upaya “mengintip dari samping” pun akan sia-sia.
![Bocoran fitur Privacy Display. [Android Headlines]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/22/46536-bocoran-fitur-privacy-display.jpg)
Teknologi ini dimungkinkan berkat penggunaan panel OLED M14 generasi baru yang dipadukan dengan teknologi eksklusif Samsung bernama Flex Magic Pixel.
Alih-alih mengandalkan lapisan filter tambahan, layar diklaim mampu mengatur arah pancaran cahaya secara dinamis, sebagaimana melansir dari laman Android Headlines, Kamis (22/1/2026).
Melalui One UI 8.5, pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Privacy Display hanya dengan satu sentuhan lewat Quick Panel.
Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy A07 5G, Apa Beda dari Series 4G?
Saat mode ini aktif, layar tetap terlihat terang dan tajam bagi pengguna. Namun dari sudut pandang samping, tampilan akan berubah menjadi gelap atau tidak terbaca sama sekali.
Jika bocoran ini benar, Samsung berpotensi mengakhiri ketergantungan pada pelindung layar privasi pihak ketiga.
Selama ini, aksesori tersebut memang efektif, tetapi sering menimbulkan kompromi seperti layar yang lebih redup, gangguan pada sensor sidik jari, hingga sulitnya berbagi konten dengan orang di sekitar.
Menariknya, integrasi perangkat lunak juga dikabarkan dibuat sangat cerdas. One UI 8.5 disebut akan mendukung otomatisasi Privacy Display, misalnya aktif secara otomatis saat pengguna membuka aplikasi perbankan, dompet digital, atau aplikasi pesan pribadi seperti WhatsApp.
Dengan begitu, pengguna tak perlu lagi mengingat untuk menyalakan fitur ini secara manual.
Namun, ada satu catatan penting. Karena fitur ini sangat bergantung pada perangkat keras layar OLED tertentu, besar kemungkinan model lama seperti Galaxy S25 Ultra tidak akan mendapatkannya lewat pembaruan perangkat lunak.