- Periksa huruf awal nomor model: M (Baru), F (Refurbished), dan N (Replacement).
- iPhone rekondisi sering kali menggunakan komponen kanibal dan tidak memiliki garansi resmi.
- Pastikan IMEI terdaftar di situs resmi Apple dan fisik perangkat berfungsi presisi.
Suara.com - Punya iPhone impian dengan harga miring memang menggoda, tetapi Anda harus ekstra waspada.
Di pasar ponsel bekas, sering kali beredar iPhone rekondisi yang diklaim sebagai barang baru atau refurbished distributor.
Berbeda dengan iPhone refurbished resmi dari Apple, iPhone rekondisi biasanya adalah barang kanibal yang diperbaiki oleh pihak ketiga menggunakan komponen tidak orisinal.
Bahkan, ada temuan teknisi yang mendapati kamera Samsung terpasang di dalam bodi iPhone rekondisi.
Agar tidak tertipu, simak panduan lengkap mengenali ciri-ciri iPhone rekondisi berikut ini:

1. Cek Nomor Model
Cara paling akurat adalah mengecek kode huruf di awal nomor model dengan cara berikut ini.
- Masuk ke menu Settings
- Pilih General
- Pilih About
Anda bisa perhatikan huruf pertama pada kolom Model Number:
M: Perangkat Baru yang artinya produk asli dan baru dari pabrik Apple.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Skincare Lidah Buaya Untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun
F: Perangkat Refurbished Resmi. Pernah dipakai, tapi diperbarui secara resmi oleh Apple sehingga aman dibeli.
N: Perangkat Replacement. Unit pengganti yang diberikan Apple melalui klaim garansi resmi.
P: Perangkat Personalisas yang biasanya ada ukiran nama di bodi belakang.
Waspadai jika penjual bilang barang baru tapi kodenya diawali huruf F atau N, berarti itu bukan barang baru asli dari toko.
2. Harga yang Terlalu Murah
Ingatlah bahwa ada harga, maka ada rupa. iPhone asli, baik baru maupun refurbished resmi memiliki standar harga yang stabil.