IoT Indonesia 2026: 800 Juta Perangkat Siap Terkoneksi, Siapkah Industrinya?

Dythia Novianty Suara.Com
Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:23 WIB
IoT Indonesia 2026: 800 Juta Perangkat Siap Terkoneksi, Siapkah Industrinya?
Ilustrasi Internet of Things (IoT). [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Diproyeksikan 678 juta perangkat IoT akan beredar di Indonesia pada 2025 dengan potensi nilai pasar mencapai 40 miliar dolar AS.
  • Penguatan fondasi nasional mencakup standar, regulasi, dan ketersediaan 11.800 engineer IoT bersertifikasi untuk mendukung pertumbuhan.
  • Indonesia harus mengatasi ketergantungan impor komponen sekaligus memastikan keamanan siber menghadapi peningkatan risiko global.

Suara.com - Ledakan perangkat terhubung di Indonesia memasuki babak baru. Jika sebelumnya Internet of Things (IoT) identik dengan konektivitas, kini arah pembahasannya bergeser, menjadi bagaimana jutaan sensor dan mesin itu membentuk “kecerdasan kolektif” untuk industri dan ekonomi nasional.

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) III, Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) memaparkan proyeksi ambisius. Pada 2025, diperkirakan ada 678 juta perangkat IoT beredar di Indonesia dengan nilai pasar sekitar 40 miliar dolar AS atau setara Rp673 triliun.

Industri ini diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 14,7 persen, dan jumlah perangkat berpotensi menembus 800 juta unit dalam beberapa tahun ke depan.

Dari Standar hingga 11.800 Engineer

Ketua ASIOTI periode 2022–2025, Teguh Prasetya, menegaskan bahwa lonjakan perangkat harus diimbangi penguatan fondasi nasional, mulai dari standar hingga talenta.

“Pengembangan solusi IoT nasional menjadi kebutuhan mendesak seiring masifnya pertumbuhan perangkat di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026).

Sejak awal, ASIOTI mendorong penyusunan SNI IoT, penguatan regulasi, hingga best practice implementasi. Di sisi sumber daya manusia, asosiasi ini telah melahirkan 11.800 engineer IoT bersertifikasi yang diakui secara regional.

Namun, Teguh mengingatkan bahwa tantangan utama masih klasik: pemerataan jaringan. Tidak semua wilayah Indonesia memiliki kualitas konektivitas yang memadai untuk menopang sensor, perangkat monitoring, dan otomasi industri.

Pemanfaatan frekuensi unlicensed 433 MHz dan 920 MHz menjadi salah satu opsi untuk memperluas jangkauan.

Baca Juga: Xiaomi Indonesia Perluas Ekosistem Rumah Pintar, Hadirkan 3 Perangkat AIoT Terbaru

Indonesia: Raksasa Pasar atau Pemain Industri?

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Reza, menyoroti posisi Indonesia dalam peta digital global. Dengan nilai ekonomi digital mencapai 130 miliar dolar AS, terbesar di Asia Tenggara, IoT dinilai krusial untuk mendongkrak daya saing industri.

Namun ia memberi catatan keras, yakni Indonesia masih terlalu dominan sebagai pasar.

Ketergantungan pada impor microcontroller dan mikroprosesor dinilai membuat rantai nilai industri IoT belum sepenuhnya dikuasai di dalam negeri.

Senada, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, M.T., menekankan bahwa IoT adalah pilar penting ekosistem digital karena menjadi ujung tombak optimalisasi sensor dan pemantauan jarak jauh.

Sementara itu, Direktur Kebijakan dan Strategi Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, mengingatkan bahwa IoT bukan semata urusan teknologi.

Perizinan investasi, harmonisasi regulasi, kolaborasi pemerintah-industri, hingga kesiapan data center menjadi elemen krusial untuk menjaga kedaulatan dan kecepatan pemrosesan data.

Musyawarah Nasional (Munas) III, Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI). [ASIOTI]
Musyawarah Nasional (Munas) III, Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI). [ASIOTI]

272 Ribu BTS dan Arah 5G ke Industri

Dalam talkshow bertema IoT Indonesia 2026: Dari Konektivitas ke Kecerdasan Kolektif, General Manager Network Digitalization and Service Innovation Telkomsel, Bowon Baskoro, memaparkan kesiapan infrastruktur.

Saat ini, Telkomsel mengoperasikan lebih dari 272 ribu BTS, terdiri dari 221 ribu BTS 4G dan lebih dari 2.500 BTS 5G, dengan cakupan 4G mencapai 97 persen populasi dan fixed coverage 98 persen wilayah.

“Melalui jaringan yang andal, latensi rendah, dan skalabilitas tinggi, Telkomsel mendorong implementasi solusi berbasis otomatisasi, kecerdasan buatan, hingga pemantauan real-time guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri,” ujar Bowon.

5G diarahkan untuk use case seperti smart mining, smart warehouse, dan smart manufacturing, area yang menuntut latensi rendah dan respons instan.

IoT yang Menghemat Ratusan Miliar

Implementasi nyata juga dipaparkan Founder PT Myeco Inovasi Indonesia (myECO), Maulana Derifato A. Ia menyebut solusi AI dan IoT yang dikembangkan perusahaannya telah terpasang di lebih dari 55.000 perangkat lintas sektor.

“Hingga kini, solusi tersebut telah digunakan oleh lebih dari 55.000 perangkat dan pelanggan dari berbagai sektor,” ujarnya.

Salah satu implementasi di Grup Astra (AGEn) diklaim menghasilkan penghematan biaya operasional hingga Rp368 miliar dan efisiensi energi 3.136 terajoule berdasarkan laporan keberlanjutan 2024.

Di sisi lain, Tribe Leader Telkom Regional Solution Antares Telkom Indonesia, Ibnu Alinursafa, menegaskan perluasan IoT ke smart city, utilities, agriculture, asset tracking, dan manufaktur—dengan pendekatan biaya kompetitif dan dukungan teknis lokal.

Ancaman Siber Mengintai

Namun, semakin banyak perangkat terhubung berarti semakin luas pula permukaan serangan siber. Sandiman Muda Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Energi dan Sumber Daya Alam Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN RI), Agus Winarno, mengingatkan ancaman global kian meningkat.

“Penguatan sistem keamanan siber, perlindungan jaringan, enkripsi data, serta peningkatan kesiapan SDM menjadi keharusan agar percepatan digitalisasi tidak justru meningkatkan risiko kebocoran data dan gangguan operasional,” tegasnya.

Lonjakan penggunaan cloud, DDoS, hingga ransomware mempertegas bahwa IoT tanpa keamanan hanya akan menjadi pintu masuk baru bagi serangan.

Munas III juga menetapkan Dr. Faizal Rochmad Djoemadi, M.Sc sebagai Ketua ASIOTI periode 2026–2029, menggantikan Teguh Prasetya. Faizal saat ini menjabat Direktur IT & Digital PT Telkom Indonesia dan dikenal sebagai motor transformasi digital perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI