TCL resmi menggeser Samsung sebagai merek Smart TV terlaris Desember 2025.
Pangsa pasar TCL mencapai 16 Persen, ungguli Samsung yang meraih 13 Persen.
Strategi harga kompetitif di Asia-Pasifik jadi kunci utama kemenangan global TCL.
Suara.com - Samsung mendominasi pasar smart TV pada hampir sepanjang 2025. Firma riset Counterpoint baru-baru ini mengungkap data bahwa TCL berhasil mengakhiri dominasi Samsung pada akhir 2025.
Merek elektronik China yang berdiri sejak 1981 tersebut mengalami peningkatan pangsa pasar pada November dan Desember tahun lalu.
Grafis yang dibagikan oleh Counterpoint mengungkap bahwa TCL berhasil mengulangi lesatan pasar seperti akhir 2024.
Pada Desember tahun lalu, pangsa pasar TCL sebesar 15 persen, mengungguli Samsung yang hanya 12 persen.
Pada Desember 2025, TCL meraih pangsa pasar global 16 persen sementara Samsung hanya 13 persen.
Hisense dan LG berada di posisi ketiga dan keempat dengan pangsa pasar masing-masing 12 persen serta 8 persen.

Berikut 5 merek smart TV terlaris periode Desember 2025 menurut data Counterpoint:
- TCL (16 persen)
- Samsung (13 persen)
- Hisense (12 persen)
- LG (8 persen)
- Walmart (5 persen)
Kemenangan TCL bukan tanpa alasan. Strategi mereka yang berfokus pada TV kelas menengah dan terjangkau terbukti sangat efektif, terutama di pasar Asia-Pasifik, China, dan Timur Tengah.
Ditambah lagi dengan penetapan harga yang agresif untuk model premiumnya selama musim liburan, TCL berhasil merebut hati konsumen.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Smart TV LG Mulai Rp2 Jutaan, Layar Lebar 32-50 Inci
Sementara itu, Samsung, yang masih menjadi raja untuk total pengiriman kuartal keempat 2025, tampaknya mulai merasakan tekanan.

Pergeseran fokus Samsung dan LG ke panel OLED yang lebih mahal menciptakan celah di segmen TV LCD yang lebih terjangkau.
Peluang tersebut dimanfaatkan dengan cerdas oleh TCL untuk mendongkrak volume penjualan mereka. Kondisi itu diperkuat oleh analisis dari para ahli industri.
"TCL telah mendapatkan momentum selama berbulan-bulan, dan lonjakan akhir tahun mendorongnya melewati Samsung pada bulan Desember. Meskipun hanya untuk satu bulan, pengiriman TCL secara konsisten tumbuh dari tahun ke tahun sementara pengiriman Samsung stagnan," kata Bob O'Brien, Direktur Riset Counterpoint.
Mengutip Sam Mobile dan Counterpoint, ancaman terbesar bagi Samsung justru ada di masa depan.
Ambisi TCL untuk masuk ke pasar premium akan semakin mulus berkat kemitraan strategisnya dengan Sony.
Dengan rencana pengambilalihan bisnis hiburan rumah Sony dan penggunaan merek legendaris 'BRAVIA', TCL diposisikan untuk menantang dominasi Samsung di segmen TV kelas atas.
Sebagai referensi, kedua perusahaan telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengonfirmasi niat mereka dalam mendirikan usaha patungan.
Berdasarkan pengumuman resmi, TCL mengambil alih bisnis hiburan rumah Sony, dengan TCL memegang 51 persen dan Sony memegang 49 persen sahamnya.
Meskipun kemenangan TCL di bulan Desember mungkin masih bersifat sementara, ini adalah sinyal peringatan yang sangat jelas bagi Samsung.
Kombinasi harga kompetitif, momentum pertumbuhan yang kuat, dan aliansi strategis dengan Sony menunjukkan bahwa era dominasi tunggal di pasar TV global mungkin akan segera berakhir.