- Gemini Google hadir sebagai asisten AI personal di Ramadan 2026 untuk mengubah pertanyaan menjadi rencana konkret, mulai kesehatan hingga logistik.
- Kini Gemini mendukung pengalaman multimodal penuh, memungkinkan pengguna membuat musik dan visual melalui instruksi teks sederhana.
- Inovasi Gemini terintegrasi ke ekosistem Google seperti Kalender, bertindak sebagai asisten proaktif dalam rutinitas pengguna sehari-hari.
Suara.com - Ramadan 2026 menandai perubahan besar dalam cara masyarakat Indonesia merencanakan aktivitasnya.
Data pencarian di Google Search sepanjang 2025 menunjukkan lonjakan kueri seperti “menu sahur agar tidak lemas” hingga “CCTV jalur mudik”. Artinya, publik kini tak lagi sekadar mencari informasi, tetapi ingin solusi yang terukur dan strategis.
Menjawab kebutuhan itu, Gemini dari Google hadir sebagai asisten AI personal yang mampu mengubah pertanyaan sederhana menjadi rencana konkret, mulai dari kesehatan, logistik perjalanan, hingga peluang bisnis musiman.
Menurut Communication Manager Google Indonesia, Feliciana Wienathan, AI kini tak lagi sebatas alat pencari jawaban.
“Sebuah ide dan kreativitas yang mungkin terdengarnya agak nggak mungkin atau agak sulit, tapi dengan bantuan Gemini semua itu jadi mungkin,” ujarnya dalam acara Google Gebrakan Ramadan 2026 di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Gemini dirancang memahami konteks dan tujuan pengguna. Ketika seseorang mengetik permintaan seperti “buatkan jadwal olahraga saat puasa” atau “rencana bisnis hampers Ramadan,” AI ini langsung menyusun langkah detail yang bisa langsung dieksekusi.
![Communication Manager Google Indonesia, Feliciana Wienathan dalam acara Google Gebrakan Ramadan 2026 di Jakarta, Jumat (27/2/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/28/93068-communication-manager-google-indonesia-feliciana-wienathan.jpg)
“Gemini membantu kita berpikir, menjadi teman yang punya segala macam informasi. Cukup dengan ngobrol atau memberikan prompt,” tegas Feliciana.
Era Baru AI Multimodal: Musik, Visual, hingga Video
Tahun ini menjadi babak baru dengan kehadiran Lyria 3 berbasis teknologi Google DeepMind. Gemini kini mendukung pengalaman multimodal penuh, teks, gambar, video, bahkan musik.
Baca Juga: Kaspersky Bongkar Modus Phishing Google Tasks 2026: Pakai Notifikasi Resmi, Curi Akun Perusahaan
Pengguna bisa membuat trek musik Qasidah 30 detik lengkap dengan cover art bertema batik dan elemen Ramadan hanya lewat satu instruksi. Fitur ini membuka peluang baru bagi kreator konten, UMKM, hingga keluarga yang ingin membuat vlog mudik lebih personal.
“Ingin membuat side dish untuk hampers? Gunakan Deep Research untuk riset market, melihat opportunity, memahami perilaku pelanggan,” jelas Feliciana.
“Bukan cuma riset bisnis, bahkan untuk langsung berdagang pun bisa dilakukan lewat Deep Research.”
Personalisasi Terintegrasi: Dari Kalender hingga Workspace
Kekuatan Gemini terletak pada integrasinya ke berbagai ekosistem produk Google seperti Google Workspace dan Google Calendar.
Contohnya, pengguna dapat meminta:
“Berikan rencana olahraga yang menyesuaikan dengan rutinitas puasa Ramadan. Saya pria 25 tahun, berat 80 kg, tinggi 170 cm, ingin tetap kuat dan mencapai bentuk tubuh ideal.”
![Communication Manager Google Indonesia, Feliciana Wienathan dalam acara Google Gebrakan Ramadan 2026 di Jakarta, Jumat (27/2/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/28/50887-communication-manager-google-indonesia-feliciana-wienathan.jpg)
Gemini akan menyusun jadwal latihan bodyweight yang realistis, lalu mengintegrasikannya otomatis ke kalender pengguna.
“Itulah powerful-nya Gemini. Ini adalah personal assistant yang proaktif, bukan hanya reaktif,” katanya.
Gebrakan Ramadan Gemini di Blok M
Untuk memperkenalkan inovasi ini secara langsung, Google menghadirkan pengalaman imersif “Gebrakan Ramadan Gemini” di Gang Viral, Blok M, Jakarta, pada 27 Februari–2 Maret 2026.
Pengunjung dapat menjelajahi berbagai “universe” personalisasi dan mencoba langsung bagaimana Gemini membantu mengatur keseimbangan antara ibadah, kreativitas, dan produktivitas.
“Kami percaya asisten AI yang personal akan lebih terasa dampaknya ketika sudah dicoba langsung,” pungkas Feliciana.