-
Donald Trump ancam hancurkan Iran dalam satu malam jika kesepakatan gagal.
-
Iran mengklaim miliki persediaan rudal besar untuk serang pangkalan Amerika Serikat.
-
Teheran bantah laporan Israel dan siapkan rudal besar.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengumbar ancaman ke Iran. Menurut Trump, AS dapat menghabisi Iran dalam satu malam saja.
Tak berselang lama dari pernyataan Donald Trump, Iran mengatakan bahwa mereka masih mempunyai banyak cadangan rudal untuk menyerang Israel dan pangkalan AS di Timur Tengah.
Media lokal bersumber dari Kantor Berita Fars mewawancarai seorang petinggi militer serta mengungkap bila Teheran mempunyai persediaan rudal sangat besar.
"Iran mempunyai persediaan rudal yang 'sangat besar', dengan semua pangkalan beroperasi dan peluncuran terus berlanjut setiap hari," tulis laporan Kantor Berita Fars (Fars News Agency).
Berita tersebut diyakini sebagai 'balasan' atas ancaman Trump serta tuduhan IDF bahwa stok rudal Iran telah menipis.
Sumber dari Iran membantah klaim bahwa persediaan telah 'habis', dan menyatakan bahwa persenjataan di satu 'Kota Rudal' tiga kali lebih besar daripada perkiraan yang diberikan oleh tentara pendudukan Israel.
![Serangan rudal Iran ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia memicu kekhawatiran baru tentang kemampuan jarak jauh rudal milik Teheran. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/03/22/17114-serangan-rudal-iran.jpg)
Laporan intelijen dari media Iran mengklaim mempunyai persediaan antara 2.000-2.500 rudal.
Donald Trump Bermanuver, Iran Tak Mau Kalah
Pernyataan terbaru Donald Trump menambah panas situasi di Timur Tengah.
Presiden AS mengancam akan melenyapkan Iran bila negara tersebut gagal mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu yang diberikan.
"Seluruh negara (Iran) bisa hancur dalam satu malam. Dan malam itu mungkin besok malam," ancam Donald Trump saat konferensi pers pada Senin (7/4/2026) dikutip dari BBC dan Aljazeera.
Trump mendesak agar Iran tak lagi memblokir Selat Hormuz serta meredakan serangan drone.
Batas waktu yang ditetapkan Trump untuk kesepakatan yang "dapat diterima" (mencakup arus bebas energi melalui Teluk) adalah pukul 20:00 waktu Washington DC pada hari Selasa (00:00 GMT pada hari Rabu).
Ancaman Donald Trump lantas viral di media sosial. Ia turut mengancam kembali Iran dengan narasi 'Zaman Batu'.
"Mereka tidak akan memiliki jembatan. Mereka tidak akan memiliki pembangkit listrik. Iran akan dikembalikan ke Zaman Batu," ancam Donald Trump.