Perkumpulan Developer Game Bertemu Komdigi, Bahas Keresahan Tentang RC di IGRS

Farah Nabilla | Rezza Dwi Rachmanta | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 14:40 WIB
Perkumpulan Developer Game Bertemu Komdigi, Bahas Keresahan Tentang RC di IGRS
Rating usia IGRS. [ist]

Komdigi dan Asosiasi Game Indonesia bahas polemik label RC di Steam.

Kekacauan rating IGRS terjadi akibat bug teknis dan masalah sinkronisasi data.

Banyak game lama otomatis kena RC karena belum mengisi kuesioner terbaru.

Suara.com - Pelabelan Indonesia Game Rating System (IGRS) memancing kehebohan di media sosial pada pekan ini. Setelah beragam keributan, perkumpulan developer (pengembang) game Indonesia akhirnya bertemu dengan perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 8 April 2026.

Salah satu topik yang dibahas adalah label RC (Refused Classification). Sebagai informasi, RC (Refused Classification) dan keterangan 'Not Fit For Distribution' pada Steam viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, IGRS sempat trending 5-6 April 2026 di mana banyak gamer melampiaskan emosi terhadap kebijakan Komdigi.

Label RC sendiri berarti game yang tidak layak didistribusikan karena melanggar regulasi nasional.

Melalui keterangan kepada media, Komdigi mengakui bahwa IGRS berlandaskan undang-undang serta bermaksud 'baik' untuk gamer Indonesia.

Meski begitu, mereka tak menampik bila implementasi pertama justru menimbulkan keanehan.

IGRS
IGRS

"Contohnya game seperti PUBG di platform Steam, ratenya 3+. Sementara game Upin Ipin Universe di rate 18. Ini sangat aneh menurut kami dan sangat janggal. Makanya kita melakukan investigasi ini untuk melakukan apa sebenarnya permasalahannya dan baik di internal PUBG ataupun di eksternal di pihak Steam," kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana saat konferensi pers pada Selasa (7/4/2026).

Komdigi menyatakan bahwa mereka akan melakukan investigasi lanjutan terkait masalah IGRS. Di sisi lain, Steam mengakui adanya bug teknis yang membuat IGRS bermasalah.

"Sebuah bug teknis dan miskomunikasi mengakibatkan peringkat yang tidak akurat dan tidak lengkap ditampilkan sementara di Steam antara tanggal 2 April hingga 5 April," bunyi keterangan Steam.

AGI Bertemu Komdigi

Beberapa pelaku industri termasuk Kris Antoni dan Adam Ardisasmita membagikan hasil pertemuan mereka dengan Komdigi pada 8 April 2026 lalu.

"Kemarin bareng teman-teman gamedev dan AGI (Asosiasi Game Indonesia berdialog bersama Komdigi perihal IGRS. Yang dibahas antara lain: keresahan mengenai RC, penilaian klasifikasi, dan apa yang terjadi di Steam. Semoga bisa menjadi lebih baik," tulis Kris Antoni selaku founder Toge Productions di X.

Sebelumnya, banyak gamer dan developer lokal dibuat bingung dan khawatir ketika menemukan game anak-anak mendapat rating 18+, sementara judul dewasa justru lolos dengan rating 3+.

Menjawab kehebohan ini, Adam Ardisasmita sebagai perwakilan dari Asosiasi Game Indonesia (AGI) memberikan pernyataan setelah berdiskusi langsung dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Menurut hasil diskusi yang dibagikan lewat Medium, kekacauan ini disebabkan oleh miskomunikasi dan bug teknis.

"Nah, ini berikut beberapa poin yang kita minta klarifikasi bersama. Isu pertama adalah soal rating yang salah. Jadi Komdigi dan Steam itu memang sudah tektokan komunikasi dari 2 tahun lalu. Diskusinya pun cukup lancar dan aman-aman aja. Karena buat Steam regulasi rating seperti ini hal yang biasa mereka lakukan. Tapi kenapa bisa nggak pas nih hasilnya? Penyebabnya pertama adalah tidak semua game di Steam sudah mengisi kuesioner. Jadi kan tiap negara ini punya ratingnya sendiri-sendiri, dan itu di-compile jadi satu kuesioner, yang ketika kita selesai mengisi, kita akan punya rating ESRB, PEGI, dan lain-lain. Masalahnya Steam itu baru mengimplementasikan kuesioner ini belum lama ini. Jadi sebelum Steam punya kuesioner, game-game yang ada sebelum ini, yang lama-lama itu memang otomatis tidak bisa di-convert ke rating, dan dia pasti akan dapat RC di semua negara termasuk di Indonesia," kata Adam.

Sistem IGRS yang seharusnya masih dalam tahap sinkronisasi, terlanjur tayang ke publik.

Selain itu, banyak game lama di Steam belum mengisi kuesioner rating yang baru, sehingga otomatis mendapatkan label RC.

Meski sudah ada penjelasan, para pelaku industri alias gamedev tetap menyuarakan keresahan yang lebih dalam.

Mereka khawatir sistem IGRS dan label RC bisa menjadi senjata untuk melakukan pemblokiran dan sensor sewenang-wenang di masa depan.

Hal ini dinilai dapat menghambat pertumbuhan developer baru dan membuat pasar lokal tidak ramah bagi karya anak bangsa.

Pihak Komdigi sendiri menyatakan bahwa tujuan IGRS adalah melindungi konsumen, layaknya label informasi alergi pada makanan, dan pemblokiran adalah langkah terakhir setelah teguran berulang.

Dialog antara pemerintah dan pelaku industri masih terus berjalan untuk menyempurnakan regulasi yang dinilai belum matang ini.

Kejelasan dan transparansi menjadi kunci agar IGRS benar-benar berfungsi sebagai pemandu, bukan sebagai gerbang penghalang kreativitas.

"Pak Sony menjelaskan lagi bahwa Komdigi tidak bisa memblok karya kecuali memang sudah diberikan teguran berulang-ulang dan memang ada dorongan dari keresahan masyarakat. Tapi sayangnya RC ini memang digunakan di negara lain sebagai produk yang diblokir. Jadi sebaiknya ada label lain yang diberikan agar konsumen tahu bahwa game ini masih dalam pemeriksaan atau belum memberikan info konten mereka, tetapi masih bisa dikonsumsi," bunyi keterangan ringkasan FGD AGI dengan Komdigi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peluncuran Game James Bond 007 First Light untuk Switch 2 Ditunda, PC Sesuai Jadwal

Peluncuran Game James Bond 007 First Light untuk Switch 2 Ditunda, PC Sesuai Jadwal

Tekno | Kamis, 09 April 2026 | 13:38 WIB

Penjelasan Update Free Fire 'Misteri Bawah Laut' 8 April, Ada Tips Klaim Hadiah Anyar

Penjelasan Update Free Fire 'Misteri Bawah Laut' 8 April, Ada Tips Klaim Hadiah Anyar

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 20:01 WIB

GTA 6 Diprediksi Mengadopsi Fitur Terbaik dari Red Dead Redemption 2

GTA 6 Diprediksi Mengadopsi Fitur Terbaik dari Red Dead Redemption 2

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 16:27 WIB

Game of Thrones Dragonfire Resmi Tersedia di Android dan iOS, Jadi Game Gratis

Game of Thrones Dragonfire Resmi Tersedia di Android dan iOS, Jadi Game Gratis

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 13:34 WIB

Terkini

Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta

Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 00:35 WIB

23 Kode Redeem FC Mobile 14 April 2026, Kejutan Spesial EA dan Persiapan Event Baru

23 Kode Redeem FC Mobile 14 April 2026, Kejutan Spesial EA dan Persiapan Event Baru

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 19:20 WIB

Tips Memilih Power Bank yang Aman Dibawa Naik Pesawat, Ini 5 Rekomendasi Terbaik

Tips Memilih Power Bank yang Aman Dibawa Naik Pesawat, Ini 5 Rekomendasi Terbaik

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 18:10 WIB

24 Kode Redeem FF 14 April 2026, Siap-siap Mystery Shop Kolab Gintama Segera Rilis di Server Indo

24 Kode Redeem FF 14 April 2026, Siap-siap Mystery Shop Kolab Gintama Segera Rilis di Server Indo

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 18:05 WIB

Strategi PB ESI Siapkan Timnas Indonesia untuk Ajang Global ENC 2026

Strategi PB ESI Siapkan Timnas Indonesia untuk Ajang Global ENC 2026

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 17:43 WIB

Bocoran Harga Redmi K90 Max, HP Gaming dengan Dimensity 9500 dan RAM 16 GB

Bocoran Harga Redmi K90 Max, HP Gaming dengan Dimensity 9500 dan RAM 16 GB

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

RedMagic Gaming Tablet 5 Pro Bocor, Usung Layar OLED 185Hz dan Snapdragon 8 Elite

RedMagic Gaming Tablet 5 Pro Bocor, Usung Layar OLED 185Hz dan Snapdragon 8 Elite

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB

IGRS Kembali Trending, Spoiler Penting Game James Bond 007 First Light Bocor

IGRS Kembali Trending, Spoiler Penting Game James Bond 007 First Light Bocor

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 15:58 WIB

Oppo F33 Pro 5G Muncul di Google Play Console, Bawa RAM 8GB dan Baterai 7000mAh Jelang Rilis

Oppo F33 Pro 5G Muncul di Google Play Console, Bawa RAM 8GB dan Baterai 7000mAh Jelang Rilis

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 15:50 WIB

5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh

5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 15:25 WIB