-
Rockstar Games konfirmasi kebocoran data melalui platform pihak ketiga, Anodot.
-
Peretas ShinyHunters mengancam akan membocorkan data jika tuntutan tidak dipenuhi.
-
Pihak Rockstar pastikan insiden tidak berdampak pada pemain maupun operasional perusahaan.
Suara.com - Drama peretasan kembali menimpa Rockstar Games, pengembang di balik salah satu game paling dinanti, Grand Theft Auto 6.
Belum lama ini, perusahaan mengonfirmasi adanya pelanggaran data baru setelah kelompok peretas bernama ‘ShinyHunters’.
Hacker atau peretas mengancam akan membocorkan data internal jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Insiden ini menambah panjang daftar masalah keamanan siber yang dihadapi Rockstar menjelang peluncuran GTA 6.
Kelompok peretas tersebut mengklaim telah membobol data Rockstar Games melalui Anodot, sebuah platform analitik pihak ketiga.
Dengan tegas, mereka memberikan ultimatum. “Bayar atau kami bocorkan. Ini adalah peringatan terakhir untuk menghubungi kami sebelum 14 April 2026, sebelum kami membocorkan informasi, beserta beberapa masalah digital menjengkelkan yang akan Anda alami. Buatlah keputusan yang tepat, jangan sampai menjadi berita utama berikutnya," tulis hacker di dark web.
Menanggapi ancaman, Rockstar segera merilis pernyataan untuk menenangkan para penggemar.
Juru bicara perusahaan memastikan bahwa data yang diakses tidak akan membahayakan pemain.
“Kami dapat mengonfirmasi bahwa sejumlah kecil informasi perusahaan yang tidak bersifat material telah diakses sehubungan dengan pelanggaran data pihak ketiga. Insiden ini tidak berdampak pada organisasi kami atau para pemain kami," klaim Rockstar dikutip dari VGC.
Bagi fans, situasi tersebut terasa seperti déjà vu. Ini bukan kali pertama Rockstar Games menjadi sasaran.
Pada tahun 2022, dunia game dihebohkan oleh kebocoran gameplay GTA 6 berskala besar yang mengungkap cuplikan mentah dari game tersebut.
Peretasan besar itu dilakukan oleh seorang remaja asal Inggris, Arion Kurtaj, yang berhasil membobol sistem Rockstar dari kamar hotel.
Bahkan, trailer resmi pertama GTA 6 juga sempat bocor lebih awal pada Desember 2023, memaksa Rockstar untuk merilisnya lebih cepat dari jadwal.
Meskipun ShinyHunters, yang rekam jejaknya termasuk menargetkan Microsoft dan Ticketmaster, belum merinci data apa yang mereka miliki, potensi kebocorannya bisa mencakup data keuangan hingga jadwal pemasaran.
Di tengah drama peretasan ini, para gamer tetap menantikan tanggal rilis Grand Theft Auto 6 yang dijadwalkan pada 19 November 2026 untuk platform PS5 dan Xbox Series X/S.