- Lonjakan harga chip memori dan kebutuhan AI memicu potensi krisis pasokan global yang diprediksi berlangsung hingga tahun 2027.
- Apple melobi pemerintah AS agar diizinkan membeli chip DRAM dari perusahaan China, CXMT, demi mendiversifikasi rantai pasok mereka.
- Kebutuhan RAM tinggi untuk fitur Apple Intelligence berisiko menurunkan produksi perangkat Apple akibat terbatasnya ketersediaan komponen memori global.
Akibatnya, produksi chipset Apple A20 yang diproyeksikan digunakan pada generasi iPhone berikutnya disebut berpotensi turun sekitar 10 persen hingga 20 persen dibandingkan rencana awal untuk periode akhir 2026 hingga awal 2027.
![Ilustrasi Chip Apple A19 Pro. [Apple]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/01/63003-ilustrasi-chip-apple-a19-pro.jpg)
Apple Intelligence Jadi Penyebab Kebutuhan RAM Meningkat
Kebutuhan memori yang lebih besar juga dipicu oleh pengembangan Apple Intelligence, platform AI milik Apple yang membutuhkan kapasitas RAM lebih tinggi dibandingkan generasi perangkat sebelumnya.
Karena itu, Apple dinilai tidak hanya ingin menekan biaya produksi, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap satu atau dua pemasok utama.
Menambah CXMT ke dalam rantai pasok memang belum tentu mampu menurunkan harga chip secara signifikan karena kapasitas produksinya masih terbatas.
Namun, langkah tersebut dianggap penting sebagai strategi diversifikasi untuk menjaga stabilitas pasokan komponen.
Industri Smartphone Berpotensi Terdampak
Sebelumnya, produsen komputer Lenovo juga telah memperingatkan bahwa lonjakan harga memori kemungkinan akan menjadi "normal baru" di industri semikonduktor.
Jika tren tersebut berlanjut, bukan hanya Apple yang terdampak. Produsen smartphone Android, laptop, hingga perangkat AI diperkirakan akan menghadapi kenaikan biaya produksi yang dapat berimbas pada harga jual produk kepada konsumen.
Hingga kini belum ada kepastian apakah pemerintah Amerika Serikat akan memberikan izin bagi Apple untuk menggunakan chip DRAM buatan CXMT.
![Ilustrasi Apple. [STR/AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/21/81350-ilustrasi-apple.jpg)
Namun, perkembangan ini menunjukkan semakin besarnya tantangan rantai pasok global di tengah pesatnya permintaan chip untuk teknologi AI.