- Fitur Extended RAM memanfaatkan sebagian penyimpanan internal untuk membantu stabilitas multitasking ponsel dengan memindahkan data aplikasi latar belakang.
- Para ahli menyatakan kecepatan penyimpanan internal lebih lambat daripada RAM fisik sehingga fitur ini memiliki batasan performa.
- Konsumen di Indonesia dapat memilih ponsel pintar harga tiga jutaan rupiah dengan RAM fisik delapan gigabita dan penyimpanan dua ratus lima puluh enam gigabita.
Suara.com - Di pertengahan tahun 2026 ini, banyak dari kita mulai bersikap sangat selektif sebelum memutuskan untuk membeli smartphone baru guna menunjang aktivitas kerja maupun hiburan harian.
Salah satu fitur yang belakangan ini sangat gencar dipromosikan oleh berbagai produsen gawai pintar adalah virtual RAM, yang kerap kali dilabeli dengan istilah Extended RAM atau RAM Expansion.
Di segmen telepon seluler pintar murah kelas entri hingga menengah di Indonesia, kehadiran fitur ini sering kali diklaim sebagai solusi instan untuk meningkatkan kemampuan multitasking tanpa perlu melakukan upgrade perangkat keras.
Namun, apakah penambahan kapasitas memori virtual ini benar-benar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kecepatan ponsel saat digunakan, ataukah ini hanya sekadar gimik pemasaran untuk menarik minat pembeli?
Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, kita perlu memahami bagaimana fitur ini bekerja di dalam sistem operasi ponsel.

Konsep dasar dari virtual RAM sebenarnya cukup sederhana: saat kita membuka banyak aplikasi secara bersamaan dan kapasitas RAM fisik gawai kita mulai penuh, sistem operasi akan memindahkan sebagian data dari aplikasi latar belakang yang sedang tidak aktif ke dalam ruang penyimpanan internal ponsel atau ROM yang telah dialokasikan khusus sebagai memori virtual.
Ketika kita kembali membuka aplikasi latar belakang tersebut, sistem akan memindahkan kembali datanya ke RAM utama agar aplikasi tidak perlu memuat ulang dari awal.
Fitur ini memang terbukti membantu meningkatkan stabilitas multitasking dan menjaga aplikasi tetap aktif di latar belakang lebih lama, terutama pada ponsel dengan spesifikasi RAM bawaan yang terbatas.
Meskipun demikian, performa virtual RAM ini memiliki batasan mendasar yang wajib Anda ketahui agar tidak kecewa setelah membeli ponsel baru.
Terkait efisiensi nyata dari teknologi ini, ulasan dari para ahli menyarankan kita untuk bersikap realistis. Situs Erablue.id menjelaskan bahwa:
"Extended RAM adalah fitur yang memungkinkan sistem menggunakan sebagian ruang penyimpanan internal (storage) sebagai RAM virtual."
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa "kapasitas RAM HP secara hardware tetap sama, hanya cara pengelolaannya yang dibuat lebih fleksibel dengan memanfaatkan storage internal."

Di sisi lain, ulasan kritis di situs Planet Gadget juga membenarkan bahwa fitur ini tidak seutuhnya seindah materi promosi brosur iklan gawai.
Ia mengingatkan pengguna bahwa "kecepatan bacanya dan tulisannya jauh lebih lambat dibanding kecepatan RAM yang beneran."
Bahkan, dalam beberapa kasus yang ditemui di lapangan, mengaktifkan fitur memori virtual ini secara berlebihan justru berpotensi membuat kinerja ponsel terasa lebih lambat atau memicu aplikasi sering keluar sendiri (crash) apabila performa ruang penyimpanan internal bawaan ponsel tersebut kurang optimal.