- Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.
- Bencana tersebut menyebabkan 200 menara pemancar sinyal operator seluler mengalami malfungsi dan pemadaman telekomunikasi.
- Kementerian Komdigi menggunakan dashboard monitoring terpadu untuk mendeteksi titik kerusakan dan mempercepat pemulihan jaringan.
Untuk mempercepat pemulihan, Komdigi tidak bekerja secara manual. Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) memanfaatkan dashboard monitoring canggih yang terintegrasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) dan pemerintah daerah.
![Gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). [Antara/Gecio Viana/sth/nz]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/15/37853-gempa-magnitudo-77-yang-mengguncang-flores-nusa-tenggara-timur-ntt.jpg)
Teknologi ini memungkinkan pemerintah mendeteksi secara presisi titik mana yang mengalami kerusakan transmisi agar penanganan bisa dilakukan tepat sasaran begitu kondisi lapangan stabil.
Wayan Toni menambahkan bahwa pihaknya akan terus memberikan update secara berkala.
“Begitu kondisi memungkinkan dan aman secara teknis, penanganan pada site yang mengalami gangguan akan langsung dipacu,” tambahnya.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak, disarankan untuk tetap tenang, menghemat daya baterai perangkat komunikasi, dan terus mengikuti arahan resmi dari BMKG serta pemerintah setempat. Pulihnya sinyal adalah kunci vital agar bantuan dan informasi evakuasi bisa tersalurkan tanpa hambatan.