- Segitiga lancip memiliki tiga sudut yang ukurannya masing-masing kurang dari 90 derajat dengan total 180 derajat.
- Segitiga tumpul mempunyai satu sudut berukuran lebih dari 90 derajat serta dua sudut lancip dengan jumlah keseluruhan 180 derajat.
- Segitiga siku-siku dicirikan dengan satu sudut tepat 90 derajat dan dua sudut lancip yang totalnya bernilai 180 derajat.
Suara.com - Segitiga dapat dibedakan berdasarkan beberapa karakteristik, salah satunya adalah ukuran sudut yang dimiliki setiap bangun.
Perbedaan besar sudut tersebut membuat segitiga terbagi menjadi tiga jenis, yaitu segitiga lancip, segitiga tumpul, dan segitiga siku-siku.
Masing-masing jenis segitiga mempunyai ciri khusus yang dapat dikenali dengan mengamati besar ketiga sudutnya.
Memahami macam-macam segitiga berdasarkan besar sudutnya akan membantu siswa mengenali bentuk geometri sekaligus memahami hubungan antarsudut dalam sebuah bangun datar.
Macam-Macam Segitiga Berdasarkan Besar Sudutnya
Sebelum membedakan jenisnya, perlu diketahui bahwa jumlah ketiga sudut dalam setiap segitiga selalu 180°. Berdasarkan besar sudut tersebut, segitiga dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis berikut.
1. Segitiga Lancip

Segitiga lancip adalah segitiga yang ketiga sudutnya memiliki ukuran kurang dari 90°. Dengan demikian, tidak ada satu pun sudut pada segitiga ini yang mencapai atau melebihi 90°.
Sudut yang besarnya lebih dari 0° tetapi kurang dari 90° disebut sudut lancip. Karena seluruh sudut pada segitiga lancip termasuk kategori tersebut, bentuk segitiga ini tampak memiliki bagian-bagian sudut yang relatif sempit.
Sebagai contoh, sebuah segitiga mempunyai sudut 50°, 60°, dan 70°. Ketiganya berada di bawah 90° dan jika dijumlahkan menghasilkan 180°, sehingga segitiga tersebut termasuk segitiga lancip.
Ciri utama segitiga lancip adalah:
- Memiliki tiga sudut lancip.
- Setiap sudut berukuran kurang dari 90°.
- Jumlah ketiga sudutnya tetap 180°.
2. Segitiga Tumpul

Segitiga tumpul merupakan segitiga yang memiliki satu sudut berukuran lebih dari 90° tetapi kurang dari 180°. Sudut dengan ukuran tersebut disebut sudut tumpul.
Hanya satu sudut yang dapat menjadi sudut tumpul dalam sebuah segitiga. Pasalnya, jika terdapat dua sudut yang masing-masing lebih dari 90°, jumlah keduanya saja sudah melebihi 180°, sedangkan total sudut segitiga harus tepat 180°.
Misalnya, sebuah segitiga mempunyai sudut 110°, 40°, dan 30°. Ketiga sudut tersebut berjumlah 180°, sementara sudut 110° merupakan sudut tumpul, sehingga bangun tersebut termasuk segitiga tumpul.
Ciri-ciri segitiga tumpul antara lain:
- Memiliki satu sudut tumpul.
- Ukuran satu sudut lebih dari 90° dan kurang dari 180°.
- Dua sudut lainnya merupakan sudut lancip.
- Jumlah ketiga sudutnya adalah 180°.
3. Segitiga Siku-Siku

Segitiga siku-siku adalah segitiga yang mempunyai satu sudut tepat 90°. Sudut tersebut disebut sudut siku-siku dan biasanya mudah dikenali karena membentuk pertemuan dua garis yang saling tegak lurus.
Contohnya, sebuah segitiga mempunyai sudut 90°, 60°, dan 30°. Karena salah satu sudutnya tepat 90° dan keseluruhan sudut berjumlah 180°, bangun tersebut dikategorikan sebagai segitiga siku-siku.
Segitiga siku-siku banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada bentuk penyangga, tangga, penggaris segitiga, hingga struktur bangunan tertentu.
Ciri-ciri segitiga siku-siku meliputi:
- Memiliki satu sudut siku-siku.
- Besar salah satu sudutnya tepat 90°.
- Dua sudut lainnya merupakan sudut lancip.
- Jumlah seluruh sudutnya adalah 180°.
Cara paling mudah membedakannya adalah dengan memperhatikan ukuran sudut terbesar pada segitiga, jika kurang dari 90° maka menunjukkan segitiga lancip, lebih dari 90° menunjukkan segitiga tumpul, sedangkan tepat 90° menunjukkan segitiga siku-siku.