Jangan Asal Hitung, Pajak Air Permukaan Perusahaan Sawit Jadi Polemik

Achmad Fauzi

Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:27 WIB
Jangan Asal Hitung, Pajak Air Permukaan Perusahaan Sawit Jadi Polemik
Ilustrasi pajak air permukaan. [Ist]
baca 10 detik
  • Konsultan pajak Wiston Manihuruk menyatakan penghitungan Pajak Air Permukaan kelapa sawit pada Selasa (25/8/2026) harus berdasarkan volume air nyata, bukan debit sungai.
  • Guru Besar IPB Suwardi menjelaskan tanaman sawit mengandalkan air hujan, sehingga penggunaan air permukaan hanya terjadi pada pembibitan, pabrik, dan perumahan.
  • Penggunaan data aktual dan alat ukur yang jelas dinilai penting untuk mencegah sengketa pajak antara pemerintah dan perusahaan.

Suara.com - Penghitungan Pajak Air Permukaan (PAP) terhadap perusahaan kelapa sawit menjadi sorotan. Kepastian mengenai volume air yang benar-benar diambil perusahaan dinilai harus menjadi dasar sebelum besaran pajak ditetapkan.

Konsultan Pajak, Wiston Manihuruk, mengatakan volume air merupakan salah satu faktor dasar dalam pengenaan PAP. Karena itu, angka yang digunakan pemerintah harus memiliki dasar yang jelas dan dapat diverifikasi oleh wajib pajak.

Menurutnya, penghitungan pajak tidak seharusnya hanya didasarkan pada asumsi mengenai ketersediaan air, termasuk dengan menggunakan debit sungai sebagai gambaran volume air yang diambil perusahaan.

"Debit sungai mengukur ketersediaan air, bukan pengambilan oleh perusahaan. Dua hal ini tidak boleh dipertukarkan," ujar Wiston seperti dikutip, Selasa (25/8/2026).

Ilustrasi sawit. [Suara.com/Dicky Prastya]
Ilustrasi sawit. [Suara.com/Dicky Prastya]

Ia menilai kepastian mengenai volume air menjadi penting agar besaran pajak yang dibebankan kepada perusahaan benar-benar mencerminkan penggunaan air yang terjadi di lapangan.

Dengan adanya data yang dapat diuji dan dihitung ulang, wajib pajak maupun pemerintah memiliki dasar yang sama dalam menentukan besaran kewajiban pajak.

Wiston juga menyoroti persoalan objek PAP dalam kegiatan perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, perusahaan pada prinsipnya tidak menolak kewajiban pajak atas air permukaan yang memang benar-benar dipompa dan digunakan untuk kebutuhan operasional.

Namun, persoalan muncul apabila pengenaan pajak diperluas terhadap areal tanaman yang memperoleh air secara alami dari curah hujan atau melalui parit yang berfungsi mengalirkan dan membuang air.

Sementara, Guru Besar Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB University, Suwardi, juga menilai penerapan PAP lebih wajar apabila penggunaan air permukaan memang terjadi secara nyata dan dapat diukur.

baca juga

Ia turut menyoroti penetapan pajak sebesar Rp1.700 per pokok sawit. Menurutnya, dasar perhitungan angka tersebut perlu ditelusuri, termasuk metode penilaian serta asumsi mengenai penggunaan air.

Suwardi menjelaskan bahwa tanaman kelapa sawit pada umumnya tumbuh di wilayah dengan curah hujan yang relatif cukup. Dalam kondisi normal, tanaman tidak bergantung pada air permukaan untuk memenuhi kebutuhan budidayanya.

Penggunaan air permukaan secara nyata, menurut Suwardi, antara lain dapat ditemukan pada kegiatan penyiraman bibit di pembibitan, operasional pabrik, maupun kebutuhan domestik di kawasan perumahan karyawan.

Karena itu, penggunaan alat ukur dan data aktual dinilai dapat memberikan kepastian bagi pemerintah sekaligus wajib pajak.

Dengan metode pengukuran yang jelas, besaran pajak dapat dihitung berdasarkan volume air yang benar-benar digunakan, bukan berdasarkan perkiraan atau asumsi yang sulit diverifikasi.

Wiston menilai aspek tersebut menjadi penting karena ketidakjelasan mengenai volume pengambilan air berpotensi menimbulkan sengketa antara wajib pajak dan pemerintah.

Menurutnya, persoalan PAP pada akhirnya bukan hanya mengenai berapa besar nominal tagihan yang harus dibayar perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:06 WIB

Luhut Tiba-tiba Jengkel ke 700 Perusahaan Sawit di RI

Luhut Tiba-tiba Jengkel ke 700 Perusahaan Sawit di RI

Bisnis | Kamis, 24 Agustus 2023 | 11:32 WIB

Polemik 3 Perusahaan Ditetapkan Tersangka Kebijakan Minyak Goreng, Pelaku Usaha Harus Apa?

Polemik 3 Perusahaan Ditetapkan Tersangka Kebijakan Minyak Goreng, Pelaku Usaha Harus Apa?

Bisnis | Senin, 07 Agustus 2023 | 15:19 WIB

Terkini

Agresif Garap Pasar EV, iCAR Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Ekspansi Dealer Baru

Agresif Garap Pasar EV, iCAR Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Ekspansi Dealer Baru

Otomotif | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:47 WIB

5 Produk Viva untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harganya Tak Sampai Rp35 Ribu

5 Produk Viva untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harganya Tak Sampai Rp35 Ribu

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Shio Terbanyak di Indonesia Apa? Ini yang Paling Produktif Menurut Dukcapil

Shio Terbanyak di Indonesia Apa? Ini yang Paling Produktif Menurut Dukcapil

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Sekolah Rakyat Terus Berbenah, Perlindungan Siswa Jadi Fokus Utama

Sekolah Rakyat Terus Berbenah, Perlindungan Siswa Jadi Fokus Utama

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:40 WIB

4 Skincare yang Sebaiknya Disimpan di Kulkas: Kandungan Terjaga dan Bikin Kulit Lebih Segar

4 Skincare yang Sebaiknya Disimpan di Kulkas: Kandungan Terjaga dan Bikin Kulit Lebih Segar

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan, Penanganan Siswa Utamakan Rehabilitasi

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan, Penanganan Siswa Utamakan Rehabilitasi

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Wamensos Agus Jabo Tegaskan Akurasi Dapodik Jadi Kunci Sukses Sekolah Rakyat

Wamensos Agus Jabo Tegaskan Akurasi Dapodik Jadi Kunci Sukses Sekolah Rakyat

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Body Lotion Dulu atau Body Butter Dulu? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Body Lotion Dulu atau Body Butter Dulu? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:24 WIB

×