Proses Pembentukan Hujan dan Jenis-jenis Hujan

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:35 WIB
Proses Pembentukan Hujan dan Jenis-jenis Hujan
Ilustrasi proses terbentuknya hujan (Magnific)
baca 10 detik
  • Hujan terbentuk melalui siklus air yang meliputi penguapan air permukaan, kondensasi uap, hingga presipitasi yang jatuh kembali ke Bumi.
  • Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan menjadi empat jenis utama, yaitu hujan konveksi, orografis, frontal, dan siklonal.
  • Pengetahuan mengenai proses dan jenis hujan sangat penting dipelajari karena berkaitan erat dengan siklus air serta kehidupan makhluk hidup.

Suara.com - Hujan merupakan salah satu peristiwa alam yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Hujan berasal dari air di permukaan Bumi yang mengalami perubahan dan bergerak melalui atmosfer.

Proses pembentukan hujan berlangsung secara bertahap, mulai dari penguapan hingga air kembali jatuh ke permukaan Bumi.

Setiap jenis hujan juga memiliki proses terbentuk dan ciri yang berbeda. Pengetahuan tentang hujan penting dipelajari karena berkaitan dengan siklus air dan kehidupan makhluk hidup.

Bagaimana proses pembentukan hujan dan apa saja jenis-jenis hujan yang perlu diketahui? Simak informasi berikut ini.

Proses Pembentukan Hujan

Ilustrasi proses terbentuknya hujan (Magnific)
Ilustrasi proses terbentuknya hujan (Magnific)

Proses pembentukan hujan merupakan bagian dari siklus air, yaitu perputaran air yang berlangsung terus-menerus dari Bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke Bumi. Berikut tahapannya.

1. Evaporasi

Panas Matahari membuat air dari laut, sungai, dan danau berubah menjadi uap air. Proses perubahan air menjadi uap ini disebut evaporasi atau penguapan.

Tumbuhan juga melepaskan uap air melalui proses transpirasi. Uap air tersebut kemudian naik menuju atmosfer.

baca juga

2. Kondensasi

Semakin tinggi uap air bergerak, suhu udara biasanya semakin rendah. Uap air kemudian mengalami pendinginan dan berubah menjadi titik-titik air.

Proses perubahan uap air menjadi titik air disebut kondensasi. Titik-titik air ini berkumpul dan membentuk awan.

3. Pembentukan Awan

Titik-titik air yang berkumpul akan membentuk awan. Jika jumlah titik air semakin banyak, ukuran dan beratnya juga bertambah.

Awan yang mengandung banyak titik air akan menjadi semakin tebal dan gelap. Kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa hujan akan turun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mencari Diagonal Belah Ketupat Jika Diketahui Luasnya

Cara Mencari Diagonal Belah Ketupat Jika Diketahui Luasnya

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Punya Potensi Air Hujan Besar: Mengapa Semarang Hanya Bisa Manfaatkan 27 Persen?

Punya Potensi Air Hujan Besar: Mengapa Semarang Hanya Bisa Manfaatkan 27 Persen?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Rumus Luas, Keliling, Tinggi Jajar Genjang Lengkap dengan Cara Hitungnya

Rumus Luas, Keliling, Tinggi Jajar Genjang Lengkap dengan Cara Hitungnya

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Terkini

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Sepatu Mills Hypercharge R26 Cocok untuk Lari Apa? Intip Teknologi, Harga, dan Ulasannya

Sepatu Mills Hypercharge R26 Cocok untuk Lari Apa? Intip Teknologi, Harga, dan Ulasannya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kaltim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Nasib UMKM RI: Modal dan Akses Pasar Jadi Tantangan

Nasib UMKM RI: Modal dan Akses Pasar Jadi Tantangan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:38 WIB

iPad Mini OLED Resmi Meluncur, Lebih Tipis dan Tangguh dengan Chip A20 Pro

iPad Mini OLED Resmi Meluncur, Lebih Tipis dan Tangguh dengan Chip A20 Pro

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:38 WIB

7 Manfaat Koran Bekas untuk Kebersihan Rumah yang Jarang Diketahui

7 Manfaat Koran Bekas untuk Kebersihan Rumah yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:31 WIB

UMKM Tak Cukup Go Digital, Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha Juga Penting

UMKM Tak Cukup Go Digital, Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha Juga Penting

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Ulasan The Good Son: Rahasia Kelam di Balik Sosok Anak yang Sempurna

Ulasan The Good Son: Rahasia Kelam di Balik Sosok Anak yang Sempurna

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Mahasiswa Unri Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Satgas PKH Dievaluasi

Mahasiswa Unri Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Satgas PKH Dievaluasi

Riau | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:26 WIB

×