5 Fenomena Langit September 2026 yang Menarik Diamati, Ada Hujan Meteor

Nur Khotimah

Selasa, 01 September 2026 | 14:57 WIB
5 Fenomena Langit September 2026 yang Menarik Diamati, Ada Hujan Meteor
Ilustrasi fenomena langit. [April Chen/Unsplash]
baca 10 detik
  • September 2026 menghadirkan sejumlah fenomena astronomi menarik, mulai dari hujan meteor, ekuinoks September, hingga Bulan Purnama yang dikenal sebagai Harvest Moon.
  • Waktu kemunculan setiap fenomena berbeda, tetapi sebagian dapat diamati tanpa alat bantu selama kondisi langit cukup gelap dan minim polusi cahaya.
  • Salah satu fenomena unik adalah hujan meteor Sextantid yang radiannya berada di rasi Sextans dan lebih sulit diamati karena berlangsung pada siang hari.

Suara.com - September 2026 menghadirkan sejumlah fenomena astronomi yang menarik untuk diamati dari Bumi.

Sepanjang bulan September 2026, langit akan dihiasi hujan meteor, ekuinoks, hingga Bulan Purnama yang dikenal dengan sebutan Harvest Moon.

Fenomena-fenomena tersebut terjadi pada waktu yang berbeda sehingga pengamat langit perlu mencatat tanggalnya agar tidak terlewat.

Beberapa di antaranya dapat diamati tanpa alat bantu, meski kondisi langit yang gelap dan minim polusi cahaya akan membuat pengamatan lebih nyaman.

Salah satu yang menarik adalah hujan meteor yang muncul pada awal hingga akhir September. Ada pula fenomena ekuinoks September yang menandai perubahan musim di belahan Bumi utara dan selatan.

Menariknya, September juga akan ditutup dengan kemunculan hujan meteor Sextantid. Fenomena ini cukup unik karena radiannya berada di rasi Sextans dan lebih sulit diamati lantaran muncul pada siang hari.

Penasaran apa saja fenomena langit yang dapat diamati sepanjang September 2026? Berikut lima peristiwa astronomi yang menarik untuk dicatat berdasarkan kalender astronomi In The Sky dan rangkuman sumber astronomi terkini.

Ilustrasi fenomena langit yang terjadi ketika malam hari (Freepik/kjpargeter)
Ilustrasi fenomena langit. (Freepik/kjpargeter)

1. Hujan Meteor Aurigid – 1 September

September 2026 dibuka dengan hujan meteor Aurigid yang mencapai puncaknya pada 1 September. Hujan meteor ini aktif sejak 28 Agustus hingga 5 September dan diperkirakan menghasilkan hingga sekitar enam meteor per jam dalam kondisi pengamatan yang ideal.

Aurigid memiliki titik radian di sekitar rasi Auriga. Meteor terlihat ketika serpihan material dari benda induknya memasuki atmosfer Bumi dan terbakar sehingga menghasilkan garis cahaya di langit.

baca juga

Benda induk yang berkaitan dengan hujan meteor Aurigid adalah komet C/1911 N1 (Kiess). Untuk mengamatinya, pengamat sebaiknya mencari lokasi yang jauh dari cahaya perkotaan dan memberikan waktu bagi mata untuk beradaptasi dengan kondisi gelap.

2. Hujan Meteor ε-Perseid – 9 September

Fenomena berikutnya adalah hujan meteor September ε-Perseid yang mencapai puncak sekitar 9 September 2026. Hujan meteor ini aktif sejak 5 hingga 21 September dan memiliki laju maksimum sekitar lima meteor per jam dalam kondisi ideal.

Radiannya berada di kawasan rasi Perseus. Waktu puncaknya cukup menarik bagi pengamat karena berdekatan dengan fase Bulan Baru sehingga cahaya Bulan relatif minim mengganggu pandangan ke langit.

Seperti pengamatan hujan meteor pada umumnya, penggunaan teleskop sebenarnya tidak wajib. Pengamat dapat menggunakan mata telanjang dengan mencari tempat terbuka yang gelap dan memiliki pandangan luas ke langit.

3. Ekuinoks September – 23 September

Pada 23 September 2026, akan berlangsung ekuinoks September atau yang kerap disebut sebagai titik balik Matahari. Ekuinoks terjadi ketika Matahari melintasi bidang ekuator Bumi sehingga durasi siang dan malam di berbagai wilayah Bumi menjadi kurang lebih sama.

Peristiwa ini juga menjadi penanda awal musim gugur di belahan Bumi utara dan awal musim semi di belahan Bumi selatan. Sementara itu, Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa tidak mengalami pergantian musim seperti negara-negara yang berada di wilayah empat musim.

Ekuinoks bukan fenomena yang harus diamati seperti hujan meteor karena tidak menghasilkan objek bercahaya khusus di langit. Namun, momen ini tetap menarik dari sisi astronomi karena menunjukkan hubungan antara posisi Matahari, ekuator Bumi, serta perubahan panjang siang dan malam.

Ilustrasi hujan meteor (unsplash)
Ilustrasi hujan meteor (unsplash)

4. Purnama Harvest Moon – 26 September

Salah satu fenomena yang paling menarik pada September 2026 adalah Bulan Purnama Harvest Moon yang terjadi pada 26 September. Bulan mencapai fase purnama pada 26 September pukul 16.48 UTC atau sekitar 23.48 WIB.

Dari Indonesia, Bulan Purnama dapat diamati pada malam hari di sekitar tanggal tersebut. Purnama ini disebut Harvest Moon karena merupakan Bulan Purnama yang paling dekat dengan ekuinoks September pada tahun 2026.

Nama Harvest Moon sendiri merupakan sebutan tradisional yang berkaitan dengan periode panen. Fenomena ini dapat dinikmati dengan mata telanjang sehingga masyarakat tidak memerlukan teleskop untuk melihat Bulan Purnama.

Agar lebih nyaman, pengamatan dapat dilakukan dari tempat terbuka dengan pandangan yang tidak terhalang gedung atau pepohonan. Langit yang cerah tentu akan membuat penampakan Bulan lebih mudah dinikmati.

5. Hujan Meteor Sextantid – 27 September

Menutup daftar, ada hujan meteor Sextantid yang mencapai puncaknya pada 27 September 2026. Hujan meteor ini aktif sejak 9 September hingga 9 Oktober dengan perkiraan laju maksimum sekitar lima meteor per jam dalam kondisi ideal.

Sextantid memiliki titik radian di rasi Sextans. Fenomena ini cukup unik karena dikenal sebagai hujan meteor siang hari, sebab titik radiannya berada tinggi setelah Matahari terbit.

Kondisi tersebut membuat Sextantid lebih sulit diamati dibandingkan hujan meteor yang aktif pada malam hari. Cahaya Matahari yang sudah mendominasi langit dapat membuat meteor menjadi sulit terlihat sehingga fenomena ini tidak menjadi pilihan utama bagi pengamat langit pemula.

Itulah lima fenomena langit yang menarik untuk dicatat sepanjang September 2026, mulai dari hujan meteor Aurigid pada awal bulan hingga Sextantid di penghujung September. Selain itu, ada ekuinoks September dan Harvest Moon yang juga menjadi bagian dari kalender astronomi bulan ini.

Untuk mendapatkan pengalaman pengamatan yang lebih baik, pilih lokasi dengan polusi cahaya rendah dan pastikan kondisi cuaca mendukung.

Waktu serta tingkat keterlihatan fenomena langit juga dapat berbeda berdasarkan lokasi pengamat, sehingga informasi astronomi lokal perlu diperhatikan sebelum melakukan pengamatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manga Boruto Hiatus 1 Bulan, Chapter 37 Kembali pada September 2026

Manga Boruto Hiatus 1 Bulan, Chapter 37 Kembali pada September 2026

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:17 WIB

Bukan Gagal Move On, September Band Rilis 'Lagu Rindu Untuk Kamu' untuk Obati Rasa Kehilangan

Bukan Gagal Move On, September Band Rilis 'Lagu Rindu Untuk Kamu' untuk Obati Rasa Kehilangan

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:42 WIB

Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra

Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Terkini

Semen Gresik Perkuat Kemitraan dengan Distributor dan Toko Bangunan Area 4 Jawa Tengah

Semen Gresik Perkuat Kemitraan dengan Distributor dan Toko Bangunan Area 4 Jawa Tengah

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Pupuk Indonesia Pastikan Kesiapan Stok Nasional 1,81 Juta Ton Sambut Musim Tanam

Pupuk Indonesia Pastikan Kesiapan Stok Nasional 1,81 Juta Ton Sambut Musim Tanam

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Apes! Asyik Ngengkol Motor Curian yang Mogok, Pria di Pringsewu Nyaris Babak Belur Dihakimi Massa

Apes! Asyik Ngengkol Motor Curian yang Mogok, Pria di Pringsewu Nyaris Babak Belur Dihakimi Massa

Lampung | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Tayang 2027, Koo Kyo Hwan dan Han Ji Min Bintangi Film Typhoon

Tayang 2027, Koo Kyo Hwan dan Han Ji Min Bintangi Film Typhoon

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Buka Peluang Bagi Pedagang Baru, Mas Dhito: Pasar Ngadiluwih Beroperasi 24 Jam

Buka Peluang Bagi Pedagang Baru, Mas Dhito: Pasar Ngadiluwih Beroperasi 24 Jam

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Makassar Dikepung Asap, Wali Kota Periksa Ruangan RSUD Daya

Makassar Dikepung Asap, Wali Kota Periksa Ruangan RSUD Daya

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Kapolri Kerahkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal

Kapolri Kerahkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Dampingi Menko Pangan Cek Operasional Kopdes, Mas Dhito Kawal Kelengkapan Administrasi

Dampingi Menko Pangan Cek Operasional Kopdes, Mas Dhito Kawal Kelengkapan Administrasi

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Suzuki Gelar Pemeriksaan Rangka dan Tangki Satria Pro serta Satria F150

Suzuki Gelar Pemeriksaan Rangka dan Tangki Satria Pro serta Satria F150

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Bahlil, Dasco, Hingga Rosan Rapat Bahas Tugas Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi

Bahlil, Dasco, Hingga Rosan Rapat Bahas Tugas Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:46 WIB

×