- A10 Networks akan merilis platform A10 AI Gateway pada kuartal IV 2026 untuk mengelola penggunaan AI secara terpusat.
- Platform tersebut mampu melacak biaya secara real-time dan mengatur akses pengguna berdasarkan kebutuhan serta anggaran perusahaan.
- A10 AI Gateway dapat diterapkan di berbagai lingkungan perusahaan dan terintegrasi dengan sistem keamanan AI yang komprehensif.
Suara.com - Semakin banyak perusahaan menggunakan AI, semakin rumit pula cara mengelolanya. Bukan hanya soal memilih model AI yang paling tepat, perusahaan juga harus mengetahui siapa yang mengaksesnya, berapa biaya yang dikeluarkan, hingga bagaimana memastikan penggunaannya tetap aman.
A10 Networks mencoba menjawab persoalan tersebut melalui A10 AI Gateway, platform yang dirancang menjadi pusat kontrol untuk mengelola penggunaan AI dalam satu lingkungan.
A10 AI Gateway dijadwalkan tersedia pada kuartal IV 2026. Platform ini dirancang untuk mengatur penggunaan berbagai agen AI, aplikasi, dan large language model (LLM) dari satu tempat.
Salah satu kemampuan utamanya adalah memilih model AI berdasarkan jenis dan kompleksitas permintaan.
Tugas sederhana dapat diarahkan ke model yang lebih hemat biaya, sementara pekerjaan yang membutuhkan kemampuan penalaran lebih tinggi dapat diteruskan ke model yang lebih mumpuni.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak harus menggunakan model dengan kemampuan paling tinggi untuk setiap permintaan.
Satu Tempat untuk Pantau AI dan Biaya
A10 AI Gateway juga membawa pengelolaan biaya ke dalam satu sistem. Platform ini menyediakan pelacakan biaya setiap permintaan secara real-time, pengaturan anggaran token berdasarkan model atau tim, serta peringatan ketika penggunaan mendekati batas yang ditentukan.
Perusahaan juga dapat mengatur penggunaan berdasarkan pengguna maupun kelompok. Misalnya, tim teknik dan keuangan dapat memiliki akses terhadap model AI serta kebijakan penggunaan yang berbeda.
Sistem tersebut terintegrasi dengan direktori lokal yang sudah digunakan organisasi sehingga kebijakan akses dapat disesuaikan dengan identitas pengguna.
Bagi perusahaan yang menggunakan banyak layanan AI sekaligus, pendekatan ini dapat memberikan gambaran yang lebih terpusat mengenai model yang digunakan, pola pemakaian, hingga biaya yang muncul.
AI Tetap Berjalan di Lingkungan Perusahaan
A10 juga menawarkan fleksibilitas dalam penerapannya. AI Gateway dapat digunakan sebagai perangkat lunak mandiri maupun bersama perangkat keras terintegrasi.
Platform tersebut dapat berjalan di lingkungan on-premises, private cloud, maupun air-gapped. Dengan begitu, perusahaan dapat mempertahankan kendali terhadap model, data, serta kebijakan AI di lingkungan mereka sendiri.
A10 juga mengintegrasikan AI Gateway dengan portofolio keamanan AI miliknya, termasuk TrojAI, A10 AI Firewall, dan ThreatX.
Integrasi tersebut ditujukan untuk memberikan perlindungan sepanjang siklus penggunaan AI, mulai dari pengujian sebelum penerapan hingga perlindungan saat sistem berjalan.
![A10 AI Gateway. [A10]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/21/25439-a10-ai-gateway.jpg)
Presiden dan CEO A10 Networks, Dhrupad Trivedi mengatakan, perusahaan saat ini dituntut bergerak cepat dalam mengadopsi AI, tetapi tetap harus menjaga kendali terhadap penggunaannya.
“Penggunaan AI menyebar lebih cepat daripada kemampuan tim untuk mengidentifikasi, mengatur, atau mengamankannya, sehingga meningkatkan biaya dan tidak ada satu tempat pun untuk menetapkan aturan,” kata Trivedi dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, A10 AI Gateway dirancang agar perusahaan memiliki satu platform untuk memantau penggunaan AI, mengatur akses terhadap model, sekaligus mencocokkan permintaan dengan model yang sesuai berdasarkan kebutuhan dan biaya.
Dengan A10 AI Gateway, A10 menempatkan pengelolaan AI bukan lagi sekadar persoalan memilih model terbaik, tetapi juga bagaimana perusahaan mengendalikan akses, biaya, keamanan, dan penggunaan AI dalam satu sistem.