- Qualcomm resmi meluncurkan platform Snapdragon Sound Elite Gen 2 pada 24 September 2026.
- Platform audio baru ini menghadirkan kecerdasan buatan, konektivitas cloud, serta dukungan kamera pada perangkat wearable.
- Teknologi ini bertujuan menjadikan earbuds sebagai perangkat mandiri yang mampu memahami lingkungan sekitar pengguna.
Suara.com - Earbuds dan headphone mulai dipersiapkan untuk menjalankan peran yang lebih jauh dari sekadar memutar musik.
Qualcomm memperkenalkan Snapdragon Sound Elite Gen 2, platform audio baru yang membawa AI on-device ke perangkat wearable dan membuka peluang hadirnya perangkat audio yang bisa memahami konteks pengguna.
Platform ini dirancang untuk menggabungkan pemrosesan AI langsung di perangkat, konektivitas ke cloud, serta teknologi audio premium.
Qualcomm bahkan membuka kemungkinan hadirnya perangkat audio dengan kamera yang tidak hanya mengambil gambar, tetapi juga memahami lingkungan di sekitar pengguna.
Snapdragon Sound Elite Gen 2 resmi diperkenalkan Qualcomm Technologies pada 24 September 2026.
Platform ini menjadi bagian dari upaya Qualcomm mendorong perangkat audio menuju era agentic AI, ketika perangkat dapat membantu pengguna melalui interaksi yang lebih alami.
Earbuds Mulai Dibekali Otak AI
Qualcomm menyebut Snapdragon Sound Elite Gen 2 memiliki performa AI hingga dua kali lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Peningkatan tersebut memungkinkan perangkat menjalankan beberapa fitur AI secara bersamaan. Di saat yang sama, konsumsi daya diklaim 40 persen lebih hemat dan ukuran footprint platform 30 persen lebih kecil.
Kombinasi tersebut memberi ruang bagi produsen perangkat untuk menghadirkan wearable yang lebih pintar tanpa harus mengorbankan efisiensi dan desain.
Senior Vice President dan General Manager XR, Wearables, dan Personal AI Qualcomm Technologies, Ziad Asghar, mengatakan riset perusahaan menunjukkan hingga 70 persen pengguna menginginkan kemampuan AI canggih pada perangkat wearable.
“Melalui Snapdragon Sound Elite Gen 2, kami membuka era baru perangkat audio cerdas yang menawarkan berbagai kemampuan seperti penerjemahan langsung, asisten cerdas berbasis konteks, hingga pengalaman mendengar yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Ziad dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).
Bisa Terhubung Langsung ke Cloud
Salah satu perubahan penting lainnya ada pada konektivitas. Snapdragon Sound Elite Gen 2 membawa dukungan Wi-Fi 6E micro-power yang dirancang agar perangkat audio dapat terhubung langsung ke layanan cloud dengan konsumsi daya rendah.
Qualcomm kemudian memperkenalkan konsep Snapdragon Sound Apps & Agents, yang memungkinkan perangkat audio mengakses asisten AI, layanan, konten, hingga fitur baru yang dapat diperbarui dari waktu ke waktu.
Dengan pendekatan ini, fungsi perangkat audio tidak sepenuhnya bergantung pada smartphone.
![Logo Qualcomm. [Josep Lago/AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/03/03/33277-logo-qualcomm.jpg)
Earbuds di masa depan berpotensi menjadi perangkat yang bisa menerima perintah, berkomunikasi dengan AI, dan menjalankan layanan tertentu secara lebih mandiri.
Ada Kamera, Bisa Pahami Lingkungan
Qualcomm juga membuka kategori baru untuk perangkat audio wearable melalui dukungan terhadap perangkat multimodal.
Platform ini kompatibel dengan earbud, headphone, open-ear, hybrid, earbud berkamera, kacamata audio, hingga perangkat wearable multimodal generasi berikutnya.
Khusus perangkat berkamera, kemampuan AI diarahkan bukan hanya untuk mengambil foto. Perangkat dapat menggunakan informasi visual dan suara untuk memahami konteks lingkungan pengguna.
Artinya, kombinasi kamera + mikrofon + AI dapat membuat perangkat audio berfungsi sebagai antarmuka baru untuk berinteraksi dengan asisten AI.
Pengguna nantinya dapat membayangkan skenario seperti meminta penerjemahan secara langsung, mendapatkan informasi berdasarkan kondisi sekitar, atau berinteraksi dengan asisten tanpa harus terus melihat layar smartphone.
Kualitas Suara Tetap Jadi Andalan
Meski membawa AI, Qualcomm tetap mempertahankan teknologi audio sebagai fondasi Snapdragon Sound Elite Gen 2.
Platform ini mendukung Qualcomm aptX Lossless untuk menghadirkan audio berkualitas tinggi, serta Qualcomm XPAN yang memperluas konektivitas audio melampaui keterbatasan jangkauan Bluetooth.
![Snapdragon Sound Elite Gen 2. [Qualcomm]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/25/80399-snapdragon-sound-elite-gen-2.jpg)
Untuk komunikasi, Qualcomm membawa ANC Generasi ke-5, Qualcomm cVc, dan arsitektur multi-mikrofon.
Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan peredaman suara bising sekaligus membuat suara pengguna lebih jelas ketika melakukan panggilan maupun berinteraksi dengan asisten AI.
Ada pula Snapdragon Audio Sense, solusi mikrofon berbasis algoritma yang dirancang agar perangkat dapat menangkap suara dan kondisi lingkungan dengan lebih presisi.
Kemampuan tersebut menjadi penting ketika perangkat tidak hanya mendengarkan musik, tetapi juga harus memahami perintah suara dan konteks di sekitarnya.
Dari Earbuds ke Perangkat AI Personal
Qualcomm melihat Snapdragon Sound Elite Gen 2 sebagai fondasi bagi kategori baru perangkat audio.
Di Snapdragon Summit 2026, Cleer bahkan telah memberikan gambaran awal mengenai konsep perangkat yang menggabungkan audio, visual, dan AI dalam satu pengalaman.
Qualcomm juga menyediakan desain acuan Snapdragon Sound Elite Gen 2 untuk membantu produsen melakukan pembuatan prototipe, validasi, hingga membawa perangkat AI Personal ke pasar.
Jika sebelumnya earbuds lebih banyak berfungsi sebagai aksesori smartphone, platform baru ini membuka kemungkinan perubahan peran.