- Harman International menghapus lebih dari 500.000 tautan produk ilegal dan palsu di marketplace kawasan Asia Pasifik sepanjang 2025.
- Aparat setempat bersama Harman menyita berbagai produk palsu JBL di Korea Selatan dan Thailand selama paruh pertama 2026.
- Harman menjalankan kampanye edukasi media sosial untuk membantu konsumen mengenali produk JBL palsu serta menghindari risikonya.
Suara.com - Peredaran produk palsu JBL masih menjadi perhatian Harman International di kawasan Asia Pasifik (APAC). Sepanjang 2025, perusahaan mengklaim telah memfasilitasi penghapusan lebih dari 500.000 tautan produk ilegal dari berbagai platform marketplace digital utama di kawasan tersebut.
Dari jumlah itu, sekitar 300.000 tautan teridentifikasi sebagai barang palsu, sementara sisanya merupakan tautan yang dinilai melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Harman.
Upaya tersebut dilakukan perusahaan sebagai bagian dari penegakan HAKI sekaligus perlindungan konsumen dan mitra kanal resmi.
Perusahaan bekerja sama dengan platform e-commerce, otoritas bea cukai, serta aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi dan menghapus produk palsu maupun tiruan yang menggunakan merek milik perusahaan.
General Manager and Vice President, Consumer Audio, HARMAN Asia Pacific, Grace Koh, mengatakan pemberantasan produk palsu menjadi semakin penting seiring JBL memasuki usia ke-80 pada 2026.
“Selama 80 tahun, JBL telah meraih kepercayaan konsumen di seluruh dunia dengan berfokus pada inovasi, performa, dan kualitas,” ujar Grace dalam keterangan resminya, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, produk palsu bukan hanya berkaitan dengan pelanggaran HAKI, tetapi juga dapat memengaruhi pengalaman konsumen terhadap merek JBL.
JBL Flip 6 hingga Charge 6 Disita
Upaya pemberantasan barang palsu berlanjut pada 2026. Dalam enam bulan pertama tahun ini, Harman bersama otoritas setempat melakukan sejumlah operasi penegakan hukum di pasar APAC.
Di Korea Selatan, produk JBL Flip 6 palsu berhasil disita dalam operasi yang dilakukan bersama otoritas setempat.
Dalam operasi terpisah di negara yang sama, aparat juga menyita unit JBL Charge 6 palsu. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus rantai distribusi produk tiruan di pasar.
Sementara di Thailand, otoritas bea cukai menghentikan peredaran produk palsu yang menggunakan nama fiktif “JBL Max 33”.
Operasi lainnya di Thailand juga menemukan dan menyita produk palsu dari JBL Go 4, JBL Clip, serta jajaran headphone JBL Tune series.
Rangkaian penindakan tersebut menunjukkan bahwa pemberantasan produk palsu dilakukan tidak hanya di platform digital, tetapi juga melalui penindakan terhadap distribusi produk di pasar.
Harman Edukasi Konsumen
Selain penegakan hukum, Harman juga mulai memperkuat upaya dari sisi konsumen. Kampanye edukasi anti-barang palsu melalui media sosial tingkat regional.
Kampanye ini ditujukan untuk membantu konsumen mengenali produk JBL tiruan sekaligus memahami risiko yang dapat muncul.
![JBL Flip 6. [JBL]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/29/18009-jbl-flip-6.jpg)
Konsumen juga diberikan panduan untuk memverifikasi keaslian produk serta diingatkan agar membeli JBL melalui distributor resmi dan kanal online terpercaya.
Harman menilai harga yang terlalu murah dan penjual yang tidak terverifikasi dapat menjadi salah satu indikasi produk palsu.
Barang Palsu Bisa Ganggu Performa
Produk JBL asli dirancang dan diuji untuk memenuhi standar kualitas, performa, dan keselamatan. Sebaliknya, produk palsu dapat menggunakan komponen berkualitas rendah dan tidak melalui proses kendali mutu yang sama.
Kondisi tersebut berpotensi membuat performa dan keandalan produk menurun, sekaligus meningkatkan risiko keselamatan.
Menurut Grace, perbedaan juga terlihat dari ekosistem perangkat JBL.
“Selain menyajikan kualitas suara yang luar biasa, produk asli JBL dirancang untuk bekerja secara mulus (seamless) dalam ekosistem JBL,” tambahnya.
Melalui aplikasi resmi JBL, pengguna produk asli dapat mengakses sejumlah fitur seperti personalisasi pengaturan EQ, stereo pairing, dan Playtime Boost.
Fitur-fitur tersebut menjadi bagian dari pengalaman penggunaan perangkat JBL yang menurut Harman tidak dapat direplikasi dengan baik oleh produk tiruan.