Kenapa Langit Berwarna Biru, Bukan Hijau atau Merah? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 30 September 2026 | 16:15 WIB
Kenapa Langit Berwarna Biru, Bukan Hijau atau Merah? Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Ilustrasi langit biru (magnific)
baca 10 detik
  • Atmosfer Bumi menghamburkan cahaya Matahari melalui proses hamburan Rayleigh saat memasuki lapisan udara.
  • Cahaya biru dengan panjang gelombang pendek lebih kuat tersebar oleh molekul gas dibanding cahaya merah.
  • Interaksi cahaya Matahari dengan komposisi atmosfer yang unik membuat langit Bumi terlihat berwarna biru.

Suara.com - Pernahkah kamu bertanya mengapa langit yang terlihat hampir setiap hari justru memiliki warna biru, bukan hijau, merah, atau warna lainnya?

Warna tersebut ternyata berkaitan dengan cara cahaya Matahari berinteraksi dengan atmosfer Bumi sebelum akhirnya sampai ke mata manusia.

Cahaya Matahari yang tampak putih sebenarnya terdiri atas berbagai warna dengan panjang gelombang berbeda, sedangkan atmosfer membuat sebagian warna lebih banyak tersebar dibandingkan warna lainnya.

Fenomena inilah yang membuat langit tampak biru pada siang hari, berubah pucat di dekat horizon, dan dapat terlihat kemerahan ketika Matahari mulai terbenam.

Kenapa Langit Berwarna Biru?

Untuk memahami alasan langit berwarna biru, perlu diketahui bahwa cahaya putih dari Matahari merupakan gabungan berbagai warna cahaya tampak yang memiliki panjang gelombang berbeda.

Dikutip dari laman Himpunan Mahasiswa Kimia 'Amisca' ITB, rentang cahaya tampak yang dapat ditangkap mata manusia berada sekitar 400–700 nanometer, sehingga berbagai warna dalam cahaya Matahari sebenarnya selalu hadir meskipun tidak selalu terlihat secara terpisah.

Contoh paling mudah dapat dilihat ketika terjadi pelangi. Tetesan air hujan dapat memisahkan cahaya Matahari menjadi berbagai warna sehingga susunan warna yang terdapat dalam cahaya putih dapat terlihat oleh mata.

Ketika cahaya Matahari memasuki atmosfer Bumi, cahaya tersebut berinteraksi dengan molekul gas dan partikel di udara. Interaksi tersebut menyebabkan cahaya tersebar ke berbagai arah atau disebut hamburan.

Warna biru lebih mudah dihamburkan dibandingkan warna dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah.

baca juga

Molekul nitrogen dan oksigen di atmosfer berperan dalam proses tersebut, sehingga cahaya dari bagian biru spektrum lebih banyak tersebar ke berbagai arah dan membuat langit tampak biru ketika dilihat dari permukaan Bumi.

Fenomena penghamburan cahaya oleh partikel berukuran jauh lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya tersebut dikenal sebagai hamburan Rayleigh.

Besarnya hamburan bergantung pada panjang gelombang, sehingga cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek mengalami hamburan lebih kuat daripada cahaya merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang.

Lalu, mengapa warna biru langit terkadang tampak lebih pucat ketika mendekati horizon? Salah satu penyebabnya adalah cahaya Matahari yang datang dari arah tersebut harus melewati jalur atmosfer yang lebih panjang sehingga mengalami lebih banyak proses hamburan sebelum mencapai pengamat.

Selain itu, cahaya yang berasal dari wilayah dekat horizon dapat mengalami pantulan dan hamburan oleh permukaan Bumi sehingga cahaya yang sampai ke mata merupakan campuran dari berbagai warna yang telah tersebar di atmosfer. Kondisi tersebut dapat membuat langit terlihat biru pucat hingga mendekati putih.

Fenomena serupa juga menjelaskan perubahan warna langit ketika Matahari terbenam. Saat posisi Matahari semakin rendah, cahaya Matahari harus menempuh jalur atmosfer yang lebih panjang sehingga semakin banyak cahaya biru yang tersebar keluar dari lintasan langsung menuju pengamat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel

Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:05 WIB

BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat dari Indonesia

BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat dari Indonesia

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Terkini

Gonta-Ganti HP Cuma Buat Gengsi? Awas, Kelas Sosial dari Layar Gadget Seringnya Cuma Ilusi!

Gonta-Ganti HP Cuma Buat Gengsi? Awas, Kelas Sosial dari Layar Gadget Seringnya Cuma Ilusi!

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 16:17 WIB

Alfred Young Sugiri Pianis Klasik Asal Bandung Tur Eropa, Titik Pertama Pecah di Hungaria

Alfred Young Sugiri Pianis Klasik Asal Bandung Tur Eropa, Titik Pertama Pecah di Hungaria

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 16:15 WIB

Kenapa Langit Berwarna Biru, Bukan Hijau atau Merah? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Kenapa Langit Berwarna Biru, Bukan Hijau atau Merah? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 16:15 WIB

Gugat Syarat Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Tegaskan Tak Ada Bukti Tamat SMA

Gugat Syarat Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Tegaskan Tak Ada Bukti Tamat SMA

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:12 WIB

Cuma Rp3 Jutaan! Ini 3 Rekomendasi Sepeda Listrik Terbaik dan Awet untuk Harian

Cuma Rp3 Jutaan! Ini 3 Rekomendasi Sepeda Listrik Terbaik dan Awet untuk Harian

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:12 WIB

Orangtua WNI Tentara Bayaran Rusia: Rendi Apriyanto Tewas Tak Bisa Hindari Bom Drone Ukraina

Orangtua WNI Tentara Bayaran Rusia: Rendi Apriyanto Tewas Tak Bisa Hindari Bom Drone Ukraina

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:10 WIB

Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu

Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu

Kaltim | Rabu, 30 September 2026 | 16:10 WIB

Day Cream Wardah Crystal Secret Bisa Hempas Flek Hitam? Ini Manfaatnya dan Review Pengguna

Day Cream Wardah Crystal Secret Bisa Hempas Flek Hitam? Ini Manfaatnya dan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:10 WIB

Populasi Mobil Listrik Melonjak Kebijakan Bebas Ganjil Genap Mulai Dilematis

Populasi Mobil Listrik Melonjak Kebijakan Bebas Ganjil Genap Mulai Dilematis

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 16:10 WIB

Malaysia Geram dengan Tuduhan Anak Buah Prabowo Soal Main Mata Lawan Singapura

Malaysia Geram dengan Tuduhan Anak Buah Prabowo Soal Main Mata Lawan Singapura

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 16:09 WIB

×