BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat dari Indonesia

Agung Pratnyawan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:13 WIB
BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat dari Indonesia
Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin. (YouTube/ Fiske Planetarium)
baca 10 detik
  • Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak bisa diamati di Indonesia.
  • Jalur Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi langit Nusantara.
  • Tonton Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 secara online melalui siaran NASA.

Suara.com - Fenomena Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 dipastikan tidak akan bisa diamati secara langsung dari wilayah Indonesia. Hal ini diumumkan secara resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akibat adanya perbedaan zona waktu dan jalur lintasan.

Masyarakat yang penasaran apakah fenomena alam ini bisa dilihat dari langit Nusantara harus menelan kekecewaan. Pasalnya, puncak gerhana matahari tersebut justru terjadi saat mayoritas wilayah Indonesia sedang berada di waktu malam hari.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, membenarkan informasi astronomi tersebut. Ia menyebutkan bahwa jalur lintasan utama bayangan gerhana sama sekali tidak menjangkau letak geografis negara kita.

Hanya kawasan Eropa, Rusia bagian utara, Afrika barat laut, dan Amerika Utara yang masuk ke dalam jalur bayangan inti. Penduduk di berbagai wilayah tersebut memiliki kesempatan istimewa untuk menyaksikan piringan matahari tertutup sempurna secara langsung.

Meskipun demikian, masyarakat tanah air tidak perlu bersedih karena fenomena langit ini tetap bisa disaksikan lewat internet.

Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA,” kata Ayu di Jakarta, Sabtu (8/8).

Secara global, fase gerhana sebagian akan mulai terlihat pada pukul 22.34 Waktu Indonesia Barat (WIB). Selanjutnya, gerhana matahari akan memasuki fase total di lokasi awal pengamatan pada pukul 23.57 WIB.

Puncak kegelapan maksimal dari peristiwa langit ini jatuh pada hari Kamis dini hari, tepatnya pukul 00.45 WIB. Rangkaian fenomena tata surya ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 02.57 WIB.

Peristiwa alam ini dapat terjadi karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus secara sempurna. Kondisi ini membuat bayangan umbra atau inti Bulan jatuh menutupi piringan Matahari sepenuhnya dari sudut pandang manusia di Bumi.

baca juga

Wilayah yang dilewati bayangan umbra akan merasakan perubahan suasana siang hari menjadi gelap gulita selama beberapa saat. Sementara itu, daerah yang sekadar masuk area penumbra hanya akan mendapati fenomena langit ini sebagai gerhana sebagian.

BMKG juga memberikan peringatan keras terkait metode pengamatan langsung yang aman bagi kesehatan mata. Warga di kawasan terdampak dilarang keras menatap matahari dengan mata telanjang dan wajib memakai kacamata khusus berfilter matahari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah 2 Agustus Akan Terjadi Gerhana Matahari Total? Ini Jadwalnya Menurut BRIN dan NASA

Apakah 2 Agustus Akan Terjadi Gerhana Matahari Total? Ini Jadwalnya Menurut BRIN dan NASA

Tekno | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:02 WIB

7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari

7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:09 WIB

2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya

2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×