- Signify meluncurkan Philips Smart Lighting TV Sync pada 5 Oktober 2026 yang menghadirkan teknologi pencahayaan selaras visual televisi.
- Solusi Screen Sync dan HDMI Sync memungkinkan lampu ruangan berubah warna secara real-time mengikuti tayangan dan game.
- Perangkat HDMI Sync 2.1 mendukung kebutuhan gamer dengan kemampuan mengikuti konten game berkecepatan tinggi hingga 120Hz.
Suara.com - Menonton film atau bermain game di rumah kini tak hanya mengandalkan kualitas gambar di layar. Philips mencoba membuat suasana di sekitar televisi ikut bereaksi dengan menghadirkan teknologi pencahayaan yang dapat menyelaraskan warna lampu dengan visual di layar secara real-time.
Melalui Philips Smart Lighting TV Sync, Signify membawa dua solusi, yakni Screen Sync dan HDMI Sync. Keduanya memungkinkan pencahayaan mengikuti warna dan visual yang muncul di televisi.
Bedanya, Screen Sync menggunakan kamera untuk membaca warna dari layar, sementara HDMI Sync memanfaatkan koneksi HDMI dari perangkat hiburan seperti set-top box dan konsol game.
Teknologi tersebut menyasar kebutuhan hiburan di rumah yang semakin beragam, termasuk menonton film, streaming, mendengarkan musik hingga bermain game.
President Director Signify Commercial Indonesia, Dedy Bagus Pramono, mengatakan pengalaman menikmati hiburan di rumah tidak hanya ditentukan oleh kualitas layar.
“Pengalaman menikmati hiburan di rumah kini tidak hanya bergantung pada kualitas layar, tetapi juga bagaimana suasana di sekitarnya dapat melengkapi konten yang dinikmati,” ujar Dedy dalam keterangan resminya, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, Philips Smart Lighting ingin menghadirkan pencahayaan yang dapat mengikuti berbagai aktivitas di rumah, termasuk menonton film dan bermain game.
Lampu Mengikuti Warna di Layar
Pada Philips Smart Lighting Screen Sync, sebuah Screen Sync Camera ditempatkan di bagian atas televisi untuk menangkap warna dari area layar.
Informasi warna tersebut kemudian diselaraskan dengan RGBIC TV Backlight Strip yang dipasang di empat sisi belakang TV. Hasilnya, warna pencahayaan di belakang televisi dapat berubah mengikuti visual yang sedang ditampilkan.
Misalnya, ketika adegan film berubah dari suasana terang ke gelap atau menampilkan warna tertentu, pencahayaan di belakang TV ikut menyesuaikan secara real-time.
Pengguna juga tidak perlu mengubah koneksi perangkat hiburan yang sudah digunakan. Screen Sync dapat bekerja dengan aplikasi Smart TV maupun sumber video eksternal.
Proses pemasangannya dibuat lebih praktis melalui fitur Instant Calibration, sehingga kamera dapat dikalibrasi dengan cepat setelah dipasang.
Screen Sync tersedia dalam tiga pilihan ukuran untuk televisi 40–50 inci, 55–65 inci, serta 75–85 inci.
Selain menonton film dan serial, pencahayaan tersebut juga dapat digunakan saat bermain game. Philips turut menyediakan Music Sync yang memungkinkan efek cahaya mengikuti irama musik, termasuk untuk menemani karaoke.
HDMI Sync 2.1 Dukung Gaming 120Hz
![Philips Smart Lighting TV Sync. [Signify]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/05/58664-philips-smart-lighting-tv-sync.jpg)
Untuk pengguna yang lebih banyak mengandalkan perangkat eksternal, Philips menghadirkan HDMI Sync.
Perangkat ini menggunakan HDMI Sync Box yang dapat dihubungkan dengan berbagai sumber HDMI, seperti set-top box dan konsol gaming.
Sinyal dari perangkat tersebut kemudian digunakan untuk menyelaraskan pencahayaan dengan visual yang ditampilkan di layar.
Philips menyediakan dua versi, yakni HDMI Sync 2.0 dan HDMI Sync 2.1. Versi HDMI Sync 2.1 menjadi bagian yang menarik bagi gamer karena mendukung refresh rate hingga 120Hz. Dukungan tersebut memungkinkan sistem mengikuti konten game dengan frame rate tinggi hingga 120 FPS.
Dengan begitu, pencahayaan tidak hanya ditujukan sebagai efek visual tambahan, tetapi dirancang agar tetap mengikuti pengalaman bermain game dengan tampilan yang lebih cepat dan responsif.
Cahaya Bisa Diperluas ke Seluruh Ruangan
Efek sinkronisasi tidak harus berhenti di belakang televisi. Pengguna dapat menghubungkan produk Philips Smart Lighting lainnya, seperti Gradient Floor Light, Squire, dan LED Strip, untuk memperluas pencahayaan ke area lain di ruangan.
Dengan konfigurasi tersebut, perubahan warna tidak hanya muncul di sekitar layar, tetapi dapat menyebar ke bagian lain ruangan dan menciptakan efek pencahayaan yang lebih menyeluruh.
Pendekatan ini membuat satu sistem pencahayaan bisa digunakan untuk berbagai suasana. Saat movie night, cahaya dapat mengikuti adegan film. Ketika bermain game, pencahayaan mengikuti visual permainan. Sementara saat mendengarkan musik, efek cahaya dapat bergerak mengikuti irama.
Smart Lighting Mulai Masuk ke Area Hiburan
![Philips Smart Lighting TV Sync. [Signify]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/05/80512-philips-smart-lighting-tv-sync.jpg)
Perluasan Philips ke kategori Home Entertainment Lights menunjukkan bahwa fungsi smart lighting mulai bergeser dari sekadar mengatur terang dan warna lampu.
Signify melihat konsumsi hiburan di rumah sebagai salah satu ruang yang dapat dikembangkan melalui pencahayaan pintar. Data yang dikutip perusahaan menunjukkan 62,7% penonton TV menghabiskan waktu enam hingga tujuh hari dalam seminggu di depan TV.
Di sisi lain, pengguna TV yang juga menikmati layanan OTT pada 2025 umumnya menghabiskan satu hingga dua jam untuk menonton, dengan film menjadi salah satu jenis konten yang paling banyak dikonsumsi.
Kondisi tersebut membuat pengalaman di sekitar layar ikut menjadi bagian yang dapat dikembangkan.
Philips mencoba mengambil posisi di area tersebut dengan membuat lampu tidak hanya menerangi ruangan, tetapi juga merespons apa yang sedang terjadi di layar.
Untuk periode hingga 30 Oktober 2026, Philips memberikan Smart Remote gratis untuk setiap pembelian Philips Smart Lighting Screen Sync, selama memenuhi ketentuan promo.
Melalui Screen Sync dan HDMI Sync, Philips pada akhirnya mencoba membawa pengalaman layar keluar dari batas televisi.
Warna dan visual yang muncul di layar dapat diterjemahkan menjadi pencahayaan di sekitarnya, sementara dukungan HDMI 2.1 hingga 120Hz membuat solusi tersebut turut menyasar pengguna yang menjadikan TV sebagai perangkat bermain game.