- Google mengungkap 95 persen penonton Indonesia percaya pada YouTube dalam ajang YouTube Festival Indonesia 2026.
- YouTube meluncurkan berbagai fitur baru seperti Open Call dan Commerce Media Network untuk meningkatkan penjualan produk.
- Fitur YouTube Shopping Affiliate di Indonesia telah bekerja sama dengan Shopee, Blibli, Lazada, serta Zalora.
Suara.com - YouTube melihat kepercayaan audiens terhadap kreator sebagai modal baru untuk mendorong penjualan.
Dalam gelaran YouTube Festival Indonesia 2026, Google mengungkap 95 persen penonton di Indonesia menyatakan YouTube sebagai platform video yang paling mereka percaya.
Angka tersebut, menurut Google, menjadi salah satu alasan YouTube terus memperluas peran kreator dalam perjalanan konsumen, bukan hanya untuk membangun kesadaran terhadap sebuah produk, tetapi juga mendorong audiens hingga melakukan pembelian.
Kepercayaan tersebut bahkan disebut ikut memengaruhi keputusan belanja. Sebanyak 90 persen penonton menyatakan YouTube membantu mereka lebih yakin ketika mengambil keputusan pembelian.
Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengatakan YouTube kini menjangkau hampir 90 persen populasi online Indonesia melalui berbagai perangkat, termasuk smartphone dan televisi.
“Dengan menggabungkan kekuatan storytelling kreator dengan Google AI, ekosistem YouTube menghadirkan solusi full funnel, menjangkau seluruh tahapan perjalanan konsumen, mulai dari membangun awareness hingga mendorong penjualan yang mengubah koneksi autentik dengan audiens menjadi pertumbuhan bisnis yang terukur,” ujar Veronica.
Kreator Tak Lagi Sekadar Bikin Konten
Perubahan tersebut terlihat dari pengembangan YouTube Creator Partnerships. Melalui layanan ini, brand dapat bekerja sama dengan kreator untuk mengembangkan konten yang sesuai dengan kebutuhan kampanye. Indonesia bahkan menjadi salah satu pasar pertama di dunia yang menguji coba fitur Open Call.
Melalui Open Call, brand dapat membagikan brief langsung melalui YouTube Studio. Kreator kemudian bisa mengajukan ide storytelling yang sesuai dengan kebutuhan kampanye.
Model ini membuat hubungan antara brand dan kreator tidak berhenti pada pemilihan figur untuk mempromosikan produk. Kreator juga dilibatkan sejak tahap pengembangan ide dan narasi.
Setelah konten dibuat, brand dapat memperluas jangkauannya melalui Creator Partnerships Boost (CPB), yang sebelumnya dikenal sebagai Partnership Ads.
Fitur tersebut memungkinkan video organik dari kreator digunakan sebagai iklan berbayar dengan dukungan Google AI.
Dari Konten Langsung ke Checkout
YouTube juga mulai memperpendek jarak antara iklan dan transaksi melalui Commerce Media Network (CMN).
Dengan solusi tersebut, audiens yang melihat iklan YouTube melalui perangkat seluler maupun Connected TV dapat diarahkan langsung menuju halaman checkout di marketplace.
Di sisi lain, brand dan marketplace dapat memanfaatkan data belanja secara real-time, seperti produk yang sedang dicari atau ditambahkan ke keranjang, untuk menampilkan iklan yang lebih relevan ketika pengguna menonton YouTube.
![Country Director Google Indonesia, Veronica Utami (kiri) dalam jumpa pers YouTube Festival 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/07/50482-country-director-google-indonesia-veronica-utami.jpg)
Dengan demikian, perjalanan konsumen yang sebelumnya terpisah antara melihat konten, mencari produk, hingga membeli mulai dibuat lebih terhubung.
Google juga menyebut performa YouTube di Indonesia menunjukkan dampak terhadap bisnis.
Berdasarkan data yang dipaparkan perusahaan, ROI YouTube 1,44 kali lebih tinggi dibandingkan Paid Social dan 1,51 kali lebih tinggi dibandingkan Linear TV.
Konten Lama Masih Bisa Menghasilkan
Kekuatan YouTube bagi brand juga terletak pada umur kontennya. Google mencatat sekitar 40 persen dari total views sebuah video YouTube diperoleh setelah satu bulan sejak konten tersebut ditayangkan.
Artinya, konten kreator tidak hanya mengandalkan momentum saat pertama kali dipublikasikan. Video masih dapat ditemukan dan ditonton dalam jangka lebih panjang.
Kondisi tersebut membuat integrasi kreator dengan kampanye brand berpotensi tetap relevan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
YouTube juga memperluas koneksi antara konten dan perdagangan melalui YouTube Shopping Affiliate. Di Indonesia, program tersebut telah bekerja sama dengan Shopee, Blibli, Lazada, dan Zalora.
Para kreator lokal juga telah menambahkan tag produk ke lebih dari 11 juta video, memperlihatkan semakin dekatnya hubungan antara konten yang dibuat kreator dengan aktivitas belanja audiens.
Shorts Series Ikut Dibuka di Indonesia
![Country Director Google Indonesia, Veronica Utami dalam jumpa pers YouTube Festival 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/07/26394-country-director-google-indonesia-veronica-utami.jpg)
Selain sisi commerce, YouTube juga memperkuat format konten dengan meluncurkan Shorts Series di Indonesia.
Fitur ini memungkinkan kreator menyusun video Shorts vertikal menjadi tayangan yang berurutan seperti sebuah serial.
Bagi brand, format tersebut membuka peluang untuk bekerja sama dengan kreator dalam membuat konten hiburan yang melibatkan produk atau brand secara episodik dan lebih organik.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi YouTube yang menghubungkan tiga aspek sekaligus, yakni culture, connection, dan commerce.
YouTube menilai kreator berada di tengah ketiga aspek tersebut karena mereka bukan hanya menghasilkan konten, tetapi juga membangun hubungan dengan komunitas dan dapat memengaruhi keputusan audiens.
Dengan tingkat kepercayaan yang diklaim mencapai 95 persen dan semakin banyaknya fitur yang menghubungkan konten dengan transaksi, YouTube kini mencoba membawa peran kreator lebih jauh.
Bukan lagi sekadar membantu brand mendapatkan perhatian, tetapi juga ikut mengawal perjalanan konsumen dari melihat konten hingga melakukan pembelian.