Data Center AI Makin Menjamur, Meutya Hafid: Jangan Ganggu Air dan Energi Warga

Dythia Novianty

Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:06 WIB
Data Center AI Makin Menjamur, Meutya Hafid: Jangan Ganggu Air dan Energi Warga
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/10/2026). [Suara.com/Dythia]
baca 10 detik
  • Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan Indonesia tetap memerlukan tambahan kapasitas komputasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan kecerdasan buatan.
  • Pemerintah mengingatkan pembangunan pusat data tidak boleh mengorbankan pasokan energi serta air bersih yang dibutuhkan masyarakat umum dan pelayanan publik.
  • Kawasan Jatiluhur menjadi perhatian khusus karena rencana operasional fasilitas kecerdasan buatan di sana membutuhkan pasokan air yang sangat besar.

Suara.com - Ledakan kebutuhan komputasi untuk kecerdasan buatan (AI) ikut mendorong pembangunan data center di Indonesia. Namun, pemerintah mulai mengingatkan agar pertumbuhan infrastruktur digital tersebut tidak mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan, Indonesia memang membutuhkan kapasitas komputasi lebih besar. Ekonomi digital dan industri kreatif yang terus berkembang membuat kebutuhan tersebut sulit dihindari.

Meski begitu, pembangunan data center harus memperhitungkan kemampuan wilayah, terutama dari sisi pasokan energi dan air.

“Kita memang membutuhkan computing capacity, tetapi jangan sampai kemudian kebutuhan energi ini mengganggu kebutuhan energi kita, terutama untuk pelayanan publik. Kemudian juga jangan sampai kebutuhan air terganggu,” ujar Meutya usai jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, pembangunan data center tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat ketersediaan lahan. Pemerintah perlu memastikan lokasi yang dipilih memang sesuai dengan kebutuhan komputasi sekaligus memiliki sumber daya pendukung yang memadai.

Data Center Tak Bisa Dibangun Sembarangan

Meutya mengatakan, penentuan lokasi perlu mempertimbangkan sejumlah faktor. Mulai dari kebutuhan komputasi, jumlah pengguna internet, kualitas konektivitas, hingga ketersediaan air dan energi.

“Jadi memang harus ada keseimbangan. Di mana titik-titik itu harus kita tentukan berdasarkan kebutuhan kita sekarang, berdasarkan jumlah pengguna internet, berdasarkan konektivitas yang baik, kemudian juga berdasarkan air yang tersedia, energi yang tersedia, sinyal, dan sebagainya,” jelasnya.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena investasi data center di Indonesia terus berkembang. Pemerintah sebelumnya menyebut terdapat minat investor untuk membangun tambahan kapasitas sekitar 1,3 GW, sementara kapasitas data center yang sudah beroperasi berada di kisaran 580 MW.

baca juga

Di saat yang sama, Indonesia juga tengah membangun infrastruktur komputasi untuk kebutuhan AI. Pengembangan AI Factory menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem AI dan meningkatkan kapasitas komputasi di dalam negeri.

Artinya, kebutuhan terhadap data center diperkirakan masih akan bertambah. Persoalannya bukan lagi sekadar berapa banyak fasilitas yang bisa dibangun, tetapi di mana fasilitas tersebut dibangun dan sumber daya apa yang digunakan.

Indonesia Jangan Sampai Kebanjiran Data Center

Meutya juga menyinggung perubahan kondisi global yang membuat investasi data center semakin menarik. Persaingan membangun kapasitas komputasi ikut meningkat seiring perkembangan AI.

Namun, Indonesia tidak ingin pembangunan dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan wilayah.

“Kita harus melihat juga jangan sampai kemudian kita kebanjiran data center, tetapi memang kita harus melihat titik-titik mana yang sesuai dengan kebutuhan kita,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:50 WIB

AI Business Transformation: Cara AI Mengubah Strategi dan Operasional Bisnis

AI Business Transformation: Cara AI Mengubah Strategi dan Operasional Bisnis

Tekno | Senin, 28 September 2026 | 18:23 WIB

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 10:37 WIB

Microsoft Kucurkan 1,7 Miliar Dolar AS ke Indonesia, Meutya Dorong RI Jadi Hub AI ASEAN

Microsoft Kucurkan 1,7 Miliar Dolar AS ke Indonesia, Meutya Dorong RI Jadi Hub AI ASEAN

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 08:30 WIB

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 12:49 WIB

Terkini

Harga Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Harga Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Arin dan Yoon Chan Young Jadi Pemeran Utama Film Horor Bongcheon-dong Ghost

Arin dan Yoon Chan Young Jadi Pemeran Utama Film Horor Bongcheon-dong Ghost

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Gelap Gulita 40 KK di Jambi Menanti Listrik

Gelap Gulita 40 KK di Jambi Menanti Listrik

Foto | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Ledakan Tabung Oksigen di Kelapa Gading: 1 Tewas, Serpihan Besi Hantam Rumah Warga

Ledakan Tabung Oksigen di Kelapa Gading: 1 Tewas, Serpihan Besi Hantam Rumah Warga

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Tergiur Kunci Tertinggal di Parkiran Dermaga, Buruh Pelabuhan Panjang Nekat Bawa Kabur Motor

Tergiur Kunci Tertinggal di Parkiran Dermaga, Buruh Pelabuhan Panjang Nekat Bawa Kabur Motor

Lampung | Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, Badai AS dan Konflik Timur Tengah Bikin Pasokan Terancam

Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, Badai AS dan Konflik Timur Tengah Bikin Pasokan Terancam

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:51 WIB

Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib

Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib

Jatim | Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Permintaan Listrik Indonesia Diproyeksi Tembus 1.813 TWh pada 2060

Permintaan Listrik Indonesia Diproyeksi Tembus 1.813 TWh pada 2060

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:43 WIB

KPK Sentil Nusron Wahid Tak Bisa Atur Waktu, Minta Komitmen Hadiri Pemeriksaan!

KPK Sentil Nusron Wahid Tak Bisa Atur Waktu, Minta Komitmen Hadiri Pemeriksaan!

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Kronologi Bakom RI Minta Prabowo Ganti Wapres Gibran Hingga Klarifikasi

Kronologi Bakom RI Minta Prabowo Ganti Wapres Gibran Hingga Klarifikasi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:38 WIB

×