Pekan Antariksa Dunia 2026 di Mana? Ini Lokasi, Tema, Sejarah, dan Cara Memperingatinya

Farah Nabilla

Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:34 WIB
Pekan Antariksa Dunia 2026 di Mana? Ini Lokasi, Tema, Sejarah, dan Cara Memperingatinya
Roket SpaceX Falcon 9 yang membawa pesawat ruang angkasa Crew5 Dragon lepas landas dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat, Rabu (5/10/2022). [Jim WATSON/AFP]
baca 10 detik
  • PBB menetapkan Pekan Antariksa Dunia secara global pada 4-10 Oktober 2026 dengan tema Revolusi Roket.
  • Pekan Astronomi Jakarta di Taman Ismail Marzuki menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif pada 6-10 Oktober 2026.
  • Peringatan ini bertujuan merayakan kontribusi teknologi antariksa serta menginspirasi generasi muda mempelajari bidang STEM.

Suara.com - Pekan Antariksa Dunia 2026 di mana? Pertanyaan ini muncul seiring peringatan World Space Week yang berlangsung setiap 4-10 Oktober di berbagai negara. Tahun ini, Pekan Antariksa Dunia mengangkat tema "Rocket Revolution" atau "Revolusi Roket", yang menyoroti perkembangan teknologi peluncuran antariksa dan semakin luasnya akses manusia ke luar angkasa.

Berbeda dengan perayaan yang memiliki satu lokasi utama, Pekan Antariksa Dunia tidak digelar di satu tempat tertentu. Berbagai negara, sekolah, komunitas astronomi, lembaga pendidikan, museum, hingga organisasi antariksa dapat menyelenggarakan kegiatan masing-masing sepanjang 4-10 Oktober.

Lantas, Pekan Antariksa Dunia 2026 di mana saja dan bagaimana sejarahnya?

Puing puing Antariksa bikin luar angkasa jadi padat (dok.Pexels/Zelch Csaba)
Puing puing Antariksa bikin luar angkasa jadi padat (dok.Pexels/Zelch Csaba)

Pekan Antariksa Dunia 2026 di Mana?

Pekan Antariksa Dunia 2026 berlangsung secara global pada 4-10 Oktober 2026. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan periode tersebut sebagai World Space Week untuk memperingati kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa terhadap kehidupan manusia.

Karena bersifat global, tidak ada satu lokasi yang menjadi pusat Pekan Antariksa Dunia. World Space Week Association mencatat kegiatan World Space Week berlangsung di berbagai negara dan menyediakan peta kegiatan global yang dapat digunakan untuk menemukan acara di masing-masing wilayah.

Di Indonesia, salah satu kegiatan yang digelar untuk memperingati World Space Week 2026 adalah Pekan Astronomi Jakarta. Kegiatan ini berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada 6-10 Oktober 2026.

Pekan Astronomi Jakarta menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif, mulai dari pameran astronomi, pertunjukan planetarium mini, peneropongan Matahari, eksperimen roket air, hingga kegiatan yang memperkenalkan masyarakat pada ilmu antariksa.

Pekan Antariksa Dunia atau World Space Week merupakan peringatan internasional yang diselenggarakan setiap tahun pada 4-10 Oktober.

Peringatan ini ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 54/68 pada 6 Desember 1999. Tujuannya adalah merayakan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa terhadap peningkatan kualitas kehidupan manusia.

baca juga

PBB menyebut World Space Week sebagai salah satu perayaan antariksa tahunan terbesar di dunia. Kegiatannya juga ditujukan untuk menginspirasi generasi muda mempelajari bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.

Selain itu, World Space Week menjadi sarana untuk memperkenalkan manfaat teknologi antariksa kepada masyarakat serta mendorong kerja sama internasional dalam bidang pendidikan dan kegiatan antariksa.

Tema Pekan Antariksa Dunia 2026

Tema Pekan Antariksa Dunia 2026 adalah "Rocket Revolution" atau "Revolusi Roket".

Tema ini membahas perubahan besar dalam teknologi peluncuran antariksa. Jika dahulu akses ke luar angkasa lebih banyak didominasi program pemerintah dan negara-negara tertentu, perkembangan teknologi membuat kegiatan peluncuran semakin melibatkan perusahaan swasta, startup, universitas, serta negara-negara baru yang mengembangkan kemampuan antariksa.

Menurut PBB, Rocket Revolution menggambarkan perubahan cepat dalam teknologi peluncuran dan bagaimana roket yang dapat digunakan kembali, penyedia layanan peluncuran komersial, serta inovasi lainnya ikut mengubah siapa yang dapat mengakses luar angkasa dan seberapa sering peluncuran dapat dilakukan.

Tema tersebut juga relevan dengan semakin berkembangnya industri antariksa komersial. Teknologi roket yang lebih efisien dan biaya peluncuran yang semakin kompetitif membuka peluang untuk berbagai misi, termasuk peluncuran satelit dan eksplorasi Bulan.

Sejarah Pekan Antariksa Dunia

Sejarah Pekan Antariksa Dunia tidak dapat dilepaskan dari dua peristiwa penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.

Tanggal 4 Oktober 1957 menjadi salah satu tonggak penting karena pada hari tersebut Uni Soviet meluncurkan Sputnik 1, satelit buatan manusia pertama yang mengorbit Bumi. Peristiwa tersebut kemudian dianggap membuka era antariksa atau Space Age.

Sementara itu, tanggal 10 Oktober 1967 dipilih sebagai batas akhir World Space Week karena pada tanggal tersebut Outer Space Treaty mulai berlaku. Perjanjian tersebut mengatur prinsip-prinsip kegiatan negara dalam eksplorasi dan penggunaan luar angkasa, termasuk Bulan dan benda langit lainnya.

Puluhan tahun kemudian, PBB menetapkan 4-10 Oktober sebagai World Space Week melalui Resolusi 54/68 pada 1999.

Pemilihan tanggal tersebut membuat Pekan Antariksa Dunia memiliki dua titik sejarah penting, yakni awal era satelit buatan manusia dan berlakunya salah satu dasar hukum internasional dalam aktivitas luar angkasa.

Apa Tujuan Pekan Antariksa Dunia?

Peringatan ini bukan sekadar acara untuk melihat planet, bintang, atau roket. Ada sejumlah tujuan yang ingin dicapai melalui World Space Week.

Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat teknologi antariksa dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi berbasis satelit, misalnya, memiliki peran dalam komunikasi, navigasi, pemantauan cuaca, pemetaan, hingga pengamatan perubahan lingkungan.

Kedua, mendorong generasi muda mempelajari STEM. Dunia antariksa membutuhkan berbagai bidang keahlian, mulai dari fisika, matematika, teknik, komputer, robotika, hingga ilmu material.

Ketiga, mendorong kerja sama internasional dalam pemanfaatan ruang angkasa secara damai. PBB melalui United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA) turut mendorong kerja sama dalam penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa untuk kepentingan pembangunan.

Kegiatan Pekan Antariksa Dunia 2026

Kegiatan World Space Week dapat berbeda-beda di setiap negara dan penyelenggara. Bentuknya dapat berupa pameran, seminar, diskusi, kegiatan sekolah, proyek STEM, pemutaran film bertema antariksa, pengamatan langit, hingga eksperimen yang berkaitan dengan roket.

Di Jakarta, misalnya, Pekan Astronomi Jakarta 2026 menghadirkan pameran astronomi, planetarium mini, peneropongan Matahari, eksperimen roket air, serta talkshow. Pengunjung juga dapat melihat materi edukasi mengenai antariksa, termasuk replika pakaian astronot dan miniatur pesawat ruang angkasa.

Kegiatan seperti ini membuat World Space Week tidak hanya ditujukan bagi astronom atau peneliti. Masyarakat umum, termasuk anak-anak dan pelajar, dapat ikut mengenal dunia antariksa melalui kegiatan edukatif dan interaktif.

Masyarakat tidak harus menjadi ahli astronomi untuk ikut memperingati World Space Week. Ada sejumlah kegiatan sederhana yang dapat dilakukan.

Salah satunya adalah mengikuti pameran, seminar, planetarium, atau kegiatan astronomi yang diselenggarakan di kota masing-masing. Pilihan lainnya adalah mempelajari sejarah eksplorasi luar angkasa, mengenal planet dan benda langit, atau mengikuti proyek STEM sederhana.

Bagi pelajar, tema Rocket Revolution juga dapat menjadi kesempatan untuk mempelajari prinsip dasar roket, sistem propulsi, hingga perkembangan roket yang dapat digunakan kembali.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan momen ini untuk memahami bahwa teknologi antariksa bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Banyak teknologi yang digunakan manusia di Bumi saat ini berkaitan dengan kemampuan mengamati, mengukur, berkomunikasi, dan bernavigasi dari luar angkasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Pekan Antariksa Dunia 2026? Kenali Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Apa Itu Pekan Antariksa Dunia 2026? Kenali Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Arab Saudi Aktifkan Peringatan Serangan Udara

Arab Saudi Aktifkan Peringatan Serangan Udara

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:29 WIB

5 Fenomena Langit September 2026 yang Menarik Diamati, Ada Hujan Meteor

5 Fenomena Langit September 2026 yang Menarik Diamati, Ada Hujan Meteor

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 14:57 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Apakah Lewat Indonesia?

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Apakah Lewat Indonesia?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:05 WIB

2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya

2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Kenapa Kulkas Nyetrum saat Dipegang? Ini Penyebab dan Cara Aman Mengatasinya

Kenapa Kulkas Nyetrum saat Dipegang? Ini Penyebab dan Cara Aman Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Pekan Antariksa Dunia 2026 di Mana? Ini Lokasi, Tema, Sejarah, dan Cara Memperingatinya

Pekan Antariksa Dunia 2026 di Mana? Ini Lokasi, Tema, Sejarah, dan Cara Memperingatinya

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Review Film Reawakened Man: Kombinasi Fantasi dan Laga yang Sangat Pas!

Review Film Reawakened Man: Kombinasi Fantasi dan Laga yang Sangat Pas!

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank

Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Viral di Threads, Duduk Perkara Dugaan Pelecehan Guru SMKN 27 Jakarta yang Tega Cubit Siswa

Viral di Threads, Duduk Perkara Dugaan Pelecehan Guru SMKN 27 Jakarta yang Tega Cubit Siswa

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...

Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Anime Walking Home with You Bagikan Visual Teaser, Tayang April 2027

Anime Walking Home with You Bagikan Visual Teaser, Tayang April 2027

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Ijazah Gibran Buka Peluang Pemakzulan: dan Pidana Murni...

Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Ijazah Gibran Buka Peluang Pemakzulan: dan Pidana Murni...

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Ingin Tampil Beda? Ini 6 Sepatu Lari Kualitas Jempolan yang Layak Dilirik

Ingin Tampil Beda? Ini 6 Sepatu Lari Kualitas Jempolan yang Layak Dilirik

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:24 WIB

PDIP Soal Ijazah Gibran: Mundur atau Pemakzulan

PDIP Soal Ijazah Gibran: Mundur atau Pemakzulan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:20 WIB

×