- NEC Indonesia memperkenalkan teknologi berbasis AI yaitu SIAT dan WPR di Jakarta pada Oktober 2026.
- Solusi SIAT dan WPR bertujuan untuk mendeteksi gangguan mesin serta meningkatkan efisiensi proses kerja manufaktur.
- NEC Indonesia berkolaborasi dengan mitra strategis guna mendukung percepatan transformasi digital sektor industri nasional.
Pengelolaan aset menjadi bagian penting dalam transformasi manufaktur karena perusahaan perlu memastikan peralatan dapat digunakan secara optimal sepanjang siklus operasinya.
![Solusi NEC Indonesia Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan dengan AI. [NEC Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/14/91831-solusi-nec-indonesia.jpg)
Integrasi pengelolaan aset dengan pendekatan pemeliharaan berbasis data dapat membantu perusahaan mengambil keputusan perawatan secara lebih terencana.
Perusahaan juga berpartisipasi dalam diskusi panel bertajuk “Workforce Transformation in the Age of Intelligent Industry”, yang membahas perubahan kebutuhan tenaga kerja di era industri cerdas.
Sementara itu, ABeam Consulting Indonesia dijadwalkan mengisi sesi Warehouse of Idea dengan memperkenalkan solusi smart manufacturing untuk mendukung percepatan transformasi digital perusahaan.
Presiden Direktur NEC Indonesia, Akifumi Katano, mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung transformasi digital sektor industri melalui pemanfaatan AI, otomatisasi, dan solusi berbasis data.
“Melalui partisipasi kami dalam Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, NEC Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor industri di Indonesia," katanya dalam keterangan resminya, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, perusahaan meyakini bahwa pemanfaatan teknologi inovatif seperti AI, otomatisasi, dan solusi berbasis data akan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional.
Ia juga menegaskan, komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kapabilitas sumber daya manusia industri serta mempercepat terwujudnya visi Making Indonesia 4.0.