Suara.com - Awal tahun ini, seorang wakil ketua DPRD di Batang, Jawa Tengah, kehilangan dana miliaran rupiah dari rekeningnya setelah membuka file APK yang menyamar sebagai undangan digital. Kasus seperti itu menunjukkan bahwa korban bukan hanya orang yang awam teknologi. Satu ketukan pada file yang salah sudah cukup.
Risiko yang sama berlaku untuk aplikasi keuangan yang dicari sendiri di internet, termasuk aplikasi trading. Pencarian seperti hfm apk misalnya, sebaiknya berakhir di halaman resmi penyedia yang mengarahkan pengguna ke Google Play atau App Store, bukan di situs unduhan pihak ketiga yang menawarkan file APK siap pasang. Aturan sederhana ini berlaku untuk aplikasi bank, dompet digital, pinjaman, maupun investasi apa pun.
Mengapa APK dari luar toko resmi berbahaya
File APK adalah paket pemasangan aplikasi Android. Saat diunduh dari toko resmi, aplikasi melewati pemeriksaan keamanan dan diperbarui otomatis oleh pengembangnya. Saat dipasang dari file yang beredar di grup percakapan atau situs mirror, pemeriksaan itu hilang, dan pengguna tidak punya cara mudah memastikan isi file sama dengan aplikasi aslinya.

Bank Indonesia dalam peringatannya soal modus penipuan lewat file .APK menjelaskan bahwa aplikasi palsu, begitu diberi izin, bisa membaca data pribadi, foto, SMS, hingga kode OTP. Dengan akses itu, pelaku dapat mengambil alih akun mobile banking tanpa perlu tahu kata sandinya lebih dulu.
Untuk aplikasi keuangan, akibatnya berlapis. Aplikasi trading palsu bisa meniru tampilan aslinya dengan sempurna, menerima setoran ke rekening pelaku, lalu menampilkan saldo dan "keuntungan" yang tidak pernah ada. Korban baru sadar ketika mencoba menarik dana.
Toko resmi pun bukan jaminan mutlak. Aplikasi tiruan sesekali lolos dengan nama dan logo yang mirip aslinya, sehingga tetap perlu memeriksa nama pengembang, tanggal rilis, dan ulasan pengguna sebelum memasang. Cara paling aman adalah membuka toko aplikasi lewat tautan yang tercantum di situs resmi penyedia, bukan dari hasil pencarian atau iklan.
Tanda yang perlu diwaspadai
Penipu jarang menyebut file mereka sebagai APK. Mereka menyamarkannya sebagai undangan pernikahan, foto paket dari kurir, surat tilang, tagihan, atau "versi terbaru" aplikasi yang katanya belum tersedia di Play Store.
Beberapa tanda yang berulang, seperti dirangkum dalam ulasan tentang ciri file APK penguras rekening setelah kasus Batang, antara lain pesan yang mendesak agar segera dibuka, bahasa yang tidak rapi, pengirim yang tidak dikenal atau nomor baru yang mengaku dari lembaga resmi, dan tautan yang mengarah ke luar situs resmi.
Di sisi aplikasi, waspadai juga permintaan izin yang tidak masuk akal. Aplikasi trading atau dompet digital tidak membutuhkan akses untuk membaca semua SMS atau mengendalikan layar. Jika ponsel meminta Anda mengaktifkan "instal dari sumber tidak dikenal", berhentilah dan tanyakan dulu mengapa aplikasi itu tidak bisa diunduh lewat toko resmi.
Bagi aplikasi keuangan, ketiadaan di toko resmi sendiri adalah informasi penting. Bisa jadi aplikasinya memang tidak tersedia di wilayah Anda, atau bisa jadi aplikasinya palsu. Keduanya alasan untuk tidak memasang file dari sumber lain.
Jika telanjur memasang file yang mencurigakan
Kecepatan menentukan seberapa besar kerugian bisa dicegah. Langkah yang umumnya disarankan:
1. Putuskan koneksi internet ponsel, baik data seluler maupun Wi-Fi.
2. Hubungi bank atau penyedia layanan keuangan melalui nomor resmi untuk memblokir akun dan kartu.
3. Hapus aplikasi yang mencurigakan, lalu cabut izin akses yang sempat diberikan.
4. Ganti kata sandi dan PIN aplikasi keuangan dari perangkat lain yang aman.
5. Simpan bukti percakapan dan file, lalu laporkan ke bank dan pihak berwenang.
Jika ragu ponsel masih aman, mengembalikan ke pengaturan pabrik setelah data penting dicadangkan bisa menjadi pilihan terakhir.
Untuk ke depan, kebiasaannya cukup satu: pasang aplikasi keuangan hanya dari Google Play, App Store, atau tautan yang tercantum di situs resmi penyedianya, dan periksa nama pengembangnya sebelum menekan tombol pasang. Aplikasi yang asli tidak pernah perlu dikirim lewat chat. ***